Roh yang meruah

10 Jan 2019 | Kabar Baik

Hari ini, dalam Kabar BaikNya, Lukas menegaskan dua kali tentang penyertaan Roh dalam pelayanan Yesus.

Yang pertama pada Lukas 4:14 disebutkan, ?Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu?

Lalu yang kedua ada pada pernyataan Yesus saat memulai membacakan Kitab Yesaya di kampung halamanNya, Nazaret. ?Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin;?? (Lukas 4:18)

Kenapa dan apa pentingnya Yesus menyertakan Roh dalam diriNya dan apa yang bisa kita renungi hari ini?

Pernyataan Yesus (Lukas 4:18) adalah untuk meyakinkan orang-orang yang ada di situ bahwa Ia tidak berdiri ?atas nama sendiri? tapi karena Roh yang ada padaNya-lah yang menggerakkan Yesus untuk melakukan semuanya.

Dan sebagai orang Katolik, kita yang hidup dalam Roh harusnya bersyukur karena Roh yang ada pada kita adalah Roh yang sama yang ada dalam diri Yesus.

Tapi Don, merasakan Roh itu seperti apa? Aku Katolik sejak lahir, dibaptis sejak bayi, ke Gereja setiap minggu dan mencoba hidup baik tapi kok ya biasa-biasa saja? Atau jangan-jangan aku harus ikut gerakan karismatik supaya bisa berbahasa Roh seperti mereka untuk dianggap bisa hidup di dalam Roh?

Sejak kita dibaptis dalam Gereja Katolik, kita telah dilahirkan kembali oleh air dan Roh Kudus (lih. Yohanes 3:5). Hal ini didukung dengan pernyataan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) sebagai berikut:

KGK 1215??? Sakramen ini [Pembaptisan] juga dinamakan ?permandian kelahiran kembali?dan?pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus? (Tit 3:5), karena menandakan dan melaksanakan kelahiran dari air dan dari Roh, yang dibutuhkan setiap orang untuk ?dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah? (Yoh 3: 5).

KGK 1213????Pembaptisan?suci adalah dasar seluruh kehidupan Kristen,?pintu masuk menuju kehidupan dalam Roh?[vitae spiritualis ianua]?dan menuju Sakramen-sakramen yang lain. Oleh Pembaptisan kita dibebaskan dari dosa dan dilahirkan kembali sebagai putera-puteri Allah; kita menjadi anggota-anggota Kristus, dimasukkan ke dalam Gereja dan ikut serta dalam perutusannya (Bdk. Konsili Firense: DS 1314; KHK, Kann. 204 ?1; 849; CCEO, can. 675 ?1). ?Pembaptisan adalah Sakramen kelahiran kembali oleh air dalam Sabda? (Catech. R. 2,2,5).

Dikutip dari artikel Katolisitas

Tapi itu kan Hukum Gereja, bagaimana dengan praktek hidup sehari-hari yang praktis? Bagaimana menengarai orang yang telah benar-benar ?hidup dalam Roh??

Ketika merenungi Kabar Baik hari ini aku teringat satu kata dalam Bahasa Indonesia yang menurutku sangat indah yaitu ?Ruah?. Kata ?Ruah? dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) daring berarti mencurah, melimpah (ruah). Maka orang yang hidup di dalam Roh adalah orang yang menurutku? mencerminkan betapa kasih karunia Tuhan itu meruah dalam dirinya!

Sesimple itu? Iya! Kenapa harus dibikin susah? Hahaha!

Kepada anak muda yang memberi tempat duduk pada yang lebih tua di atas bis kota, Roh bekerja atas dirinya!

Kepada orang tua yang bekerja keras luar biasa untuk keluarganya, Roh membimbingnya!

Kepada pemimpin yang melindungi dan bersedia mati untuk yang jadi bawahannya, Roh menguatkan dan menopangnya!

Tapi bukankah tak semua dari mereka itu Katolik? 

Betul! Maka mari doakan supaya mereka menyadari kerja Roh! Dan justru dari kenyataan-kenyataan itu pernahkah kalian berpikir bahwa barangkali Tuhan sedang ingin memberikan sebuah cermin besar kepada kita bahwa jika orang-orang non-Katolik bisa sehebat itu, kenapa kita yang mengakui dan mengimani Roh tak bisa lebih hebat dalam menjadi saksi betapa meruahnya Kasih Allah?

Sydney, 10 Januari 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.