Risalah Akhir Pekan XII/2017

22 Mar 2017 | Risalah Akhir Pekan

Tanda-tanda penuaan menurutku salah satunya adalah ketika kita begitu bangga melihat yang muda mulai berkarya.

Minggu lalu aku banyak ngobrol dengan seorang kawan lama, BP namanya. Aku mengenalnya sejak lama. Dulu, sekitar tahun 2003, ia masih duduk di bangku SMA dan kami sama-sama kenal melalui situs fotografi yang pernah jadi terkemuka di Indonesia.

Yang kuingat dulu, ia datang ke Jogja di akhir tahun 2003 lalu kami bertemu dan aku menemaninya untuk hunting foto kesana-kemari. Untuk seukuran anak SMA, dulu, BP sudah cukup dewasa.

Lalu kami lama tak berhubungan hingga akhirnya minggu lalu kami terhubung setelah ia membaca tulisan tentangku yang dimuat di Detik.Com itu.

Empat belas tahun tak berhubungan dan kini BP sudah jadi wedding photographer yang cukup punya nama di Indonesia, sudah beristri dan anak yang lucu.

Tiba-tiba aku merasa bangga pernah mengenalnya saat ia masih belum jadi ‘apa-apa’ meski ia juga berkomentar yang sama bahwa katanya ia bangga mengenalku saat aku masih belum ‘apa-apa’ juga di Jogja dulu.

Aku tak berhenti bercerita pada Joyce tentang BP dan bagaimana keberhasilannya itu, meski tak ada sangkut-pautnya denganku, membuatku bangga.

Sementara pekerjaan masih berkerumun minta kukerjakan satu per satu. Seperti kubilang minggu lalu, pola kerjaku sejak anak buahku mengundurkan diri sudah benar-benar layaknya dokter di desa yang mendatangi pasien berbeda-beda setiap hari.

Tapi tak ada yang tak bisa kunikmati lagi kusyukuri. Aku membandingkan dengan mereka yang memohon-mohon supaya diberi pekerjaan untuk hidup sementara aku punya hal bejibun yang harus kuselesaikan? Nikmat apalagi yang kudustakan?

Demikian Risalah Akhir Pekan ini.

Selamat menjalani minggu yang baru, Tuhan berkati!

Dipublikasikan pada Hari Minggu Prapaskah III pada pesta nama Santo Yusuf, Suami Maria.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.