Pemenang yang sesungguhnya…

10 Mei 2012 | 150 kata, Cetusan

Sejatinya, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan maraknya penutupan gereja serta apapun yang semakin menunjukkan betapa pemerintah tak mampu menjaga hak kebebasan beribadah warganya.

Kalau memang terpaksa sekali, tak bisa beribadah di gereja yang satu toh masih bisa ke gereja yang lainnya. Kalaupun semua gereja pada akhirnya dibakari dan kita semakin sesak untuk bergerak, itu bukan pertanda semakin sempitnya iman kita kepadaNya, kan?

Be strong! karena itulah penunjuk betapa kita berbeda dari mereka.
Mereka berlomba-lomba tampak baik di hadapan tuhannya. Kita? Justru oleh Tuhan, diminta untuk berlomba-lomba berbuat baik bagi sesama. Tebarkan cinta, ciptakan inovasi-inovasi baru bagi kemajuan kehidupan tak terkecuali mereka.

Kenapa kita? Simply, karena mereka sudah terlalu letih dan sibuk memerangi kita sehingga meski menjadi korbannya, kalau bukan kita, siapa lagi?

Dan sang waktu sendiri yang pada akhirnya nanti akan membuktikan, siapa pecundang yang sesungguhnya…

Sebarluaskan!

38 Komentar

  1. toh, Gereja sejatinya tdk terletak pada bangunan yg megah dan mewah… Gereja ada d dalam hati, tempat berdiam cinta dan kasih kepada sesama.. itu kalo menurutku sih mas :D

    Balas
  2. tapi kalau sudah berkerak itu jadi macam inferior complex loh, tak baik juga buat umat

    Balas
  3. Diskriminasi itu akan ada dimanapun juga, bahkan juga di surga :))

    Balas
  4. Sabarlah buat mereka yang minoritas, sabarlah buat yang kena diskriminasi.

    Balas
  5. aku cuma mikir, katanya agamanya itu agama damai. tapi kok? aku nggak butuh omongan, tapi buktikan dong kedamaian macam apa yg dijunjung itu

    Balas
  6. waktu akan membuktikan kebenarannya… walaupun akhirnya kebenaran itu tidak pernah ada sekalipun… tetaplah berbuat baik dan menebar cinta… :)

    Balas
  7. owalah. ke sini pengen nyari bacaan yg bikin seneng malah nemunya yg beginian. *sigh*

    let’s pray, don. ini perang kita bersama :)

    Balas
  8. tadi subuh2 aku udah komen di bbrp postingan blog ini, kok ilang ya? cih! :D

    kalo buat aku sih don, soal agama adalah salah satu hal paling personal. sebagai muslim, tentu islamlah yg paling pas buat aku. mana cara yg paling nyaman buat kita berkomunikasi dengan tuhan, karenanya ya aneh kalo harus dibanding2kan agama mana yg paling baik, atau apakah agama A lebih baik dari agama B, dan sebagainya.

    dan seperti dirimu, ora urus agamane wong liyo, haha.. halah jadi inget si mbak itu lagi deh :p

    Balas
  9. lho ini harusnya komen di postingan yg my religion is not better blablabla, hehehe maaf kakaaaak masih siwer bangun tidur :D

    Balas
  10. Saya percaya bahwa para fanatik-ekstrimis itu hanyalah vokal minoritas di negeri ini. Yang moderat, yang bijak bestari itu jauh lebih banyak. Dan saya optimis.
    Ini kunjungan pertama saya ke sini. Saya kagum lo dengan desainnya yang ciamik ini ;).
    Suwun

    Balas
  11. Weits … 150 kata yang padaaat!

    Didalam Islam sendiri ada beberapa aliran yang kalau mau diperdebatkan bisa cape sendiri. Tetapi yang penting adalah keyakinan kita kepada ajaran agama itu sendiri.

