Presiden dan hidup yang lebih baik

27 Sep 2018 | Cetusan

Siang tadi aku pergi ke Pondok Indah Mall III untuk menyantap makanan kesukaan sop buntut Hotel Borobudur yang kesohor itu!

Selesai makan, karena perut sedang tidak terlalu bersahabat dengan makanan, aku lari ke toilet untuk buang air besar. Ngendon kurang lebih lima belas menit, aku lantas beranjak dari kamar kecil menuju ke wastafel untuk cuci tangan.

Di sebelahku ada seorang mas-mas. Usianya kutaksir sekitar 25 tahunan dengan perawakan tubuhnya berotot kencang. Rupanya ia baru saja selesai bertugas, melepas pakaian dinas, melipat, memasukkan ke dalam tas dan mengenakan kaos. Kaos yang ia kenakan itulah yang menarik perhatian dan memantik ideku untuk akhirnya lahir tulisan ini.

Kaos hitam bergambar Prabowo Subianto, mantan menantu penguasa rejim Orde Baru yang juga adalah calon presiden 2019 mendatang. Di bawahnya ada tulisan besar-besar, #2019PrabowoPresiden.

Dasar kepo, aku nekad bertanya, ?Kaosnya bagus, Mas! Baru??

Ia sempat kaget tapi lantas membalas dengan santun, ?Iya, Mas. Baru dianter sama temen??

?Beli??
?Beli.?

Dadanya membusung, tampak Ia begitu bangga mengenakan kaos itu. Waktu kulirik sekali lagi, ia berkata, ?Untuk hidup yang lebih baik, Pak!?

Aku tersenyum, manggut-manggut.

asu
asu

Apa kaitannya presiden, siapapun yang nantinya terpilih dengan hidup yang lebih baik??

Hidup siapa? Lebih baiknya seberapa?

Sebaik-baiknya presiden, yang hidupnya berubah lebih baik mula-mula ya presiden itu sendiri, kemudian orang-orang di sekitarnya.

Tapi kita? Mereka? Mas-mas itu? Adakah hidup jadi lebih baik dengan pemilihan presiden?

Atau barangkali yang lebih baik adalah Indonesia? Ok! Tapi Indonesia itu siapa?

Kita! Kita?
Ada lebih dari 250 juta warga negara Indonesia yang bisa masuk dalam ?kategori? Indonesia, ada berapa banyak kebaikan yang sanggup dibagikan kepada sebanyak orang itu?

Aku percaya hidup yang lebih baik itu mula-mula adalah tanggung jawab kita sendiri, bukan presiden, bukan menteri, gubernur bahkan orang tua pun juga tidak!

Bekerja dengan baik, baik terhadap sesama barangkali adalah dua prasyarat utama untuk mendefinisikan ?hidup yang lebih baik?. Oh ya, satu lagi, yang lebih ke spiritual reason, bersyukur! Bersyukur atas hidup yang didapat adalah obat untuk membuat hidup jadi lebih baik.

Aku tak tahu seburuk apa hidup si mas tadi dan aku juga tak tahu peningkatan kebaikan sebesar apa yang diharapkannya dengan presiden yang baru. Tapi doaku semoga ia tak sakit hati nantinya. Bukan karena jagoannya nggak bakal menang tapi karena menang-nggak-menang, hidup lebih baik itu ya harus diusahakan sendiri.

Saat hendak membuka pintu, tiba-tiba mas tadi menoleh ke arahku. ?Mas-nya mau beli kaosnya juga??

Aku menggeleng.

?Oh, Mas bukan pendukung Pak Prabowo, ya?? Aku gelagapan tapi buru-buru menjawab, ?Dukung dong, Mas! Kalau nggak dukung mana berani tanya-tanya tadi, Bro??

Ia tersenyum manggut-manggut, lalu pergi. Mas tadi barusan kubohongi. Dikiranya kampret padahal andai ia tahu, aku sejatinya adalah seekor cebi, hihihi…

Jakarta, 27 September 2018

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. Hi Dab,

    Dirimu lagi di indonesia? Wis balik Jogja ? Ngopi yuk

    Sesama Cebi
    :)

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.