Ritsleting

17 Mar 2011 | Cetusan

Aku tiba-tiba berpikir bahwa salah satu penemuan sederhana tapi revolusioner bagi umat manusia adalah ketika Whitcomb Judson, pada 29 Agustus 1893 merilis ritsleting untuk pertama kalinya. Entah apa jadinya jika ide tentang ritsleting tak jatuh ke otaknya saat itu, barangkali butuh tambahan beberapa tahun manusia untuk akhirnya meng-invent benda kecil nan berguna itu.
Kalian tahu kan apa itu ritsleting? Ritsleting atau sebagian dengan nyaman menyingkatnya sebagai “Rit” adalah benda dengan mekanisme mengaitkan geligi yang saling berhadapan dengan bantuan panel penarik dan banyak diaplikasikan pada baju,celana, beberapa boots (kebanyakan wanita) hingga kantong mayat yang banyak digunakan untuk evakuasi SAR pun juga menggunakannya untuk menutup permukaannya. ‘Saingan’ ritsleting adalah velcro dan kancing, namun dari sisi kepraktisan, aku pegang ritsleting sebagai benda yang paling banyak kalian miliki dan temui ketimbang dua lainnya. “Seng ada lawan!” kata orang Ambon!
Nah, ngomong-ngomong soal ritsleting, pengalaman menarik apa yang bisa kalian ceritakan darinya?
Beberapa mungkin sebel ketika tiba-tiba ritsleting celana tak bisa dibuka. Semoga ini tidak terjadi saat kalian sedang kebelet-kebeletnya buang air ya. Cara mengatasinya sebenarnya mudah. Gosokkan lilin pada permukaan ritsleting yang terkunci beberapa kali lalu coba perlahan-lahan untuk membukanya. Kalau masih macet, coba sekali lagi… kalau tetap bisa, apa boleh dikata, ritsletingnya berarti rusak!
Tidak praktis memang membayangkan kemana-mana kalian membawa lilin hanya demi jaga-jaga kalau ritsleting rusak, tapi mau apa lagi. Itung-itung persiapan juga toh kalau listrik tiba-tiba padam kena giliran, bukankah kalian yang di utara sana masih sering terkena pemadaman listrik dari Perusahaan Lilin Negara yang kesohor itu? Hihihi
Selain soal macet-memacetkan di atas, beberapa dari kalian mungkin juga punya pengalaman buruk terjepit burungnya di ritsleting celana? Yang namanya burung tentu dimiliki lelaki,? jadi aku sangat percaya bahwa pengalaman ini tak pernah dialami oleh para pembaca blog yang berkelamin wanita. Waktu SD dulu pernah, saat sedang belajar di kelas tiba-tiba seorang teman yang belum lama pamit pipis menjerit sejadi-jadinya. Suaranya melengking terdengar hingga ke kelas. Kamipun lari berhamburan keluar untuk menengok apa yang terjadi dengan teman tadi?
Malang benar nasibnya! Mukanya merah ketakutan, air mata membasahi kedua pipinya dan tangannya gemetar memegang celana dengan ritsleting yang menganga. Seorang guru, perempuan, dengan cekatan mendekat dan jongkok di depannya mendeteksi bahwa tititnya kejepit di ritsleting celana seragamnya. Untung sang guru cukup ahli! Tak butuh waktu lama, titit temanku tadi telah bisa dilepaskan dari jepitan ritsleting dan tangisnya pun reda.
Kalian, terutama yang wanita, barangkali bertanya kok bisa sih titit kejepit di risleting? Begini. Entah sekarang, tapi waktu kukecil dulu, penggunaan celana dalam untuk anak-anak belumlah awam hingga kisaran umur tertentu. Jadi, anak-anak SD, kebanyakan hanya mengenakan celana seragam saja tanpa menggunakan celana dalam. Nah, terlebih bagi mereka yang masih memelihara kulup karena belum disunat, acara buka-tutup ritsleting celana adalah perkara yang mengerikan karena sering tak cermat, kulup tersangkut pada sela antar-geligi ritsleting dan jadilah ‘tragedi’ titit tersangkut ritsleting seperti yang terjadi pada kawanku itu tadi.
Selain peristiwa ritsleting macet dan macetnya ritsleting karena ada titit di antaranya yang kuceritakan barusan di atas, peristiwa yang sangat sering terjadi terkait dengan benda bernama ritsleting adalah kelupaan nutup ritsleting. Hayo, siapa yang pernah mengalaminya? Kuyakin banyak meski yang mau ngaku sedikit…
Baik, kuceritakan saja kisahku! Beberapa hari yang lalu, pagi-pagi buta aku pergi ke kantor untuk mengerjakan tugas yang deadlinenya adalah sebelum makan siang hari itu. Namanya juga pagi buta, jadi saat kudatang dan mulai bekerja, rekan-rekan lain belum berdatangan hingga akhirnya sekitar 1 jam sesudahnya, mereka akhirnya datang satu per satu.
Salah satu teman kerja wanita yang duduknya tak jauh dariku, seperti biasa menyapaku. Ia berjalan menuju mejaku dan duduk di kursi sebelah siap untuk bercerita tentang basa-basi sepanjang 10 hingga 15 menit seperti pagi-pagi sebelumnya.
“Hi Donny… how’r u, Mate?”
“Hi XXXX, i’m fine. How about you?”
“Not too bad , thanks! What time you came in this morning?”
“Oh… 7.15 am!”
“Ah, it was too early!”
“Yea…Need to fix up a few thing before lunch time today!”
“Ic… ah… mmmm… OK, have a nice day!” Ia tampak tergesa-gesa lalu kembali ke mejanya, tak seperti biasanya.
Awalnya aku tak memedulikannya karena toh aku juga sedang berkonsentrasi pada pekerjaanku sendiri. Siang menjelang. Setelah kukumpulkan pekerjaan, aku mengambil waktu rileks dan salah satunya adalah pergi ke toilet untuk kencing. Disitulah, kusadari ternyata ritsleting telah terbuka dan celanaku menganga! Saat itu aku jadi tahu kenapa tadi pagi teman kerjaku tadi tergesa-gesa untuk menyudahi basa-basi yang belum lagi terlaksana separuhnya.
Kalau dipikir-pikir, sebenarnya peristiwa ritsleting yang terbuka bukanlah sesuatu yang merugikan teman wanita saya tadi itu. Tapi aku maklum kenapa teman tadi memilih untuk berhenti bercakap lalu pergi. Ia adalah teman yang baik yang tak mau mempermalukanku ketika misalnya tiba-tiba di tengah pembicaraan aku menyadari bahwa risletingku belum ditutup tepat di depannya. Ia tak sanggup melihat wajahku yang pasti jadi merah padam dan keadaan menjadi serba canggung untuk dikendalikan.
Ia juga pasti tak mau kalau mungkin saking malunya atas kejadian itu lantas aku menyiarkan kabar tak benar “Eh, si xxxx seneng banget ngeliat ritsletingku terbuka… Dia menikmatinya kali ya!” meski hal itu jauh dari kamus sikapku, tentu saja! :)
 
