Aku bukan guru meski kemarin ada yang tega bertanya padaku, “Mas, Anda kok ngeblognya bisa awet dan stabil tho? Minta tolong diajari tips dan triknya dong!” Aku juga tak lantas menganggap si penanya itu sebagai muridku, karena aku tak digaji untuk mengajar kepadanya dan sekali lagi, aku bukanlah guru.
Jadi, ini hanyalah rekaman tentang apa yang kupercaya bisa membuat daya blog kita meningkat dan konsisten :)
Semoga kalian bisa memakainya, kalaupun tidak, catatan ini akan kupergunakan sebagai sebuah usahaku melawan lupa, itu saja.
Pahami Mood
Penulis-penulis tangguh biasanya bilang “Persetan dengan mood, nulis adalah nulis!”
Tapi karena aku belum setangguh mereka, maka bagiku, “Mood bisa menjadi setan! Hati-hati dengannya!”
Ketika mood bagus, aku bisa menulis 5 – 10 draft tulisan per hari tapi ketika mood jelek, lebih dari 10 hari… dan tak satupun draft terselesaikan.
Oleh karenanya, pahamilah mood. Ketika mood sedang bagus, jangan berhenti untuk menulis; tulislah sebanyak-banyaknya hingga mood buruk menghampiri.
Ketika mood buruk benar-benar datang, jangan ragu untuk berhenti menulis sementara, lakukan kegiatan-kegiatan lain untuk mengembalikan mood.
Realistis saja, berjuang mengatasi mood memang tak mudah!
Jangan gegabah!
Atur Jadwal Publikasi
Bagiku, jadwal mempublikasikan tulisan sebaiknya tidak disamakan dan disebandingkan dengan jumlah tulisan kita.
Artinya, bukan berarti kalau kita punya 10 tulisan dalam hari ini maka semuanya harus terpublikasi pada hari yang sama karena kalau sebaliknya yang terjadi, 10 hari tanpa ada satupun tulisan, maka akan sangat buruk kalau selama itu pula blog kita tak terupdate, bukan?
Mengenai yang satu ini, aku memilih mengatur jadwal seringan mungkin, tidak boleh terlalu kendor tapi juga tidak membebani karena sekali lagi, blog adalah hobi bukan pekerjaan utama.
Blog yang kalian baca ini mempunyai jadwal publikasi untuk setidaknya setiap Rabu dan Sabtu. Jadi, sebanyak apapun tabungan tulisanku, semua akan terpublikasi dalam dua kali seminggu, semoga tidak lebih dan tidak boleh kurang.
Pengaturan jadwal akan membuat tabungan tulisan kita awet dan ketika bad mood tiba, kita bisa tetap tenang dengan tabungan tulisan yang masih ada sejak good mood sebelumnya :)
Menulis Bagus vs Menulis Tak Bagus
Tak ada yang tak ingin menulis bagus, tapi bagus atau tidak menurutku bukanlah hal yang harus kita kejar secara membabi buta.
Semua butuh proses bahkan orang belajar naik sepeda pun butuh jatuh-jatuh lebih dulu sebelum akhirnya bisa bersepeda.
Jadi, jangan sampai alasan “Takut menulis nggak bisa bagus” menjadi kendala untuk blogmu tidak ter-update dengan baik :)
Kulik Ide Baru
Jangan bilang ngga ada ide kalau kamu masih bisa mikir sesimple aku, begini:
- Kenapa semut hitam warnanya?
- Kenapa kalau pagi kita selalu ingin buang air besar?
- Kenapa rambut tumbuh di kepala dan bukan di alas kaki?
Siapa bilang ide sesimple itu tidak bisa dijadikan ide untuk menulis di blog?
Bahas dalam pola pikirmu sendiri, tuliskan dalam dua atau tiga paragraf dan tampilkan… jadilah postingan! Thats it!
Manfaatkan Alat
Menulis membutuhkan alat!
Meski itu adalah otak, hakikatnya tetaplah alat! :)
Seperti kata Pak Ersis, simpan tulisan, tulis dia di dalam otak lalu jabarkan dalam media secepat mungkin.
Kalau kalian punya Blackberry atau handphone lainnya, bagus! Tuliskan tulisan dalam aplikasi menulis yang ada di dalamnya.
Kalau kalian punya komputer ataupun notebook, even better! Tuliskan tulisan dalam aplikasi-aplikasi word proccessor atau kalau terkoneksi internet, simpan saja di space penyedia jasa penyimpan data online seperti GoogleDocs, misalnya.
Konsentrasi pada satu blog.
Ini bukan berniat membatasi, karena pada kenyataannya sekarang banyak blogger yang mengelola blog lebih dari satu dan itu bagus!
Tapi seberapa besar energi yang tersisa untuk melakukan semuanya? Itu tergantung…
Saranku, berkonsentrasi pada satu blog lebih bagus ketimbang memelihara 2 atau 3 blog kalau tak terlalu penting dan malah terbengkalai semuanya.
Seimbangkan waktu untuk blog dengan social media network lainnya.
Godaan social media network seperti Facebook, Twitter, MySpace dan lain sebagainya memang melenakan.
Mereka menawarkan hal yang tak mudah kita raih dengan blog kita sendiri yaitu broadcasting yang luas dan cepat dan sifatnya yang komunal. Ingin ngetop di Facebook dan Twitter itu jauh lebih mudah ketimbang menuliskan sensasi di blog, bukan?
Jadi bagaimana?
Ya, sebenarnya terserah… Ada teman yang berujar, “Aduh jadi males ngeblog ah.. enakan FB” ya monggo, tapi bagiku blog adalah tetap “media utama” untuk eksis, sedangkan Facebook, Twitter dan lainnya adalah “media lain-lain” yang harusnya justru bisa menjadi corong dan penunjang bagi eksistensi blog kita, bukan sebaliknya.
Membacalah
Ya, membacalah dan niscaya sense menulis kamu akan bangkit. Ini adalah tips yang banyak dibilang senior-seniorku dalam menulis.
Awalnya aku tak percaya, tapi setelah melakukannya, hal ini terbukti, dengan membaca kita bisa menulis dan bukan sebaliknya. :)
Tinggalkan Balasan