Risalah Akhir Pekan XIII/2017

28 Mar 2017 | Risalah Akhir Pekan

Hari minggu kemarin aku diundang untuk menjadi wedding singer pada pernikahan seorang kawan. Aku memang tak pernah menceritakan kegiatanku bernyanyi di blog ini dan aku sengaja untuk tak menceritakannya karena aku tak mau kalian semakin menggilaiku hahahaha!

Pada acara itu aku harus berangkat sendiri karena anak-anak sedang sakit di rumah. Di dalam mobil selama perjalanan dari rumah ke Gereja suasana agak sepi juga karena biasanya pada saat-saat seperti itu, Odilia dan Elodia, anak-anakku, akan sibuk menanyai tentang lagu apa saja yang hendak kubawakan, nyanyinya bareng siapa, yang nikah siapa hingga pertanyaan ‘konyol’ seperti, “Will you sing those songs at home, Papa?”

Lalu tiba-tiba aku teringat hari kamis lalu, 23 Maret tujuh belas tahun silam adalah untuk pertama kalinya aku kembali bertemu dengan seorang kawan lama yang saat itu tinggal di Perth, Australia. Aku menyebutnya sebagai ‘Dede‘, beberapa tahun kemudian kupanggi Ia sebagai ‘Hon.. Honey‘ dan kini ia dipanggil ‘Mama‘ oleh anak-anakku, ya anak-anaknya.

Aku terhanyut akan nostalgia… Tentang Jogja tempat kami bertemu dulu, tentang suasana hati, keadaan sekitar dan kawan-kawan yang ada saat itu, oh betapa cepat waktu berlalu!

Tujuh belas tahun lalu, semesta pikiran dan percakapan antaraku dan Joyce tak lebih dari kapan rencana liburan ke Indonesia dan ke Jogja, jadwal kuliahnya, jadwal kerjaku dan kapan bisa telepon serta chat, sudah makan atau belum, sibuknya pelayanan dalam komunitas persekutuan doa kami masing-masing…

Sementara kini? Kami sibuk bicara tentang siapa yang besok pagi kebagian jatah untuk menyiapkan anak-anak sebelum berangkat sekolah, tentang belanja susu dan cereal anak-anak, asuransi, takaran vitamin dan dosis obat ketika mereka sakit…

Jarum-jarum waktu itu memang bagaikan lengan penggeser yang kukuh. Ia memaksa kita untuk mengalami situasi dan semesta yang berbeda dan perjumpaan-perjumpaan yang baru meski yang kita hadapi adalah orang yang sama tapi Tuhan adalah make up artist yang brilian. Ia membuat seri wajah kami selalu ranum dan menerima perubahan demi perubahan sebagai sebuah berkat tanpa adanya unsur paksaan sama sekali dan meski kadang hidup ini tak selalu berseri-seri.

Apalagi yang tak bisa disyukuri dari semua yang telah terjadi?

Selamat menjalani minggu yang baru, Tuhan berkati!

Dipublikasikan pada Hari Minggu Prapaskah IV pada pesta nama Santo Ludgerus, Uskup,Santo Ireneus dari Sirmium, Martir

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.