    Sebagai Islam, aku sejujurnya ngga setuju dengan tindakan kekerasan yang menyerang tempat ibadah agama non-Islam. Cuma mungkin aku tidak frontal menentang tindakan mereka, ngga seberani salah seorang adikku yang terang-terangan menyatakan protesnya lewat social media terhadap tindak kekerasan yang dilakukan pada Gereja. Sejak kecil, kami dibiasakan untuk bisa berdampingan dengan agama apapun walaupun akhirnya memang dalam hal-hal tertentu yang sangat prinsipil akan kembali kepada pedoman yang sejak lama diperkenalkan oleh alm./almh. orang tua kami.

    Balas
  12. Aaaah, kalo mo lihat atau bahas minoritas musti kaffah doong. Jgn parsial, jangan melihat nasib kristiani di Indonesia saja, lihat nasib minoritas muslim di negara2 mayoritas non muslim juga doong!! Yg dpt perlakuan diskriminatif juga, di intimidasi juga. Malah sempet diberangus dgn muslim etnis cleansingnya. How dgn afghanistan? How about muslim minoritas moro di filiphina? Bagaimana dgn pemberangusan muslim di bosnia dulu? Hehehe, padti jawaban kalian “itukan disana! Ngapain ngurusin mrk? Urusin aja disini” sementara padahal Nabi mengatakan, bahwa semua muslim itu bersaudara, satu tubuh! Yg mempunyai pengertian yg luas ttg sebuah ikatan persaudaraan!! Yg tidak bisa dibatasi oleh teritorial syatu wilayah!! Dan dgn tegas Rasul mengatakan, bahwa barang siaoa seorang muslim ktk bangun dipapgi hari tanpa sempat mikirin dan perduli urusan kaum muslimin (diseluruh dunia) maka kata Rasul, “dia bukan termasuk golonganku!”

    again klo bahas ranah kaum minoritas, jgn parsial. Umat kristen disini mah lbh untung! Dibanding muslim minoritas dibeberapa negara! Kaum minoritas disini, mereka bisa punya acara rohani sendiri yg frontal dibeberapa stasiun tv kita. Bisa lakuin aktivitas misionaris mrk dsb. But Coba tengok aktivitas muslim minoritas di ‘udik’ sono! dibeberapa negara malah utk nyari tempat sholat aja temen2 musti nyewa apartemen buat dijadikan mushola jamahnya.

    Yah, itulah kita, muslim indonesia. Yg jadi pembebek pemikiran dan hadlrah barat. Jadi pembela fikrah2 kuffur kapitalism!! Jadi pengekor thogut2 liberalism dgn jargon HAMnya!!

    Balas
    • Jadi anda setuju dengan pemblokiran gereja-gereja itu?

      Balas
    • negara mana yg anda maksud? katakanlah taiwan, di sana tidak hanya muslim yg sulit beribadah. kristen dan katolik pun sulit beribadah. prancis? yg katanya ada larangan memakai jilbab? memakai aksesoris yg menunjukkan kekristenan di pun dilarang.
      afghanistan? bukankah di sana mayoritas muslim?
      filipina? berikan bukti konkrit. jgn hanya ngomong saja. tonton berita. semestinya anda tahu apa yg dilakukan sebagian kecil kaum muslim di sana.

      Apa yg lebih untung dengan kaum minoritas di sini? di negara dengan mayoritas yahudi atau atheis, justru lebih menghargai minoritas. Amerika Serikat bahkan mengijinkan mesjid berdiri megah di atas lokasi 9/11. Di Indonesia hanya dlm beberapa tahun, sudah ada ratusan gereja yang dibakar dan ditutup paksa. Datanya tersebar di internet.

      Bahkan yg lebih kejam lagi, Kaum Muslim seperti anda cenderung memaksa agar Kaum Muslim Sejati yang berhati bersih dan beriman takwa untuk melawan toleransi dan turut membenci non Muslim. Tidak hanya kaum minoritas yang orang-orang seperti anda serang, bahkan saudara sesama kaum Muslim pun anda serang.

