Perlukah mengembangkan sikap takut akan Tuhan?

5 Jan 2019 | Kabar Baik

Pernahkah kamu mendengar pepatah, ?Apa yang tidak membunuhmu itu menguatkanmu!? Pepatah yang awalnya dipopulerkan Friedrich Nietzsche, filsuf Jerman ternama itu begitu menguatkan. Kita diajak untuk tidak takut terhadap banyak hal, kecuali yang membunuh.

Tapi dalam iman kita terhadap Tuhan, bahkan hal yang membunuh tubuh pun tak boleh ditakuti (lih. Lukas 12:4). Kenapa? Karena Yesus datang untuk menebus dosa sekaligus membuat kematian bukan titik akhir kehidupan! Kematian hanyalah gerbang untuk kita selanjutnya menempuh hidup abadi di Surga nanti!

Lalu apa yang harus kita takuti?
Yesus minta kita takut pada BapaNya karena Bapa lah yang punya kuasa untuk menentukan apakah kita hidup atau mati secara kekal nantinya! (lih. Lukas 12:5).

Jadi, takut pada hal yang membuat kematian tubuh adalah wajar jika dan hanya jika seseorang tak mengenal Yesus! 

Tapi kalau tak salah tahun lalu ketika aku menulis pentingnya takut terhadap Tuhan, beberapa orang yang justru beragama Katolik merasa keberatan, ?Kenapa kita harus takut pada Tuhan? Apakah Tuhan itu menakutkan? Bukankah Ia Raja Kasih, Mas??

Tuhan memang Raja Kasih, Tuhan memang tidak menakutkan selama kita tidak berdosa dan tidak berbuat salah baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan! Tapi sebagai manusia lemah, adakah kita bisa menjamin kita ini tak berdosa dan tak bersalah? Padahal dosa itu menjauhkan kita dariNya!

Tapi Tuhan itu kan Maha Pengampun, Don?!

Benar juga! Tapi apa Dia mengampuni orang yang tak mengaku salah dan berbuat dosa? 

Ibarat tuan rumah, Ia mengundang orang masuk, Ia membuka pintu hingga larut supaya orang-orang masuk ke dalamNya. Tapi kalau kita tak kunjung masuk dan hanya beredar mondar-mandir di pekaranganNya adakah kita akan diselamatkanNya?

Dan ketika waktu telah benar-benar larut dan pintu ditutup, adalah tempat yang lebih layak dari kita selain api neraka nan abadi?

Duh kok menakutkan??
Nah! Takut, kan?

Sydney, 5 Januari 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.