Risalah Akhir Pekan XIV/2015

5 Apr 2015 | Cetusan, Risalah Akhir Pekan

blog_paskah

Dalam hal pekerjaan, ada banyak yang seharusnya bisa terselesaikan minggu kemarin. Tapi holiday mood yang melingkupi membuat semuanya harus tersendat. Banyak yang akhirnya harus dipending minggu depan dan akupun mau-tak-mau terjalari mood itu, membuatku mengamini apa yang mereka imani, ?Don?t be panic, Mate! We?ll do it after Easter break!?

Ya, Easter break datang!
Libur Paskah yang lamanya empat hari di sini, Jumat – Sabtu – Minggu dan Senin untuk kemudian kembali masuk hari Selasanya. Tak selama libur dan riuh rendahnya libur Natal dan Tahun baru memang, tapi bagiku Paskah tetap sesuatu yang lebih dramatik. Ada syahdu, gamang tapi sekaligus ungkapan syukur yang tak terhingga.

Paskah menyoal pengorbanan Yesus, sesuatu yang menjadi poros hidup Kristiani dari awal hingga selama-lamanya.

Meski Paskah hanya bicara soal satu hal yang tak pernah berubah, tapi nyatanya pengalaman hidup menuliskan pengalaman-pengalaman yang berbeda dari paskah yang satu ke paskah yang berikutnya.

Waktu kecil dulu, Paskah adalah membawa celengan ayam jago ke gereja penuh uang receh untuk diserahkan dan digunakan bagi yang papa setelah sebulan sebelumnya kuisi setiap hari selama Masa Pra Paskah. APP, Aksi Puasa Pembangunan istilahnya.

Waktu remaja, Paskah adalah kesempatan untuk lebih sering punya alasan “Mau ketemu dan jemput ****, Bu! Mau ke Gereja!? kepada kepala asrama sekolah ?Mbak Pacar? karena dalam seminggu terakhir masa Pra Paskah orang Katholik wajib ke misa Minggu Palma, misa Kamis Putih, Jalan Salib Jumat Agung Pagi, Peringatan Wafat Yesus, Jumat Agung Sore, Sabtu Paskah dan Minggu Paskah!

Waktu awal-awal dewasa dan sudah tidak terlalu labil, Pra Paskah adalah masa untuk berpuasa dan pantang. Saking semangatnya, setiap kawan kutanya, ?Kamu puasa nggak? Pantang nggak? Kalau belum, puasa dan pantang dong!? dan kawan-kawan yang kupapari pertanyaan seperti itu hanya tersenyum kecut. Mungkin juga jengah!

Pra Paskah sekarang-sekarang ini adalah masa berat untuk selalu ingat bahwa ini adalah masa Pra Paskah, masanya untuk pantang dan puasa! Ada saja alasan untuk tak melakukan keduanya.. entah itu nggak bisa nahan lapar, takut darah rendah kalau nggak makan daging, sampai alasan yang paling ?reasonable?… khilaf!

Tapi seberat-beratnya masa Pra Paskah tahun ini dan begitu banyak bolong-bolong yang tak kusumpal dengan kewajibanku berpantang dan puasa, aku mencoba menutup masa tersebut dengan sesuatu yang semoga ?manis?.

Awalnya adalah aku diminta untuk mengisi acara renungan di Persekutuan Doa Epiphany bulan Maret silam. Biasanya, setelah aku membawakan acara renungan seperti itu, materi renungan akan kuunggah langsung untuk bisa didownload peserta acara yang mungkin ingin mengumpulkan materi yang kusampaikan.

Tapi pada acara silam, setelah membawakan materi, malamnya aku langsung packing karena keesokan paginya aku harus pulang ke Indonesia untuk menjenguk Mama.

Sebagai gantinya, aku lantas menampilkan tujuh tulisan dalam tagar Tujuh Pesan Terakhir yang materinya kutulis ulang selama aku berada di Indonesia.

Berikut adalah daftar lengkapnya:

  1. Tak tahu yang diperbuat?
  2. Setiakah kita pada derita?
  3. Ibu Kita Maria
  4. Tuhan yang berbela rasa
  5. Kenapa hanya anggur asam?
  6. Ia tidak hadir sebagai pengecut!
  7. Taat sampai mati di salib

Feedback yang kuterima dari kawan-kawan sejauh ini baik meski ada yang nadanya agak bikin telingaku, kalau istilah jawanya, ?Mak sengkring!?

Simple sebenarnya, hanya begini, ?Tumben religius amat, Don?!??Hahahaha, harus kujawab gimana?

Tapi karena aku berkewajiban untuk menjawab keter-maksengkring-an tadi, maka pesan itu kubalas, ?Bagusan begitu kan? Ketimbang makin tua makin kayak ABG kelakuannya? Lebih nggak enak diliat yang mana?? Lalu pesan itu tak terbalas?

Jadi, Selamat Paskah bagi kalian semua tanpa terkecuali!?Aku tak terlalu suka untuk mengucapkan ?Selamat Paskah bagi yang merayakan? karena itu seperti memberikan pagar bagi Yesus. Padahal penebusanNya di kayu salib adalah untuk seluruh dosa manusia tak terkecuali agama dan keyakinannya. Yesusku itu Yesusmu; adalah Yesus kita semua!

Dipublikasikan pada Hari Raya Paskah

Sebarluaskan!

2 Komentar

  1. Selamat Paskah dab :)

    Balas
    • Selamat Paskah dan selamat menyiapkan pernikahan, Mas Bro. Aku seneng banget jodohmu seiman :)

      Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.