Risalah Akhir Pekan LII/2017

31 Des 2017 | Risalah Akhir Pekan

Minggu yang menyenangkan karena Natal ada di dalamnya ini harus segera diakhiri! Aku menikmatinya secara khidmat dan membahagiakan. Tanggal 25 Desember aku pelayanan musik di misa Natal jam 10 pagi di gereja paroki lokal. Setelah sekian lama tak bermain bersama mereka, membawakan lagu-lagu Natal yang ceria itu menghangatkan hati dan mencerahkan hari.

Sepulangnya dari sana, bersama keluarga, aku pergi makan. Mencari restaurant yang tetap buka pada hari Natal tidaklah mudah karena hampir sebagian besar pusat perbelanjaan dan restaurant tutup sehari penuh. Pemandangannya mungkin sama dengan pemandangan Idul Fitri di Indonesia dimana banyak toko dan restaurant memilih tutup untuk merayakan hari raya bersama keluarga.

Setelah menemukan tempat makan dan makan kenyang, kami pulang beristirahat. Malam harinya, keluar makan malam bersama keluarga seorang kawan dekat yang datang dari Melbourne.

Bertemu keluarga kawan dekat yang datang dari Melbourne

Bertemu keluarga kawan dekat yang datang dari Melbourne

Hari berikutnya, 26 Desember aku dan keluarga bergabung bersama lebih dari dua ribu orang Katolik Indonesia di Sydney ikut dalam perayaan misa Natal meriah di St Mary?s Cathedral di Sydney. Hadir pula Duta Besar Indonesia untuk Australia yang baru, Yohanes K.S Legowo beserta ibu yang juga adalah pemeluk Katolik yang taat.

Misa Natal CIC di Cathedral

Misa Natal CIC di Cathedral

Misa yang sekaligus digunakan sebagai perayaan 25 tahun ulang tahun Catholic Indonesia Community (CIC) itu menghadirkan seorang uskup dan beberapa pastor termasuk pastor-pastor Indonesia yang bertugas di Australia. ?Pawai tradisi dan budaya? ala Indonesia mulai dalam bentuk lagu dan tari-tarian juga hadir memeriahkan suasana dan membuat seolah kita sedang berada di Tanah Air saja!

Ketemu Mas Agus Tandany (JB 1986) saat misa di Katedral

Ketemu Mas Agus Tandany (JB 1986) saat misa di Katedral

Selesai misa yang berjalan lebih kurang dua jam itu, umat diajak untuk hadir ke pesta Natal di Hurstville, sekitar 45 menit jauhnya dari Sydney. Pesta gratisan (termasuk makan malam) yang dibatasi untuk seribu umat itu berlangsung begitu meriah, menghadirkan banyak pertunjukan musik dari komunitas-komunitas di bawah payung CIC Sydney termasuk bintang tamu seorang penyanyi asal Indonesia, Henny Purwonegoro.

Suasana Pesta Natal CIC

Suasana Pesta Natal CIC

Melalui tulisan ini, aku harus menyaluti kerja panitia yang luar biasa. Usaha mereka untuk menghadirkan rangkaian acara kemarin tentu tak mudah, perlu persiapan panjang dan melelahkan. Namun melihat suksesnya acara, semoga mereka terhibur dan aku bukan satu-satunya orang yang memberikan ucapan selamat atas kerja keras dan berterima kasih untuk acara yang menyenangkan lagi mengesankan itu.

Bagaimana acara Natalan kalian di Indonesia?

Aku tak terlalu mengikuti jalannya pemberitaan perayaan di Indonesia tapi yang kudengar ada dua hal yang mengemuka.

Pertama soal kedatangan Anies Baswedan ke misa Malam Natal di Katedral (baca berita di sini) . Ada beberapa pihak yang menyayangkan kenapa ia datang saat misa diadakan. Tapi surat yang dikeluarkan Keuskupan Agung Jakarta sangat melegakan. (baca beritanya di sini)

Anies Baswedan datang ke Katedral

Anies Baswedan datang ke Katedral

Bagiku, selama Keuskupan Agung Jakarta tak keberatan ya tak jadi soal karena keputusan di Gereja ya datang dari uskupnya. Lagipula? come on, santai aja bro and sis? Masih beruntung kita didatangi pejabat publik daripada tidak sama sekali? Semoga keberatan dari beberapa pihak itu tidak terbaca oleh ‘pihak sebelah sana’ sebagai ketidakbisaan kita untuk move on dari pilkada DKI Jakarta yang lalu ya.

Surat pernyataan Keuskupan Agung Jakarta

Surat pernyataan Keuskupan Agung Jakarta

Lalu yang kedua adalah soal adanya beberapa orang dari kaum pemeluk agama lain yang tidak memberikan ucapan Selamat Natal karena menurut mereka, ajaran agamanya tidak mengijinkan yang demikian.

Aku dulu pernah berada di posisi yang merasakan hal yang sama, ?Kenapa mereka tak menyelamatiku padahal saat mereka merayakan hari raya kita pun mengucapkan selamat hari raya!??

Tapi semakin kemari, harusnya kita sadari bahwa kalau memang adanya seperti itu ya sudah jangan diapa-apain lagi. Anggap saja dengan membiarkan mereka tak menyelamati kita membuat ibadah mereka lebih lancar, bukankah hal ini merupakan kebaikan untuk kita semua?

Lagipula, apa ucapan Natal yang mereka berikan itu mampu menggantikan kehangatan kasih dan cinta yang dicurahkan Tuhan dari istimewa itu?

Kamu sendiri yang jawab ya!

Selamat Tahun Baru 2018! Semoga di tahun yang baru kita semua tetap memperoleh berkat dan hikmat kebijaksanaan dari Tuhan!

Dipublikasikan pada hari Pesta Keluarga Kudus Nazareth, pada peringatan Santa Melania, Martir, Santo Silverster, Uskup.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.