* * *
 
Hari berlalu, dan kisah di bawah ini bukan tentang ritsleting siapapun yang macet, bukan pula tentang burung si anu yang kejepit dan sepertinya sejak kejadian di atas aku tak pernah lagi lupa menutup ritsleting.
Suatu pagi, minggu lalu, sebelum masuk kantor, aku nongkrong di warung kopi langganan.
Sembari menunggu kopiku jadi, aku seperti biasa menggamit koran dan membacanya sambil lalu, basa-basi, pura-pura membaca koran supaya tak dibilang ketinggalan jaman..
Tapi alangkah kagetnya aku saat itu!
Sebaris judul dengan gambar mencolok benar-benar menusuk perhatian mataku saat itu,
“Corruption allegations againts Yudhoyono”
Ah, untunglah aku belajar banyak dari teman wanita yang kuceritakan di atas tentang bagaimana mengatasi keadaan ini. Buru-buru aku berpaling, menarik mata dari permukaan koran yang sebenarnya menarik untuk dibaca. Aku lalu berdiri dan kurasa betapa penantian menunggu kopi dibuatkan itu mendadak terasa lama sekali…

Sebarluaskan!

22 Komentar

  1. :D, warga negara yang baik…mikul dhuwur mendhem jero..hahaha

    Balas
  2. Ah.
    Aku agak terharu mengetahui bagaimana dirimu berusaha bersikap biasa saja saat membaca Presiden kita diberitakan spt itu.
    Don, aku pernah terbuka retsletingnya hahaha… Di kantor pula. Dan itu krn aku pakai celana bahan yg memang sering tuh pake rets biasa yg gampang lolos pula alias turun. Kapok dan malu banget aku wkt temanku memberitahukan.
    Stlh itu sekarang aq prefer pakai jeans saja, krn rets jeans cukup kuat u/ bertahan ga kan turun. Lol.

