Sejatinya, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan maraknya penutupan gereja serta apapun yang semakin menunjukkan betapa pemerintah tak mampu menjaga hak kebebasan beribadah warganya.
Kalau memang terpaksa sekali, tak bisa beribadah di gereja yang satu toh masih bisa ke gereja yang lainnya. Kalaupun semua gereja pada akhirnya dibakari dan kita semakin sesak untuk bergerak, itu bukan pertanda semakin sempitnya iman kita kepadaNya, kan?
Be strong! karena itulah penunjuk betapa kita berbeda dari mereka.
Mereka berlomba-lomba tampak baik di hadapan tuhannya. Kita? Justru oleh Tuhan, diminta untuk berlomba-lomba berbuat baik bagi sesama. Tebarkan cinta, ciptakan inovasi-inovasi baru bagi kemajuan kehidupan tak terkecuali mereka.
Kenapa kita? Simply, karena mereka sudah terlalu letih dan sibuk memerangi kita sehingga meski menjadi korbannya, kalau bukan kita, siapa lagi?
Dan sang waktu sendiri yang pada akhirnya nanti akan membuktikan, siapa pecundang yang sesungguhnya…
Tinggalkan Balasan