Percaya pada Tubuh dan DarahNya?

4 Jun 2018 | Kabar Baik

Salah satu hal yang paling ?cool? alias keren dari ajaran Katolik adalah bahwa Tuhan itu hadir dalam wujud fisik hingga kini. Dalam wujud roti dan anggur, Tuhan hadir dalam perayaan ekaristi. Kita bisa melihat bahkan untuk yang sudah dipermandikan dan menerima sakramen komuni pertama boleh menyantapNya! Tapi tentu menerima kenyataan tersebut bukanlah hal yang mudah karena ini terkait rasa percaya.

Merenungkan Tubuh dan Darah Kristus yang diperingati hari ini membuatku teringat saat pertama kali dikenalkan pada sesuatu yang dinamakan uang.

Hari pertama masuk kelas 2 Sekolah Dasar, aku diberi uang oleh Mama. Waktu itu jumlahnya 25 rupiah dalam pecahan dua kali sepuluh rupiah dan satu keping lima rupiah.

?Le, uang ini untuk jajan saat istirahat.? Aku mengangguk.

?Jadi nanti bilang ke yang jual di kantin kamu mau beli tahu berontak dan cakwee juga es. Lalu tanya harganya berapa?? Aku mengangguk lagi.

?Kalau nggak salah, harga semuanya itu 20 rupiah. Nanti kamu berikan ya, ambil dari saku.? Aku lantas melakukan apa yang dikatakan Mama dan sejak saat itu, aku mengenal uang.

Apakah uang itu? Kenapa kita percaya bahwa logam bulat, kertas dan plastik yang di atasnya tergambar wajah pahlawan disertai teraan nilai nominal itu adalah uang?

Tepat katamu, karena negara menetapkan demikian! Negara menetapkannya sebagai alat pembayaran yang sah. Kalau dengan ketetapan negara kita percaya, kenapa dengan ketetapan Tuhan yang jelas-jelas sudah memberikan nyawaNya di atas kayu salib untuk hidup kamu tak percaya?

Tuhan Yesus menetapkan ekaristi sejak malam sebelum Ia diserahkan.

Dalam perjamuan terakhirNya, Ia berkata, ?Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah.? (lih. Markus 14:24-25)

Tapi katakanlah demikian, Don, uang itu bisa kita pakai untuk beli segala sesuatu! Nah kalau Tubuh dan DarahNya untuk apa?

Tubuh dan DarahNya adalah syarat untuk mendapatkan hidup kekal dan kita akan dibangkitkan di akhir zaman (lih Yohanes 6:51-58).

Tapi buktinya mana?
Buktinya ya saat kita mati saat kiamat.? Kapan itu? Ya nanti jangan khawatir dan jangan pula terburu-buru karena dua hal itu pasti terjadi.

Sydney, 3 Juni 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.