Risalah Akhir Pekan XLIV/2016

31 Okt 2016 | Risalah Akhir Pekan

Salah satu hal yang membuatku khawatir adalah ketika seseorang menilai hasil pekerjaanku tidak bagus. Bukannya marah, aku malah menghargai masukan tersebut, tapi aku tak?kan bisa tidur dengan nyenyak sampai aku berhasil mengubah penilaiannya.

Pekerjaan yang kurilis dua minggu lalu mendapatkan feedback dari klien. Setelah sekian sering mereka bilang suka dengan hasil kerjaku, kali itu feedbacknya berkebalikan, ?Ini gak seperti biasanya yang kamu kirimkan kepada kita, Donny??

Mereka, klienku itu, orang baik dan sopan jadi feedback di atas pun diberikan secara baik-baik. Tapi tetap saja tak menghilangkan esensi, aku dibuatnya tak tidur.

Tiga hari kemudian aku berhasil membuat versi yang lebih baik dan mereka kembali senang tapi hal itu tak lantas meruap begitu saja. Ia diam di dalam benak dan hatiku, setiap melangkah dan membuat hal yang baru, selalu ada ragu, jangan-jangan nanti mereka tak suka lagi. Di titik ini aku merasa tersiksa?

Lantas kuceritakan hal tersebut ke salah satu kolega kerja. Ia tersenyum, ?Dude, kamu terlalu dalam mikirnya! Lepaskan saja, yang penting kamu sudah menyelesaikan dengan baik bahkan terlewat baik karena seharusnya kamu tak perlu memperbaiki karena mereka nggak bayar untuk revisi itu??

Tentu aku tak bisa berpikir semudah itu, atau setidaknya delapan tahun tinggal di negeri ini, aku belum bisa mengikuti pola pandang ?santai? seperti itu.

Maka akupun menceritakan hal yang sama pada seorang kolega lainnya, siapa tahu aku mendapat ?insight? yang berbeda pula. Ia seorang kelahiran cina tapi besar di New Zealand dan sejak tiga tahun lalu pindah ke Australia.

Ia berkata demikian, ?Kalau kamu nggak bisa memberi pengaruh pada orang lain, jangan terpengaruh karena orang lain??

Maksudmu?
Kamu sudah mengerjakan yang terbaik, jangan mempertaruhkan waktu dan energi untuk terpengaruh pada omongan klien. Move on, masih ada banyak lahan untuk membuktikan bahwa kamu itu jagoan.

Aku tertampar. Tidak mengelak dan menyalahkan. Aku memang selalu butuh lahan untuk pembuktian, untuk itu aku selalu bergerak dan menggerakkan hidup.

Selamat menjalani minggu yang baru. Jangan pernah lelah mencari lahan? lahanmu!

Dipublikasikan pada Hari Minggu Biasa XXXI, pada pesta Santo Marcellus, martir.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.