Risalah Akhir Pekan XLII/2017

25 Okt 2017 | Cetusan

Hal terbesar yang terjadi minggu lalu adalah, aku dan Joyce merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-9!

Lalu bagaimana kami menghabiskan waktu di hari perayaan yang jatuh pada 18 Oktober 2017 silam?

Aku dan Joyce bukanlah pasangan yang romantis seperti yang kalian bayangkan. Sejak dulu aku tak bisa romantis dan Joyce pun ternyata demikian. Tapi justru dari ketidakromantisan itu, kami mendefinisikan romantisme menurut kami sendiri :)

Hal yang paling istimewa barangkali karena aku mengambil cuti ?off? sehari. Tapi ini sebenarnya juga tak istimewa-istimewa amat karena hampir tiap minggu setidaknya sekali aku ?kerja dari rumah? yang kalau dihitung-hitung ya kayak ?off ? juga.

Pagi hari kami mengantar anak-anak ke sekolah dan kebetulan hari itu adalah hari pertama Elodia, anak bungsuku, menjalani masa orientasi sekolah untuk tahun depan di sekolah yang sama dengan kakaknya, Odilia.

Mengantar Odilia ke kelas, mengantar Elodia ke kelas orientasinya lalu orang tua calon siswa dikumpulkan di hall untuk menerima penjelasan dari pihak sekolah tentang banyak hal; sesuatu yang sebenarnya sudah pernah kami dapatkan saat Odilia masuk situ, dua tahun silam.

Kelas orientasi Elodia hanya sejam lamanya. Setelah kami jemput, Elo kami antar kembali ke pre-school untuk mengikuti kelas hingga selesai hari itu.

Sekitar pukul 11:30, aku dan Joyce berpikir untuk makan siang.

?Makan steak yuk! Mumpung anak-anak sekolah?? ujarku. Joyce mengiyakan. Kami segera pergi ke restaurant tempat kami akan makan yang ?agak special? tersebut.

Tapi lucunya, tak seberapa jauh dari tempat, tiba-tiba Joyce bertanya, ?Kamu yakin makan steak berdua aja? Nggak mau ajak anak-anak aja weekend depan??

Aha!
Ini? inilah wujud romantisme dalam perspektif kami. Romantisme yang tak harus dibahasakan dengan bunga, ngedate berdua, hadiah yang ini dan itu? Romantisme yang tak egois dan tak melulu ?aku dan kamu??.

Romantisme kami adalah romantisme keluarga. Romantisme yang mengerti apa itu arti keluarga bukan sejoli. Bukan antara DV dan Joyce, tapi DV, Joyce, Odilia dan Elodia karena sekarang kami sudah tidak lagi berdua tapi berempat.

Akhirnya kami makan siang di rumah makan yang biasa saja dan meski sederhana toh tetap nikmat karena menyantapnya bersama orang yang kunikahi tempat sembilan tahun silam.

Setelah makan kami segera menjemput anak-anak, mengurus mereka sepulang sekolah lalu menjelang tidur, malam harinya, aku dan Joyce tidur sebelah-menyebelah. Kami sibuk dengan gadget kami masing-masing membalas ratusan pesan selamat yang muncul baik di Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Satu per satu kami balas tanpa terlewati karena bagi kami, semua ucapan adalah doa yang menguatkan kami selama ini dan untuk selama-lamanya.

Oh ya, selain itu, tepat di hari peringatan pernikahan ke-9, aku juga merilis lagu ciptaanku sendiri, Salam Maria. Lagu itu kuciptakan sebagai rasa hormatku kepada Bunda Maria yang secara khusus diperingati bulan ini oleh umat Katolik seluruh dunia.

Lagunya ada di sini:

Selamat memasuki minggu yang baru.

Dipublikasikan pada Hari Minggu Biasa XXIX pada peringatan Santa Salome, Wanita Pelayan Yesus, Santo Contardo Ferrini, Pengaku Iman, Santo Filipos, Hermes dan Severus, Uskup dan Martir, Santa Nunila dan Alodia, Martir

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.