‘Perlu’ Yesus. Perlu?

7 Jul 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini 7 Juli 2017

Matius 9:9 – 13
Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.

Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.

Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.

Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Renungan

Hanya orang sakit yang memerlukan tabib!

Begitu kata Yesus untuk memberi tahu bahwa Ia datang bukan untuk memanggil orang benar melainkan orang berdosa seperti halnya orang sehat tak perlu tabib, bukan?

Jika kamu kuberi waktu lima menit untuk berpikir tentang sosok orang benar di sekelilingmu, siapakah yang akan kamu tunjuk?

Adakah ia itu orang tuamu? Anakmu? Suami/istrimu? Pastor parokimu? Pembimbing rohanimu? Siapa?

Kalau kalian bertanya balik kepadaku, dengan pertanyaan yang sama, aku akan menjawab bahwa aku tak tahu siapakah orang benar di sekelilingku.

Bukan hanya karena aku tak berhak untuk menghakimi siapa yang benar dan siapa pula yang salah, tapi bacaan hari ini membuatku jadi lebih fokus pada seberapa ‘perlu’ kita terhadap Yesus ketimbang seberapa benar orang lain yang kita anggap benar itu?

Kenapa?
Dari Kabar Baik yang ditulis Matius, si bekas tukang cukai yang diceritakannya sendiri hari ini, yang kudapat adalah, apapun kebenaran yang sudah kita kenal selain yang ada di dalamNya tak berarti lagi karena apalah arti kebenaran itu jika menjauhkan kita dari sikap ‘perlu’ Yesus, Sang Kebenaran, Jalan dan Hidup?

Adakah kebenaran lain yang lebih benar ketimbang terus berada di dekatNya?

Jadi, sekali lagi, siapakah yang menurutmu adalah orang benar di dunia ini?

Ada?

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.