Percaya dan dipercaya

16 Okt 2017 | Kabar Baik

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
(Lukas?11:29)

Orang bilang kepercayaan itu mahal! Tapi hari ini, Yesus seolah ingin berkata bahwa bangsa Israel sepertinya harus bayar terlalu mahal terhadap ketidakpercayaan mereka pada Tuhan.

Bangsa Israel menghendaki tanda untuk percaya padaNya dan Yesus hadir menjadi jawaban namun seperti kita ketahui bersama, alih-alih menerima, mereka justru menangkap lalu membunuhNya.

Bagaimana dengan jaman now?
Apakah untuk percaya itu tetap mahal?

Percayakah pada orang yang pernah mengecewakanmu di masa lalu? Percayakah seorang suami terhadap istri yang pernah menyelingkuhi? Percayakah istri bahwa sang suami yang pernah main gila pada perempuan lain akan bisa kembali baik dan bertobat?

Bagaimana sebaliknya, sesusah apa untuk jadi orang yang dipercaya? ?Ah! Dia dulu korupsi? meski sudah menjalani tahanan aku tetap tak percaya kepadanya?? Atau, ?Ah, untuk kembali serumah dengan dia? Boro-boro! Sampe seribu tahun aku gak akan bisa percaya kepadanya!?

Mempercayai dan berusaha untuk dipercaya itu menguras energi dan menghabiskan waktu. Tapi bukankah hidup memang sejatinya untuk itu? Percaya dan dipercaya, mengimani dan ?diimani?. Adakah aku bisa mempercayai orang-orang disekelilingku dan Tuhan yang membimbingku, adakah aku juga bisa dipercaya oleh mereka dan Tuhan yang mengutusku?

Mari kita berdoa bagi mereka yang lepas percaya tak hanya terhadap Tuhan tapi juga sesama.. Mari kita juga berdoa bagi mereka yang barangkali sudah tak lagi percaya bahwa dirinya bisa kembali meraih kepercayaan?

Sydney, 16 Oktober 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.