      Kristenisasi, dimana ada kristenisasi? Jika program televisi rohani dikatakan Kristenisasi, maka sesungguhnya sedang terjadi Islamisasi besar-besaran di televisi. Adzan Maghrib, dakwah subuh, sinetron islami. Begitu banyak. Berapa presentasi perbandingannya dibandingkan dengan semua program TV rohani dari semua agama selain Islam? Seberapa sering dakwah yg berisi menjelek-jelekkan agama lain? Bahkan menghasut dengan mengatakan bahwa darah Ahmadi, dan Nasrani adalah halal. Mana yang untung dengan menjadi minoritas di Indonesia? Di negara lain, jika seseorang berkhotbah seperti itu, bisa dituntut pidana. di Indonesia? jika ada yg protes ke mesjid, besok pasti mati.

      Aktivis misionaris mana yang diperbolehkan? Dalam 2 tahun saja, sudah berapa orang yang dilarang beribadah oleh orang-orang seperti kalian?

      Tidak usahlah menghasut kaum muslim yang sudah berjalan di jalan Nabi Muhammad SAW agar membenci dan menindas minoritas. Karena sesungguhnya jelas Nabi Muhammad SAW melarang umatnya mengganggu mereka yang berbeda agama. Agama Islam yang mana yang anda anut jika begitu saja tidak mengerti?

      Balas
  13. Saya beberapa kali diskus dan dialog dgn teman2 eks penginjil, mualaf dan mantan misionaris. Atau hadir diacara kajian ttg kristenisasi yg pembicaranya para mualaf eks orang penting gereja. Mrk membongkar, Beberapa gereja bukan rahasia umum mengadakan praktek misi misionaris yg frontal dan menghalalkan segala cara dlm upayanya memberangus ajaran islam. Kalo ghazwil fikri itu biasa, but Mulai dari cuci otak, murtadin by hipnotis, kawin paksa, rekrutmen gelandangan muslim trs di sulap jd tokoh ‘haji’ islam yg murtadin itu baru luar biasa.. So ini minoritas yg pgn jd mayoritas kah? Atau minoritas pgn bertingkah di mayoritas?

    Balas
    • siapa tuh yg dimaksud mualaf orang penting gereja?
      sebut nama donk, sapa tau kenal khan pastinya terkenal :)

      *no name = hoax bin kibul*

      Balas
  14. Kelompok Vigilante yang ada di Indonesia ini rasanya semakin parah untuk masalah toleransi ya…

    Balas
  15. A fanatic is one who can’t change his mind and won’t change the subject.
    – Winston Churchill –

    Balas
  16. Buat SAYA,
    LAH? emang di amerika sono ada azan maghrib? Wajar dong disini lbh banyak konten agama Islamnya? Lah mayoritas muslim! Mengapa anda ngotot membela kaum kuffar? Anda muslim or non? Tahu apa anda ttg peringatan Allah “Walan tardho ankal yahudu walannashara”?!! Tahu apa anda ttg propaganda2 kaum kuffar untuk menyusupkan fikrah2 liberalism mrk?

    Balas
  17. Buat SAYA,
    LAH? emang di amerika sono ada azan maghrib? Wajar dong disini lbh banyak konten agama Islamnya? Lah mayoritas muslim! Mengapa anda ngotot membela kaum kuffar? Anda muslim or non? Tahu apa anda ttg peringatan Allah “Walan tardho ankal yahudu walannashara”?!! Tahu apa anda ttg propaganda2 kaum kuffar untuk menyusupkan fikrah2 liberalism mrk?.

