Pete

24 Jun 2013 | 150 kata, Cetusan

Baginda Raja diraja pernah berkata bahwa apa yang masuk ke dalam tubuhmu adalah tidak lebih penting dari apa yang keluar dari mulut dan sikap hidupmu.

Lalu banyak dari kalangan kita menggunakan itu sebagai tameng pelindung bahwa sejatinya makan daging apapun termasuk babi tak mengapa meski leluhur Israel sebenarnya justru sangat mengharamkannya.?Tapi mari menyelami apa yang ?menghampiriku? kemarin pagi saat aku menggosok gigi.

Pete.
Suka pete tapi tak suka ketika sesama kita yang sama-sama suka pete bernafas sebau dengan aroma pete adalah hal yang lumrah, biasa.

Pada kenyataan itulah perkataan Sang Baginda tadi kusandarkan. Pete yang masuk ke mulutmu tak kan menjadi masalah tapi ketika abab yang kau keluarkan daripadanya membuat sesamamu merintih dan menyumpahimu… ya jangan makan pete lagi.

Simple, eh?

Sebarluaskan!

10 Komentar

  1. suka pete, risikonya harus rajin gosok gigi mas

    Balas
  2. pandhito nyabdo: sing kharom kui sejatine tumindakmu sing culiko marang liyo

    Balas
    • Apik iki. Salam!

      Balas
  3. Pendek dan jelas tulisannya… setuju sama koh chin diriku….

    Balas
  4. pete enak kok,,gak bisa kalau harus menghindarinya hehehe…

    Balas
  5. Sama seperti mereka yang sama-2 menerima gratifikasi. Menerima mau, makan uangnya mau, tapi tidak ingin bila ketahuan habis terima gratifikasi.
    Makan pete mau tapi ga mau orang lain tahu. Lol.

    Balas
  6. wah aku anti pete :D dan untungnya belum pernah harus menciumi pete yang keluar dari orang lain :D

    Balas
  7. Saya tak suka pete Don……
    Dan semoga tak mencium bau pete dari orang lain.

    Balas
    • Hehehe jangan-jangan Ibu belum pernah dan belum kenal bau pete ya? :)

      Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.