Saat hidup memasuki masa ?gelap? dan ?dingin?, akankah kita juga ikut menyangkalNya?

27 Mar 2018 | Kabar Baik

Kalau kemarin membahas Yudas, hari ini murid yang dikasihi Yesus itu membicarakan Simon Petrus.?Yohanes merekam percakapan seperti tertuang sebagai berikut:

Petrus: “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!”?(Yohanes 13:37)

Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.??(Yohanes 13:38)

Dengan keilahianNya, Yesus tahu apa yang hendak terjadi dan dilakukan Petrus. Dan benar saja, di muka rumah Imam Besar, Petrus tak mengakui Yesus di hadapan para penduduk kota Yerusalem yang berkerumun, tiga kali banyaknya tepat sebelum ayam jantan berkokok.

Tentu tak ada yang tahu alasan paling tepat dari Petrus melakukan semuanya itu kecuali dirinya sendiri. Ada yang bilang Petrus takut. Ia takut ditangkap seperti Yesus sebelumnya diikat.

Tapi tunggu dulu, mari kita merenung tentang waktu kejadian penyangkalan itu ketimbang langsung berasumsi.

Kenapa terjadi sesaat sebelum ayam jantan berkokok?

Kokok ayam jantan adalah penanda dimulainya hari yang baru dan tahukah kalian, dalam waktu sehari-semalam, periode tergelap dan terdingin adalah justru tepat sebelum matahari terbit di ufuk timur!

Penyangkalan Petrus adalah pesan indah Tuhan kepada kita tentang bagaimana gambaran perilaku kita pada umumnya ketika mendapati ?saat tergelap? dan ?terdingin.?

Jadi, menurutku, Petrus tidak takut! Ia tidak siap menghadapi masa ?tergelap? dan ?terdingin?. Penyangkalan adalah wujud kekecewaannya terhadap Yesus! Dengan mata dan kepalanya sendiri, Petrus melihat Yesus, Gurunya diancam hukuman mati, ditinju dan diludahi (Matius 26:67). Ia semula barangkali berharap Yesus akan melawan namun nyatanya ?diam saja?.

Untuk itulah ia menyangkal lalu pergi keluar dan menangis dan bersedih.

Penyangkalan Petrus hendaklah menjadi pelajaran bagi kita semua.?Ada kalanya ketika titik terlemah dalam hidup datang, kita terlalu berharap Tuhan mau menuruti skenario yang kita siapkan. Ada kalanya ketika titik terendah itu tiba, karena kelemahan kita, Tuhan seolah tak bergerak!

Namun, dengan iman, kekuatan kita untuk tetap percaya saat masa-masa itu datang adalah yang nantinya akan membedakan kita dengan mereka yang menyerah kalah lalu hilang karena kecewa dan tak mengakui Tuhan.

Jatuh itu wajar tapi bangkit dari kejatuhan itu manusiawi! Ayo sekarang saatnya! Ayam jantan sudah berkokok! Matahari sudah menghangatkan dan sebentar lagi terang tanah!

Sydney, 27 Maret 2018

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. Penyangkalan Petrus hendaklah menjadi pelajaran bagi kita semua. Ada kalanya ketika titik terlemah dalam hidup datang, kita terlalu berharap Tuhan mau menuruti skenario yang kita siapkan. Ada kalanya ketika titik terendah itu tiba, karena kelemahan kita, Tuhan seolah tak bergerak!

    Jatuh itu wajar tapi bangkit dari kejatuhan itu manusiawi! Ayo sekarang saatnya! Ayam jantan sudah berkokok! Matahari sudah menghangatkan dan sebentar lagi terang tanah!

    Thanks for sharing, Don :) great reflection.

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.