Risalah Akhir Pekan XLIII/2017

1 Nov 2017 | Risalah Akhir Pekan

Ada dua seseruan yang terjadi minggu lalu.

Pertama, apalagi kalau bukan Harblognas atau peringatan Hari Blogger Nasional ke-10 yang jatuh pada 27 Oktober 2017.

Sejatinya, ada atau tak ada peringatan harblognas tak berpengaruh banyak bagiku. Ada perayaan atau tidak, aku tetaplah seorang blogger yang ngeblog. Hal menarik dari harblognas kemarin (dan tahun-tahun sebelumnya) sebenarnya justru linimasa social media mereka yang dulu juga ngeblog.

Aku membagi ?arus? mereka dalam tiga aras.

Aras pertama adalah orang-orang yang dulunya ngeblog tapi kini lebih aktif nge-vlog, nge-buzz, nge-tweet ataupun ?nge-? dan ?nge-? lainnya pokoknya tetap memproduksi konten. Orang-orang dalam aras ini tetap merayakan harblognas tapi dengan embel-embel bahwa ngeblog itu nggak harus blogging tapi bisa nge-vlog, nge-buzz, nge-tweet ataupun ?nge-? dan ?nge-? lainnya. Salah? Tidak sama sekali!

Aras kedua, orang yang dulunya ngeblog tapi sekarang berhenti lalu mendadak ngeblog lagi khusus memperingati harblognas.
Nggak salah juga justru aku membayangkan sensasi yang mereka dapat barangkali malah luar biasa. Ibaratnya seperti seseorang yang tinggal di Jakarta lalu pulang ke desa saat hari raya tiba. Rasanya pasti sangat menyenangkan untuk mendatangi rumah tempat ia dibesarkan, bertemu tetangga yang sudah setahun tak bertemu dan menikmati makanan-makanan yang dulu setiap hari dinikmati.

Hanya saja analogi ini tak lagi pas ketika aku mendapati seorang blogger, hendak ngeblog di harblognas tapi lupa password admin :) Kalau dipaksa dalam pengibaratan orang mudik, masa seorang mudik lupa alamat rumah di desa? Kan tidak mungkin? Kan ada GPS? :)

Aras ketiga adalah orang yang baru-baru ini mulai ngeblog? Romantikanya tentu berbeda dengan mereka yang ada di dua aras sebelumnya. Ada semangat membara dan melihat yang seperti ini menyenangkan meski sekaligus menegangkan untuk membayangkan apakah semangat mereka masih tetap menyala di harblognas-harblognas berikutnya atau mereka sudah lantas masuk ke dua aras sebelumnya?

Masih tentang harblognas. Yang menghangatkan hati dalam harblognas tahun ini adalah ketika seorang yang sudah kuanggap seleblog, Agus Mulyadi, menulis di wallnya terkait dengan eksistensiku dalam ngeblog.

Kenapa hatiku hangat sebenarnya bukan karena semata-mata ?Agus?-nya. Tapi karena ia jadi salah satu seleblog terbaru dari beberapa yang lain yang lalu-lalu, yang ngepost tentang aku. Hal ini kuanggap sebagai sebuah penghargaan bahwa aku diterima sejak jaman dulu hingga kini.

Aku sendiri bukan seleblog. Dalam tulisan lamaku di sini, aku menyebut diri sebagai angin sepoi-sepoi. Aku tidak mengguncang, tak pula menggelegar. Biasa saja?

Hal kedua yang tak kalah serunya adalah peluncuran rencana acara diskusi kebangsaan di Sydney.

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, secara resmi NKRI OZ Community Inc., sebuah asosiasi nirlaba di Australia yang kudirikan bersama beberapa kawan pemerhati Indonesia akan mengadakan diskusi kebangsaan pada 18 November 2017 mendatang dengan tema Jokowi, dua periode?

Acara ini akan mengetengahkan dua nara sumber, Bhatara Ibnu Rheza (Senior researcher IMPARSIAL) dan Dr. Nur Arif Makful, MSc (staff pengajar di beberapa universitas dan penggiat Kebhinnekaan dan Kebangsaan). Aku sendiri kebagian tugas menjadi pembawa acara.

Kalian yang tinggal atau kebetulan sedang ada di Sydney hari itu, atau punya kenalan dan saudara bahkan pacar yang sedang ada di sini, boleh loh join ke acara itu. Silakan mendaftarkan diri di sini.

Kami juga menjual kaos untuk keperluan fund raising yang bisa kalian dapatkan dengan mengisi form di sini. Oh ya, kaos hanya dijual di Australia saja.

Selamat menjalani minggu yang baru.

Dipublikasikan pada Hari Minggu Biasa XXX

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.