Risalah Akhir Pekan II/2017

9 Jan 2017 | Risalah Akhir Pekan

Hal-hal baru itu menyenangkan.

Kawan baru.
Pacar baru.
Istri baru.
Mobil baru…handphone, laptop, ipad dan lain-lain yang baru, semua menyenangkan.

Setelah tujuh tahun tinggal di Epping dan hampir sebulan sekali datang untuk ikut perayaan ekaristi di gereja paroki setempat (minggu-minggu sisanya aku biasa ikut perayaan ekaristi di gereja-gereja yang menggelar perayaan berbahasa Indonesia) akhirnya aku memutuskan untuk ikut pelayanan musik di sana.

Bukan sebuah keputusan besar karena memang sudah seharusnya aku berada di sana karena bagiku konsep pelayanan itu harus dimulai dari lingkungan terdekat bukan yang terjauh.

Meski secara ‘kualitas musik’, jika harus dibandingkan, mereka tak ada apa-apanya dengan pemusik-pemusik dan penyanyi dari gereja-gereja Indonesia, tapi minggu malam aku membuktikan bahwa aku sendiri yang tak ada apa-apanya di hadapan mereka hahaha!

Mungkin karena aku terlampau menyepelekan. Seminggu lalu mereka mengirimi notasi lagu, hanya kubaca lalu kubayangkan, “Ah, gampang!” tapi saat perayaan, istriku yang menonton tak jauh dari tempatku bermain, di akhir perayaan pun bilang, “Gitarmu kok nggak ada suaranya tadi?

Risalah Akhir Pekan

‘Kawan sepelayanan’, gitar Gibson J-35

Aku hanya senyam-senyum saja. Suara gitar memang sengaja kukecilkan karena ternyata gak gampang! Aku mencoba mencari alasan dan sungguhpun alasan-alasan itu benar adanya (mulai dari ketiadaan monitor speaker hingga cara main pemain organ (organ ya bukan keyboard) yang old school dan susah untuk ‘disisipi’ petikanku ) tapi tetap saja karena bukankah kehandalan seorang musisi itu tidak dilihat dari rekam jejaknya saja tapi juga dari sejauh mana ia mampu bermain dan beradaptasi dalam situasi dan kondisi yang seperti apapun…

Belum lagi bagaimana mereka berlapang dada menerima musisi ecek-ecek sepertiku. Tak ada satupun dari mereka yang tak memujiku dan kutahu pujian itu tulus dan hal ini membuatku jadi makin tak enak bodi, “Main kacau gitu dibilang bagus…”

Tapi aku bersyukur. Aku menganggap kemarin adalah pengalaman pertama yang mendebarkan tapi sekaligus mengesankan. Ada banyak orang-orang baru yang kukenal dan ini yang paling penting: mengerjakan hal yang menyenangkan dengan intensi yang semoga memang hanya untuk Tuhan!

Risalah Akhir Pekan

Beli instrument microphone baru, Sennheiser e609!

Risalah Akhir Pekan

Pedal board!

Bukannya dipas-pasin juga, tapi pelayanan pertamaku kemarin berlangsung tepat pada saat Gereja memperingati Hari Raya Penampakan Tuhan atau yang biasa disebut sebagai Epiphany dan sehari sebelumnya, aku secara resmi meletakkan jabatan sebagai wakil ketua Persekutuan Doa Kharismatik Katolik Epiphany setelah dua tahun berdiam di sana.

Setelah segala hal yang terjadi beberapa waktu belakangan dan setelah setahun merenung tentang apa yang bisa kuperbuat untuk kemuliaan Tuhan, pada akhinya aku memang memutuskan untuk lebih fokus pada pelayanan musik dan menulis (di blog ini melalui Kabar Baik) dan melepaskan diri dari pelayanan di bidang organisasi.

Nah kalau yang ini bukan keputusan mudah sebenarnya. Sejak awal tahun 2000an aku sudah aktif dalam pelayanan organisasi dalam lingkup gereja dan pada akhirnya aku harus mengakui bahwa diri ini bukanlah seorang pemimpin yang baik. Aku mungkin termasuk pemimpin yang tanggap terhadap kemajuan jaman, berinovasi dan fokus pada membesarkan perkumpulan, tapi aku merasa tak bisa mengayomi dan mengerti kemauan serta nature dari para anggota. Sadar diri, akupun menyudahi perjalanan panjang ini dan beralih ke hal-hal yang justru sebenarnya esensial dan muncul dari talenta/bakat yang diberikan Tuhan kepadaku: menulis dan musik.

Dalam hal pekerjaan, aku masuk kerja mulai Selasa, 3 Januari 2017 yang lalu dan ritme pekerjaan masih cukup lambat di sana-sini. Berbagai rencana yang akan dikerjakan tidak diagendakan minggu lalu tapi minggu depan. Waktu yang cukup luang itu kupakai untuk melakukan beberapa pembenahan dan mematangkan rencana kerja bersama Teddy Wintoko untuk dokudoku.id.

Sebentar lagi kami, dokudoku.id, akan merilis produk yang semoga bisa diterima masyarakat sehingga roda perusahaan bisa terminyaki dan makin kencang laju jalannya. Doakan saja!

Selamat menjalani minggu yang baru, Tuhan memberkati kita semua!

Dipublikasikan pada Hari Raya Epifani/Hari Raya Penampakan Tuhan pada pesta nama Santo Severinus (Paus), Santo Lusianus Beauvais (Martir), Apolinaris dari Hieropolis, Santo Apollinaris (martir)

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.