    Balas
    • lu emang ude pernah ke amerika tong? lagu lu tengil, naek bemo ngepot dikit aje mabok belagak kaya ude pernah naek kapal terbang sampe amerika

      lu tau propaganda kuffar darimane tong? lagu lu tengil, baca novel stensilan aje baru 3 bulan khatam

      lu belajar bahasa Arab dari mane tong? lagu lu tengil, bahasa emaklu sendiri aje belepotan

      Balas
  18. halah ngurusin kambing pakai stempel & ngaku-ngaku mujahid, selooooooo bangetttt

    Balas
  19. Perkara bedah agama dan kepercayaan yang berbeda tidak akan menemukan titik terang, apalagi ketika ideologi itu dipaksakan. Perbedaan ideologi itu akan selalu menimbulkan pertentangan karena sifatnya yang memang tidak bisa dibantah lagi, Ideologi sudah matang dengan sendirinya (sosialisme vs neo-lib). Sedangkan agama yang “didogmakan” kemudian dicampuradukan dengan permasalahan budaya, politik, ekonomi, dan sebagainya hingga pada akhirnya “diideologikan” akan tertutup dan tidak dinamis (baca: akar fanatisme dan pemanfaatan agama). Makanya munculah kasus Irshad Manji ditolak berdiskusi.

    Permasalahan keyakinan itu sederhana kok. Ketika kita percaya surga atau neraka, dengan hukum sebab akibat, dikotomi ini dapat disederhanakan jahat masuk neraka, baik masuk surga. (walaupun manusia dengan segala akalbudinya membuat dispensasi-menjustifikasi masuk surga dan neraka dengan syarat, padahal ini urusan Tuhan, manusia ikut-ikutan) Ternyata kalau pada akhirnya surga/neraka itu tidak ada bagaimana? bukankah ini perkara baru? kita seolah-olah rugi dong sudah berbuat baik ternyata yang dijanjikan tidak ada. Lebih ekstrim lagi dosa hanya berlaku bagi orang waras, karena taubat itu terjadi ketika individu dengan segenap logika dan akal sehatnya mau berubah sifat, sikap, dan perilaku. Nah kalau sudah taubat hukum sebab akibatnya, taubat — dicintai Tuhan– masuk surga. Lha kalau orang gila gimana? masuk surga atau neraka atau gentayangan ketika mati? Ada yang bisa jawab? Coba deh tanya kediri anda sendiri, bener ada ga sih surga dan neraka itu ada?

    Entah apapun individu, kelompok, masyarakatnya, bahwa agama sebaiknya dipandang sebagai bagian budaya. Karena kita butuh kewarasan ketika kita ingin memahami Sang Khalik. Kita butuh akal sehat ketika kita ingin mencintai dan dicintai orang lain. Kita butuh berlogika ketika ingin menjalankan perintah-Nya, dan kita butuh perasaan, emosi, jiwa untuk merasakan kehadiran-Nya ditengah kita.

    So, Gunakan akal sehat kita, gunakan akal budi kita, jangan cuma gara2 ada orang-orang bercerita, ceritanya beda, trus kita berkelahi. Ini kaya anak kecil. Buka mata, telinga, hati dan pikiran kita, terima perbedaan. Toh yang kita perjuangkan itu “just a matter of belief”. Saya memang mengambil perspektif sebagai atheis karena asumsinya netral, dan untuk beragama tidah butuh berpikir, tetapi untuk menjadi atheis butuh berpikir keras.

    P.S. Sorry bung DV, komennya agak panjang.. habis menggelitik saya sih yang terbiasa jadi silent reader. Saya dukung tulisan-tulisan berikutnya terutama soal pluralisme dan agama ini.

    Balas
  20. Menurutku, menjadi pengikut Kristus, artinya harus siaap dianiaya. Dan jika dapat penganiayaan, bukannya kita harus bersukacita, karena kita percaya pada Kristus! Hehehehehe so, bersukacitalah krn kita dianiaya karena kita bersama Kristus!
    Itu menurut saya lohhh….

