Pernahkah kita tak mengenali Tuhan?

6 Apr 2018 | Kabar Baik

Yesus menampakkan diri di tepi Danau Tiberias. Awalnya tak ada yang memperhatikan atau barangkali para murid sibuk mencari ikan.

Bahkan saat Yesus bertanya, “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk??, mereka pun menjawab, ?Tidak ada!? dengan nada biasa tanpa sadar yang diajak bicara sebenarnya Gurunya, Tuhannya. (Yohanes 21:5).

Yesus ?mencari cara?.
Tahu bahwa tak ada ikan yang didapat, Ia menyuruh para murid untuk menebar jala di sisi kanan perahu. Saking banyaknya ikan terjaring sesudahnya, mereka tak sanggup lagi menariknya ke atas.

Lalu tiba-tiba Yohanes yang membahasakan dirinya sendiri sebagai murid yang dikasihi Yesus (Yohanes 21:7) menyadari bahwa itulah Tuhan. Serta-merta Simon Petrus bereaksi diikuti murid-murid yang lainnya.

Apa yang bisa kita renungi di sini?

Tuhan yang tak dikenal

Yesus tak dikenal hingga Ia membuat mukjizat. Apa yang dilakukan Yesus adalah apa yang pernah Ia lakukan bersama para murid saat Ia belum mati disalib. Bukalah Lukas 5:1 – 7, di sana kamu akan menemukan bagaimana Yesus menyuruh para murid menebarkan jala ke tempat yang lebih dalam setelah semalam-malaman tak mendapatkan ikan.

Setajam Yohanes

Mukjizat itu rupanya diingat betul oleh Yohanes. Ia sadar bahwa orang yang ada di pinggir pantai yang bertanya tentang ada atau tidaknya lauk-pauk ialah Yesus sendiri. Segera ia berseru pada Simon Petrus yang kubayangkan ada di sebelahnya.

Setulus Petrus

Petrus yang telah menyangkal tiga kali sebelum penyaliban Yesus menanggapi seruan Yohanes dengan tindakan. Ia mengenakan baju lalu terjun ke danau. Dalam bayanganku, ia menyempatkan terjun supaya lebih cepat sampai ke daratan dan menjumpaiNya.

Bagaimana mengaktualisasikan Kabar Baik hari ini dalam hidup sehari-hari?

Pernahkah kita merasa tidak lagi mengenal Tuhan? Barangkali kita menganggapNya ada tapi kita kehilangan ?rasa? Nya.

Beribadah? Tak pernah telat!
Berdoa? Kusyuk!
Tapi, adakah kamu mengenaliNya dalam doa-doamu? Dalam ibadah-ibadahmu? Atau jangan-jangan ?gambaran? diriNya tertutup oleh keinginan-keinginan yang ingin kamu utarakan supaya dikabulkanNya?

Mengenali Tuhan bisa seperti yang dikenali Yohanes dalam Kabar Baik hari ini. Mengingat hal-hal yang telah dilakukanNya di masa lalu lalu cerminkan pada masa kini.

Masih sulit juga? Mari semakin terjun ke hal kecil nan kita anggap sepele yaitu bernafas. Kita menganggap nafas sebagai hal yang ?otomatis?. Tapi pernahkah kita berpikir seandainya tiba-tiba pasokan oksigen menghilang dari seluruh bumi? Bukankah seharusnya kita bersyukur untuk nafas dan oksigen yang ?otomatis?? diberikanNya?

Atau siapa pula yang menggerakkan poros bumi ini? Pernahkah berpikir bahwa dalam satu jam, Bumi berputar sejauh 1600km. Pernahkah kamu berpikir jika tiba-tiba ada satu detik dimana putaran itu tiba-tiba tersendat? Bukankah seharusnya kita mensyukuri untuk ?gerakan alam? ini yang berasal dariNya?

Hari ke hari, mari kita semakin bersikap seperti Yohanes yang tak ragu untuk mengkonfirmasi, ?Itu Tuhan!? setiap menyadari kuasa dan kebesaranNya seraya terus menghormati dan menunjukkan ketidakberdayaan dan ketidaklayakan kita di hadapanNya seperti yang dilakukan Petrus yang tulus?

Sydney, 6 April 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.