Peneguhan iman melalui kisah Fr. Michal Los FDP

19 Jun 2019 | Kabar Baik

Sejak beberapa hari silam linimasaku di sosial media ramai bicara tentang seorang bernama Michal Los. Pria Polandia berusia 31 tahun itu menerima pentahbisan imamat ‘luar biasa’ menjadi pastor di atas ranjang rumah sakit.

Kenapa sampai begitu? Bukankah pentahbisan biasanya diadakan di Gereja dalam situasi megah dan rapi tertata?

Kanker ganas dan dispensasi Paus

Michal Los divonis kanker ganas sebulan sebelum ia ditahbiskan, 24 Mei 2019. Paus Fransiskus lantas memberikan dispensasi supaya Michal bisa mendapatkan imamat berbarengan: diakon dan pastor di rumah sakit. Uskup Marek Solarczyk dari Keuskupan Warsaw-Praga lah yang mentahbiskan.

Michal Los
Michal Los

Lalu akhirnya, atas kuasa Tuhan sendiri, pada 17 Juni 2019 yang lalu, Romo Michal Los FDP meninggal dunia.

Uniknya, pada 7 Juni 2019, Romo Michal merayakan ulang tahun yang ke-31 dan pada saat itu, Presiden Polandia, Andrzej Duda, mengunjunginya ke rumah sakit. Di sana, pak presiden berlutut di sebelah ranjang dan diberi berkat oleh Romo Michal seperti tertera dalam foto di bawah.

Michal Los
Michal Los

Michal Los dan peneguhan-peneguhan itu

Apa yang bisa kita pelajari dari kisah tersebut?

Kisah Romo Michal Los FDP adalah kisah tentang perjuangan serta semangat hidup yang tak pernah padam yang ditunjukkan justru pada saat kehidupan hampir padam!

Bagi Romo Michal dan Gereja, penyakit bukanlah penghalang untuk seseorang melanjutkan tugas pewartaan Kabar Baik Tuhan. Kesembuhan fisik tentu baik dan sebisa mungkin diminta kepada Bapa, tapi tak sembuh pun bukan berarti kita berhenti untuk melakukan hal baik dan merutuki nasib diri sendiri.

Kisah Romo Michal ini juga membuatku pribadi bisa semakin merasakan bahwa kematian itu bukan akhir dari segalanya dan semoga kalian pun merasakan hal yang sama.

Pada waktu aku membaca berita tentang pentahbisannya, ada rasa sedih dan mengharukan. Tapi ketika mendengar bahwa akhirnya ia wafat, seperti ada rasa lega dan ini mengisyaratkanku bahwa kematian itu memang bukan akhir dari segalanya.

Kematian adalah cara Tuhan untuk menyembuhkan rasa sakit Romo Michal sekaligus penanda untuknya pulang kembali ke Surga, bertemu dengan Yesus yang ia bela hingga titik darah penghabisan di dunia.

Semoga kisah Romo Michal menguatkan kita semua untuk semakin mantap dalam iman. Percaya kepada Yesus dan mengabarkan kepada dunia bahwa keselamatan Allah itu ada dan terbuka bagi semua.

Sydney, 19 Juni 2019

Sumber berita.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.