    Balas
  21. diskusi kok sama orang bodoh. buang-buang waktu saja. mereka itu kan kaum tekstualis, yang ngertinya perintah baca (iqra) itu ya sebatas membaca (dengan membaca), bukan membaca dengan memuliakan nalar dan akal sehat, yang merupakan fitrah karunia Allah ta’ala.

    diskusi sama aku saja, lebih asik… misuh juga boleh, asal sepakat adanya kepantasan berdialog. gitu aja kok repot…

    HIDUP indonesia, negeri tanpa Front Pembela Tuhan!

    Balas
  22. @mujahid bertopeng:

    “tau apa anda tentang perintah2 Allah dst dst.. tau apa anda tentang propaganda kaum kuffar dst dst…”

    menarik. semakin keliatan kalo anda memang merasa lebih tau, paling tau, hmmm…paling benar?

    dan kenapa anonim, mas/mbak? gak berani buka identitas? bukankah lebih adil kalo diskusi terbuka seperti ini menggunakan identitas yang jelas, ya?

    saya Islam. mungkin level keimanan dan keislaman saya jauuuuh di bawah anda. mungkin anda benar, hanya anda yang paling tau tentang perintah Allah dan sebagainya itu. tapi, hmm…gak usahlah saya gak akan terusin komentar saya ini. percuma debat sama orang yang menolak membuka hati dan pikirannya.

    salam :)

    Balas
  23. kang blontank komentarnya superb! hahahahaha kemekelen tenan aku :))

    Balas
  24. @ mujahid :
    asal tahu saja, adzan tidak dilarang digaungkan di amerika serikat. tidak perlu harus ke amerika untuk mengetahui perkara kecil seperti ini. anda, membedakan amerika dan amerika serikat saja tidak mampu? :)

    saya yakin anda jauuuhhh lebih pintar tentang Islam daripada saya. tp sayangnya mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW saja anda tidak bisa. bukankah sesungguhnya berprasangka dan fitnah adalah hal-hal yang dibenci Nabi dan Rasulnya? menganiaya dan membenci kaummu sesama muslim lebih-lebih lagi dibenci.

    sekali lg saya tanya, Islam yang mana yang anda anut? mengapa anda meneriakkan satu ayat kecil dalam Al Quran tp tdk mau mentaati ribuan ayat dan perintah lainnya yg jelas dan nyata diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW?

    saya tidak membela non muslim maupun kaum kuffar. saya tidak berani asal menuduh orang sebagai kaum kuffar. karena setahu saya, Allah juga membenci orang yang secara sembarangan mengatai orang lain sbg kaum kuffar. saya justru membela Kaum Muslim yang berjalan di jalan Allah dari orang-orang seperti kalian.

    diskusi ini bagi saya selesai krn dari awal tidak ada satupun keterangan anda yang berdasar dari fakta. anda bahkan tdk menanggapi pernyataan saya tentang dakwah yang berisi ajakan membenci dan membunuh kaum minoritas.

    benar kata blontankpoer, orang bodoh tidak bisa diajak diskusi. saya tahu anda tidak bodoh, anda hanya malas membaca dan tidak mau mencari ilmu (itu juga hal yang tidak disukai Nabi Muhammad SAW). dan itu lebih parah daripada hanya sekedar bodoh.

    dan sebelum menggunakan kata “liberalism”, pastikan dulu anda tahu makna dan konsep liberalisme, dan apa pandangan seluruh agama monoteisme tentang liberalisme.

    terimakasih. dan jangan berkomentar kalau hanya ingin menyebar fitnah, kebohongan, dan kebencian. sudah ada VoA dan ar rahmah. di situ saja anda menulis.

    Balas
  25. kemarin saya ke Orlando 5 hari. Ada adzan kok, siapa bilang gak ada adzan. Adzannya dari iPhone saya, kalibrasi waktu sholat khusus daerah Orlando..

    Teknologi membantu saya untuk lebih beriman…

    Mujahid itu pernah ke ngamirika gak?

