Risalah Akhir Pekan V/2018

7 Feb 2018 | Cetusan

Seperti kutulis dalam risalah akhir pekan sebelumnya, minggu kemarin aku mengambil cuti dalam rangka mengakhiri libur sekolah anak-anak, mengantar mereka masuk ke tahun ajaran baru dan sejenak ?pacaran? lagi dengan istri.

Tak direncanakan sebelumnya, akhir pekan lalu kami memutuskan pergi ke Canberra. Berangkat dari rumah hari sabtu pagi, kami kembali ke Sydney pada minggu siangnya.

Tak banyak yang kami lakukan di sana, tapi memang untuk bersama dan menikmati kebersamaan itu tak perlu banyak agenda yang harus dijalankan toh? Kami melakukan ?aktivitas biasa? mulai dari makan di Asian Noodle House di kawasan Dickson, bermain di tepi danau Griffith, ikut perayaan ekaristi mingguan di St Christopher?s Chatedral dan ?mengukur jalan? alias jalan-jalan tak tentu arah hingga letih tiba dan kami kembali ke hotel untuk beristirahat.

Elodia, DV, Odilia

Elodia, DV, Odilia

Lalu hari pertama, Senin, untuk kedua anakku kembali ke sekolah pun tiba. Mereka mengenakan seragam dan Senin pagi kemarin adalah untuk pertama kali Elodia, anak bungsuku, masuk ke Kindergarten, satu kompleks sekolah dengan kakaknya. Tahun sebelumnya, Elodia kami kirim ke pre-school tiga hari seminggu itupun tak wajib.

Ada rasa berdesir dalam dada karena bagaimanapun pagi itu adalah momentum. Anak-anakku sudah bukan bayi lagi, mereka masuk usia yang oleh pemerintah Australia diwajibkan untuk dikirim ke sekolah.

?Bisa dibilang waktu kita untuk memiliki mereka dari pagi sampai malam sudah habis. Tiap hari masuk sekolah sampai nanti dewasa dan mereka hidup mandiri?? begitu kataku pada Joyce setelah mengantar Odilia dan Elodia ke kelas mereka masing-masing. Tak ada tanggapan selain hening. Hening yang sejatinya riuh?

Selamat memasuki minggu yang baru! Semoga Tuhan selalu bersama kita dan orang-orang yang kita kasihi.

Dipublikasikan pada Hari Minggu Biasa V, pada pesta nama Santo Yohanes de Britto, Martir, Santo Isodorus dari Mesir, Pengaku Iman, Santa Katarina Dei Ricci, Perawan, Santa Yoana Valois, Pengaku Iman

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.