R U OK?

19 Sep 2017 | Kabar Baik

Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
(Lukas 7:13)

Hari ini Tuhan Yesus mengasihani seorang janda yang anak tunggalnya mati. Ia membangunkan anak itu dari kematian.

Kabar Baik ini membuatku merenung bukan tentang seberapa besar belas kasihNya yang sudah diberikan kepadaku, tapi seberapa besar porsi hidup ini sudah kujadikan sebagai sebagai tanda bagi sesama bahwa Tuhan mengasihi mereka?

Adalah Gavin Larkin, seorang praktisi bidang periklanan Australia yang mengepalai sebuah organisasi non-profit bernama ‘R U OK?’ (dibaca Are you OK?). Organisasi yang berdiri tahun 2009 itu bertujuan untuk membantu mencegah tindakan bunuh diri mengingat tingginya angka bunuh diri di negara ini (menurut badan statistika Australia, ABS, pada 2010 ada 2361 kasus bunuh diri).

Salah satu hal yang dilakukan Gavin adalah mempopulerkan ‘R U OK’ day, atau hari dimana kita diajak untuk bertanya ‘Are you OK?’ ke anggota keluarga, teman dan kolega. Sebuah pertanyaan yang amat sederhana tapi membawa begitu banyak perubahan dalam hidup yang ditanya. Hari ‘R U OK?’ lantas diperingati secara nasional pada hari kamis kedua di bulan September setiap tahunnya.

Secara sederhana, melalui video yang diproduksi di atas, kita diajari bagaimana peduli pada sesama terutama mereka yang kita rasa mengalami stress serta depresi atau bahkan yang kita yakin sedang tidak mengalami ‘hari baik’ dengan empat langkah yaitu:

  1. Bertanya ‘Are you ok?’
  2. Menjadi pendengar yang baik.
  3. Mengajak untuk bertindak untuk mengatasi persoalannya.
  4. Follow up atau menindaklanjuti untuk lebih peduli sehingga ‘Are you OK’ day tak hanya sehari dalam setahun tapi setiap hari.

Ternyata, menjadi tanda belas kasihNya kepada sesama itu nggak repot sama sekali ya! Tidak melalui bagaimana cara membangunkan orang mati atau memindahkan gunung tapi cukup dengan hal yang mungkin sekecil biji sesawi dengan bertanya pada kawan, saudara dan keluarga, “Are you ok? Kamu baik-baik saja?”

Sydney, 19 September 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.