Presiden paguyuban alumni (6): Punya waktu!

31 Jan 2019 | Cetusan

?Aku memilih Mas D**** V****** karena ia punya waktu!? Begitu tulis seorang anonymous di survey yang membahas siapa yang akan jadi presiden paguyuban selanjutnya.

Hal itu membuatku bertanya, sesibuk apa sih kerja seorang presiden paguyuban hingga ada beberapa orang yang memilih semata karena ia harus ?punya waktu??

Kerja seorang presiden paguyuban menurutku tak boleh terlalu sibuk. Kenapa? Karena ia presiden paguyuban, bukan presiden direktur perusahaan apalagi presiden sebuah negara!

Kesibukan presiden paguyuban yang menuntut kesibukan alumni

Kesibukan presiden paguyuban menuntut kesibukan alumni yang lainnya?

Jika iya, maka sebaiknya tidak usah terlalu sibuk karena tak semua orang punya persepsi yang sama tentang waktu dan cara menghabiskannya. Ada alumni yang saking sibuknya nggak mau ngumpul dengan alumni lain sepanjang waktu. Tapi ada pula alumni yang bahkan saat jam kerja terus-menerus memikirkan tentang De Britto, De Britto dan De Britto melulu!

Kesibukan presiden paguyuban yang tak menuntut kesibukan alumni

?Nggak kok! Aku gak menuntut alumni-alumni sibuk. Sibuk itu berat, biar aku saja!?

Waduh, kalau memang seorang presiden paguyuban sibuk sekali dan tak mau ada alumni yang ikutan sibuk, kira-kira sibuknya untuk apa? Jangan-jangan untuk kepentingan dirinya sendiri dan mendompleng nama paguyuban serta almamater?

Seorang presiden paguyuban, ketika dilantik bisa membuat jadwal kesibukannya sesuka hati dan sendiri-sendiri. Mau bikin kegiatan yang banyak atau sedikit ya monggo saja. Kenapa? Mau banyak, mau sedikit, yang namanya mulut nyinyir itu pasti ada saja kok!

Tapi menurut hematku, lebih baik yang sedang-sedang saja, lebih baik lagi kalau dibikin minimalis.

Seminar?
Sejatinya tidak perlu kalau memang tidak mampu!

Beasiswa siswa dan guru?
Idem di atas, sejatinya tidak perlu kalau memang tidak mampu!

Kumpul-kumpul alumni?
Perlu, tapi seperlunya saja. Terlalu jarang ngumpul dikira musuhan, terlalu sering ngumpul nanti banyak orang bilang kita gak bisa move on dari ?De Britto?.

Kunjungan ke chapter-chapter?
Sejatinya tidak perlu juga. Kecuali kalau misalnya pas ada acara kerja di sebuah tempat lalu si presiden menghubungi pengurus chapter untuk bertemu kalau ada waktu ya silakan saja.

Kampanye politik?
Tidak perlu dan jangan sama sekali! Penjelasan untuk ini ada di sini. Kecuali si presiden memang tokoh politik yang mau nyaleg? Itupun bisa dibaca di sini.

Kalaupun ada yang tetap perlu ada dan dijaga untuk terus-menerus ada, menurutku hanyalah MPK.

Manuk Pulang Kandang (MPK), acara ini digagas sejak lebih dari 18 tahun yang lalu dan diadakan pada sekitar Hari Natal tiap tahunnya. MPK adalah wadah yang asyik, sudah menjadi tradisi ?reuni akbar? tempat kita menuntaskan rindu dan mengaktualkan makna guyub seguyub-guyubnya.

Bayangkan jika seorang presiden paguyuban hanya punya kewajiban untuk memastikan bahwa MPK tahun berikutnya berlangsung lancar, bukankah ia akan menjalankan tugasnya dengan bahagia dan berapa banyak orang tertarik untuk mendukungnya secara bahagia pula? Tak ada intrik, gosip dan kekepoan seorang Donny Verdian yang membuat survey seperti sekarang ini hehehe?

Mari ramaikan survey bertajuk  ?Siapa Presiden Alumni Selanjutnya? yang akan kubuka sampai sehari menjelang Hari Pesta Nama Santo Yohanes De Britto, 4 Februari 2019 mendatang!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.