Risalah Akhir Pekan LII/2016

25 Des 2016 | Risalah Akhir Pekan

Minggu kedua sebelum akhir tahun seperti yang baru lewat memang selalu menjadi salah satu minggu yang paling menyenangkan sepanjang tahun! Aku ulang tahun, 20 Desember dan Yesus berulang tahun di Hari Natal, 25 Desember.

Hari Selasa kemarin aku genap berusia 39 tahun dan ada beberapa ritual yang kulakukan seperti yang sudah-sudah dalam beberapa tahun-tahun belakangan.

Pertama adalah membuka akses wall di Facebook selama 24 jam sehingga kawan-kawan yang ada dalam ‘friendlist’ bisa mengirim pesan selamat. Tak kurang dari dua ratus ucapan Selamat Ulang Tahun disematkan. Ada juga yang menyelamatiku lewat Whatsapp, telepon, sms hingga email.

Kedua, makan mie!

Cake?
Yuuurk!

What? Kue ulang tahun? Enggak?
Enggak! Aku tak suka cake karena aku tak suka makanan yang manis-manis.

Lho, kamu kan Jawa?
Bukannya orang Jawa sukanya yang manis-manis?!

Iya, tapi aku tak suka. Aku malah bisa mengapresiasi budaya makan mie pada hari ulang tahun meski konon budaya itu datang justru dari kaum tionghoa.

Oh ya, dari sekian ratus ucapan selamat yang kuterima, apa yang dibikin lalu diunggah Firman, kawan baikku yang dulu tinggal di Australia tapi kini sudah kembali ke Jogja. Berikut hasil bikinannya.

Risalah Akhir Pekan

Thanks, Man! Ketemu nanti kita di Jogja ya!

Lalu setelah tanggal 20 Desember, guliran hari berjalan begitu cepat untuk mengawal semangat kerja yang semakin lambat. Orang-orang sudah semakin nggak niat kerja, semakin santai, hari-harinya lebih disibukkan dengan pesta Natal di sana-sini.

Tapi meski demikian, Jumat lalu, hari terakhir kerja di tahun ini, aku menggelar presentasi besar di hadapan klien dan rekan kerja terkait desain dan user story/flow yang aku susun untuk rencana kerja bulan Januari.

Wuih, niat banget presentasi di hari terakhir sebelum liburan? Hehehe, ini bagian dari strategi, you know!!!

Setidaknya aku diuntungkan dua hal.
Pertama, klien dan rekan kerjaku akan sangat mengapresiasiku yang masih kerja optimal hingga hari terakhir.

Kedua, mood mereka, klien dan rekan kerja, tentu sedang bagus-bagusnya karena besok sudah libur Natal. Jadi, peluang untuk mereka menolak hasil kerja itu jauh mengecil.

Ide yang brilian, bukan? Dan hasilnya memang seperti yang kuperhitungkan. Disanjung dan pekerjaanku disetujui!

Risalah Akhir Pekan

Natal kami rayakan sejak tanggal 24 Desember pagi. Bersama kawan-kawan lainnya, kami pergi ke Voucluse Bay, sebuah pantai, atau lebih tepatnya dermaga kecil di sisi timur laut kota Sydney.

Voucluse Bay tak sebesar Bondi atau Manly, pantai-pantai mainstream nan ‘metropolis’. Voucluse Bay tersembunyi jadinya amat sepi dan justru disitulah asyiknya.

Kami makan ayam bakar dan nasi goreng yang dibawa masing-masing kawan. Ngobrol ngalor-ngidul, minum wine, menemani anak-anak main air lalu ditutup dengan tukar-menukar kado sebelum pulang.

Malam harinya nonton acara Christmas Carol, pertunjukan lagu-lagu Natal di televisi hingga larut sebelum tidur. Pagi tadi kami merayakan perayaan ekaristi Natal di gereja paroki setempat lalu dilanjutkan dengan makan siang ala Kamboja/Vietnam di Cabramatta.

Hal yang tak kalah menyenangkannya adalah, tepat di hari Natal tadi, akhirnya aku mendapatkan slot/jadwal untuk bermain musik di gereja paroki setempat.

Aku memang berencana untuk sedikit menarik diri dari pelayanan ke Catholic Indonesian Community (CIC) tahun depan dan fokus ke pelayanan di gereja paroki lokal.

Bukan karena masalah atau apapun yang timbul di dalam tubuh komunitas CIC, tapi keputusanku lahir lebih pada prinsipku dalam melayani. Aku melayani ke tempat yang perlu untuk dilayani dan dibantu. Gereja lokal dekat rumah perlu pemain musik karena amat sedikit yang selama ini melayani di sana. Kadang malah ada perayaan yang tak diiringi musik sama sekali!

Semakin hari aku semakin sadar bahwa itulah inti pelayanan, bukannya malah mencari tempat yang bisa membantu menaikkan popularitas kita di sana karena kepiawaian kita dalam bermusik. Bukan seperti itu kawan…

Selamat memasuki minggu yang baru, minggu terakhir di tahun 2016 ini!

Dipublikasikan pada Hari Natal, pada pesta nama Santa Anastasia, Martir.

Risalah Akhir Pekan

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.