Perlukah menghadirkan orang-orang Farisi dan ahli Taurat supaya permohonan kita dikabulkanNya?

11 Des 2017 | Kabar Baik

Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu:”Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
(Lukas 5:24)

Kawanku bilang, tiga tahun terakhir ia tak berhenti minta kepada Tuhan supaya diberikan mobil Mercedes Benz yang ia idam-idamkan. ?Tapi Tuhan kayaknya nggak denger deh, Don! Kenapa ya??

?Kerja aja malas dan kamu masih berani minta mobil semewah itu dari Tuhan?? ujarku singkat yang membuat ia terdiam.

Ketika meminta sesuatu dariNya, berinovasilah seperti Si Lumpuh yang tak hanya diampuni dosanya tapi juga disembuhkan olehNya.

Lukas menulis dalam Kabar Baik hari ini bahwa Yesus sedang mengajar di sebuah rumah di desa. NamaNya yang kian dikenal membuat orang-orang dari desa Galilea, Yudea bahkan Yerusalem mendatanginya.

Yang kubayangkan, rumah itu pasti dikerubungi para pendatang tersebut sementara di dalam rumah, selain murid-muridNya, hadir pula kaum Farisi dan ahli Taurat, sosok-sosok yang kerap dikritik dan dikecamNya.?Si Lumpuh datang ingin disembuhkan. Tapi karena keadaan sudah sedemikian ramainya, ia memutar otak bagaimana supaya ia bisa sampai di hadapan Yesus.?Dengan bantuan orang-orang terdekatnya, ia dinaikkan ke atas atap, atap dijebol lalu diturunkanlah Si Lumpuh itu ke hadapan Yesus.?Yesus terkejut hingga Ia pun mengampuni dosa-dosaNya dan membangunkan si lumpuh dari sakitnya.

Kalau Si Lumpuh itu tak melakukan inovasi seperti itu, adakah ia bertemu Yesus? Belum tentu bukan?

Itulah inovasi dalam mengejar dan meminta sesuatu dariNya. Inovasi Si Lumpuh menggambarkan betapa tekadnya luar biasa besar. Tekad yang didorong oleh keinginan untuk sembuh, tekad yang didorong oleh iman yang percaya bahwa Yesus pasti mau menyembuhkannya.

Jadi berinovasilah supaya Tuhan tertarik melihatmu meski jangan sok yakin juga bahwa ketika kamu berinovasi maka permintaanmu pasti dikabulkanNya. Kenapa? Inovasi bertujuan membuat Tuhan tertarik pada usaha kita tapi keputusan untuk mengabulkan tetap ada dalam kuasaNya.

Aku ingin menutup renungan ini dengan sebuah perandaian lain dari kisah menarik ini. Andai saja pada saat pengajaran itu tak ada orang-orang Farisi dan ahli Taurat, meskipun Si Lumpuh diturunkan dari atap, adakah ia tetap disembuhkan dan diampuni dosanya oleh Yesus?

Aku tak tahu dan tak ada yang tahu selain Yesus sendiri bukan? Aku juga tak hendak menyimpulkan karena aku tak ingin dicap sok tahu. Tapi mari perhatikan satu hal, kesembuhan dan pemulihan Si Lumpuh itu membelalakkan mata orang-orang Farisi dan ahli Taurat bahwa Yesus bukan hanya pengajar, bukan pula hanya nabi, Ia adalah Tuhan yang mampu melakukan apapun termasuk menyembuhkan orang lumpuh dan mengampuni dosa seseorang.

?Jadi supaya dikabulkan, kita harus menghadirkan orang-orang Farisi dan ahli Taurat di hadapan kita yang berinovasi kepadaNya, Don??

?Aku tak tahu. Jangan tanya aku. Aku bukan Tuhan??

Sydney, 11 Desember 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.