Percaya pada Kristus membuat kita tak bisa tak berpengharapan

11 Mei 2018 | Kabar Baik

Percaya pada Kristus adalah percaya yang hakiki terhadap harapan. Karena Kristus, melalui kematian dan kebangkitanNya, harapan untuk hidup sesudah mati terbuktikan!

Namun demikian, Ia sadar bahwa jalan ke depan yang akan dihadapi para murid untuk mengabarkan Kabar Baik tidaklah mudah. Ia harus pergi meninggalkan para murid itu dan ini ?mendukakan?. Melalui penghiburan, Yesus meyakinkan bahwa suatu waktu kelak kita yang juga adalah muridNya melihatNya datang dalam awan kemuliaan dan tawarlah segala kedukaan tergantikan dengan sukacita yang Yesus katakan dalam Kabar Baik hari ini sebagai hal yang tak bisa dirampas lagi oleh siapapun! (Yohanes 16:22). Mana bisa kita untuk tak percaya? Yesus sendiri yang bicara!

Tak beda dulu, demikian juga sekarang.

Bahwa hidup terkadang memberikan dukacita adalah satu hal yang tak salah. Tapi percaya pada harapan bahwa suatu waktu kelak dukacita yang kita alami akan mengalami kadaluwarsa, diangkat dan digantikan dengan buah sukacita adalah sebuah keharusan karena kita ini murid-muridNya zaman now.

Bangsa Indonesia sedang berduka terkait gugurnya lima anggota kepolisian dalam kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob beberapa hari yang lalu. Mereka disandera dan dibunuh secara keji oleh lebih dari seratus narapidana kasus terorisme bersenjata. Mereka gugur sebagai kesuma bangsa.

Menyaksikan dari layar Youtube bagaimana proses pemakaman masing-masing dari mereka, hati ini luruh tandas. Lagu ?Gugur Bunga?, isak tangis istri dan tatapan kosong anak-anak yang ditinggalkan, peti jenasah berselubung Sang Dwi Warna dan pasukan kepolisian yang tentu juga berduka karena rekannya tiada, semua memberikan pemandangan yang begitu memilukan dan mengaduk-aduk perasaan dan membuat sebak mata. Bahkan menurut kabar, istri salah satu dari mereka melahirkan anak hanya beberapa saat setelah sang suami gugur dan jasadnya disemayamkan di rumah sakit yang sama tempat ia bersalin. Masih bisakah kau membayangkan kepahitan hidup yang lebih pahit daripada itu?

Kita hanya bisa berdoa dan terus mengupayakan yang terbaik yang bisa kita berikan sebagai kontribusi kita terhadap sesama. Bukan hanya karena satu bangsa, bukan hanya karena kita berperikemanusiaan belaka. Lebih daripada itu karena kita memiliki Kristus. Kristus sang penawar harapan yang hakiki yang membuat kita tak bisa untuk tak memiliki harapan!

Semoga Tuhan menyertai keluarga yang ditinggalkan!

Sydney, 11 Mei 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.