Risalah Akhir Pekan V/2017

1 Feb 2017 | Risalah Akhir Pekan

Kekhawatiran tentang bagaimana aku bisa beradaptasi setelah proyek besar usai seperti kutukas minggu lalu tak terbukti.

Makin lama aku makin mengerti bahwa ketakutan itu hanyalah reaksi lumrah yang muncul karena ketidaktahuan kita terhadap sesuatu dan ketika ketakutan itu kita biarkan menyeruak, sesuatu yang seharusnya tak menakutkan itu malah jadi menyeramkan ya karena bagaimana kita memandang saja.

Tapi sesuatu yang menyebalkan terjadi.
Ketika hari pertama lepas dari proyek besar terasa begitu smooth, tiba-tiba project manager menelpon dan memintaku untuk kembali ke proyek besar itu karena ada hal lain yang harus kulakukan. Rasa takut pudar diganti rasa sebal karena yang seharusnya aku sudah bisa mengelola perasaanku jadi campur-aduk lagi.

Apa mau dikata, sebal, takut dan buah emosional lainnya yang muncul dari dalam diri seharusnya memang tak boleh muncul dalam tataran profesional, kan?

Hari berikutnya aku kembali ke kantor proyek besar itu dan sejak dari rumah aku berpikir menenangkan diri dari rasa sebal bahwa inilah salah satu resiko digaji besar :) (Hey you! Yang membaca, jangan lantas berpikir ‘Gajinya Donny memangnya besar ya?’ karena besar kecil itu tergantung! Kutu kupret pun lebih besar dari mikroba, kan!?)

Hari Kamis kemarin, bertepatan dengan Hari Australia atau Australia Day, aku pergi bersama keluarga ke Tamworth, sebuah kota berukuran sedang yang letaknya sekitar 5 jam perjalanan dari Sydney ke arah Barat Laut.

Ada country music festival, acara tahunan yang diadakan di sana dan aku begitu menikmati acara tersebut. Para pengamen (di sini disebut busker) menggelar perkakas, memainkan gitar, perkusi dan bernyanyi di pinggiran jalan berderet-deret dengan pengamen-pengamen lainnya. Lalu ada beberapa panggung besar yang menampilkan para musisi ‘country’ yang sudah mapan dalam tataran musik Australia. Ada banyak stand yang menjual pernak-pernik ‘country’ mulai dari kerajinan topi, sabuk, jaket yang semua berbahan kulit. Pokoknya ramai.

Sayang, aku hanya sehari ada di sana lalu pulang ke Sydney karena hari Jumat adalah har-pit-nas, hari kejepit nasional dan aku harus masuk kerja lagi.

Risalah Akhir Pekan

Oh ya, tak lupa aku ingin mengucapkan selamat merayakan Hari Australia atau Australia Day bagi para warga negara serta penduduk negara benua ini. Tak terasa, Australia Day kemarin adalah yang ke-9 sejak kepindahanku ke sini, 2008 silam.

Selamat menjalani minggu yang baru, semangatnya jangan lupa ikut dibikin baru ya!

Dipublikasikan pada Hari Minggu Biasa IV pada pesta nama Santo Gildas Yang Bijaksana, Pengaku Iman dan Beato Joseph Freinademetz, Imam.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.