    Balas
    • Hehehe wah kalo cewe turun ritsnya gimana ya :)

      Balas
  3. Kalau kejepit kayaknya kok hampir semua lelaki pernah ya, hehe.
    Saya pernah punya jeans yang Rit-nya gampang lolos, ah pasti orang mengira saya lupa menutupnya.

    Balas
  4. Welahhh…. baru beberapa waktu yang lalu saya mengalami hal serupa Om Don, ritsleting celana saya terbuka saat duduk melingkar bersama anak-anak teater di sekolah. Saya tidak tahu, apakah di antara mereka ada yang melihat ‘lubang” itu. Tetapi, yang saya rasakan, kok tidak ada reaksi apa-apa dari mereka hingga acara selesai. Apa mereka juga bersikap sama ya seperti yang dilakukan oleh teman Om Don itu, hanya anak-anak tidak segera meninggalkan saya, tetapi tutup mulut, agar gurunya tidak malu. Aku sadar rit saya terbuka ketika berdiri dan hendak pulang.
    Salam kekerabatan.

    Balas
  5. wakakakakaakak, sedikit ketawa ketika membaca yang ini “peristiwa ritsleting yang terbuka bukanlah sesuatu yang merugikan teman wanita saya tadi itu” tapi memang teman yang baik adalah yang mampu menjaga perasaan sahabatnya

    Balas
    • Benul… eh betul, Mbak:)

      Balas
  6. wahaha…kasian kali ya yang kejepit resleting itu..pasti sakitnya minta ampun..hihi…btw aku byangin guru tadi gimana cara ngeluarinnya yah..apa ga tambah sakit lagi..hihi…
    Kalo cowo ad masalah dengan resleting..kadang cewe bermasalah jg dengan kancing baju..kadang lupa ngancingin or sometimes kebuka sendiri..waaa..kebayang malunya gimana kalo yang liat tu lawan jenis..duh salting bok! Tapi aku lebih suka kalo ada temen yang ngeliat trus ngasih tau ke kita kalo ada sesuatu yang kebuka..hihi..at least mencegah lebih banyak orang liat kan..haha
    Waduh..sampe korannya pak SBY ditutup ya resletingnya..hihi

    Balas
  7. Hehehe..kangen kesini, membaca ceritamu yang serius tapi lucu ini…
    Hal sepele kelihatannya, tapi berperan penting, seperti: ritsleting, peniti, jarum pentul dll

    Balas
    • Betul, Bu… Semoga blog ini selalu ngangenin hehehe

      Balas
  8. good ending :)

    Balas
    • Thanks! Komenmu menandakan betapa kamu telah membaca utuh dan ‘ngerti’ maksudku, Fem :)

      Balas
  9. Beberapa celana saya ritsletingnya suka turun sendiri, apalagi kalo deket-deket cewek sexy

    Balas
  10. Ah, kemarin celana jeans saya yang saya cuci menggunakan mesin cuci resletingnya jadi tidak bisa di gunakan lagi.. seperti ingin berhenti bersahabat untuk menutup perabotan sang majikan. Entahlah, rasanya saya merasa ribet karena sering membetulkan resleting celana jeans saya waktu itu.. ahirnya saya putuskan untuk me-mensiunkan celana kesayangan saya.. :D

    Balas
    • Hihihi.. :)

      Balas
  11. ritsleting kalo udah mulai turun mulu, kayaknya bagusan cepet2 diganti deh, itu artinya hook nya udah lepas satu atau lepas 2-2 nya… daripada dia turun terus mending menyisihkan waktu sebentar ke tukang vermak celana buat ganti…
    btw, teman saya ada yg kreatif, penarik risleting nya di karetin ke kancing celana nya, tapi efeknya jadi ribet kalau mau pipis :|

    Balas
  12. Ma kasih Don :) tulisan ini menyemangatiku, untuk berusaha tidak membuat orang lain merawa pekewoh. Saling menjaga perasaan satu sama lain tanpa diminta…
    Untung gak punya tit*t jadi gak kejepit resliting hahaha

    Balas
  13. Keren don..!!
    Pertama ??? baca..sama sekali ??? gak mudeng ?p?? hubungan antara ritsleting n “Bapak qta”..
    tapi setelah 2x kuulang lagi… Baru mudeng ??? maksud tulisanmu.. :)
    Intinya bukan ritsleting.. Tapi.. Bagaimana qta menghargai dan menjaga perasaaan org lain..
    Tul ?g?g?k ??? ..?? Heheheee..

    Balas
  14. Kejepit udah pernah, lupa nutup resleting sampai skarang msh sering trjadi.
    Antik dan ajaib’

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.