    :))

    Balas
    • Mangkanya ijk seneng deh dengerin adzan di salah satu stasiun TV, disana ada narasi kalau adzan itu ga pernah berhenti bersahut-sahutan dari satu benua ke benua yang lain, dari ujung ke ujung. Paling nggak, belum berhenti ;p kalo dah berhenti koit kita semua boss. Eh tapi kok jadi ngomongin adzan gue ya *ma’ap mas Dooonnn si Rapa raja ga nyambung*.

      He who learns but does not think, is lost! He who thinks but does not learn is in great danger. – Confucius

      Balas
  26. Komen2nya bikin pusing. Urip kok yo rekoso ngene tho yooo…

    Balas
  27. Jangan harap kita bisa temukan argumen yg jernih dan rasional dari kaum penebar kebencian dan pelaku kekerasan berkedok agama. Keterbatasan nalar dan akal sehat membuat orang-orang ini terkungkung dalam ketakutan dan dogma yg mereka bikin sendiri. Orang-orang ini bahkan tidak sadar dimanfaatkan untuk kepentingan perebutan kekuasaan.

    Jumlah mereka sebetulnya tidak besar. Saudara2 kita yang muslim sangat banyak yang toleran dan terbuka. Perilaku buruk kaum penyebar kebencian dan pelaku kekerasan berkedok agama sesungguhnya mencoreng wajah kehidupan beragama di Indonesia yg punya akar perdamaian, keberagaman dan toleransi. Kaum penebar kebencian dan pelaku kekerasan berkedok agama tak perlu dibela. Mereka kriminal.

    Balas
  28. Aku mempercayai suatu hal, yaitu : bahwa perusakan rumah ibadah (Gereja) dan kesulitan demi kesulitan yang mesti dialami oleh orang yang bergereja sudah tercatat di kitab suci.

    Yang patut disayangkan adalah adanya orang-orang yang rela menjadi penggenap (aktor yang melakukan) tulisan di kitab suci sebagai : perusak, penyiksa, ataupun pelarang.

    Andai punya kesempatan, Don, coba suruh mereka yang merusak dan melarang kebebasan orang-orang bergereja itu diam sebentar lalu tanyai,”Apa sih alasan mereka membenci orang-orang yang bergereja?”

    Aku yakin mereka tidak akan bisa memberikan alasan yang tepat dan masuk akal, mengapa? Karena ada “sesuatu” yang menggerakkan mereka berulah yang seperti ini. Sesuatu itu bisa berupa : kurang kegiatan, kurang bisa mengelola pikiran dengan baik, kurang bisa melihat masalah dengan berimbang, dan faktor X yang aku juga sulit untuk menuliskannya di sini.

    Lantas mengapa orang-orang bergereja itu tidak bergerak untuk memberikan perlawanan ya? Mungkin..ya..mungkin..karena mereka tahu hal ini memang harus terjadi. Dan ajaran yang diterima di gereja seringkali tidak masuk akal salah satunya,”Kasihilah musuhmu. Jika seterumu lapar berikanlah dia makanan”

    Ah…semoga saja kita yang mengaku sebagai bangsa yang merdeka benar-benar merdeka dari kesalahan pikir dan perilaku.

    Balas
  29. Gereja bukanlah gedungnya,dan bukan pula menaranya. Bukalah pintunya,lihat di dalamnya. Gereja adalah orangnya :-)

    Balas
  30. Iki lak wayangan jenenge postingan “goro-goro” :)
    Hhahahaa

    Balas
  31. Dadi kelingan Pesene simbah.. :)

    Urip mung sedelo… Sak Madyo wae (Hidup Cuma sebentar.. secukupnya saja)

    Balas
  32. repay your enemy with a favor. Salam AMDG

    Balas
  33. Agama katholik adl satu2nya agama di Indonesia yg menerima pernikahan beda agama dan sy mengalaminya sendiri….kami tetap menjalankan keyakinan kami masing2….dan bisa saling menghormati…meski semula ditentang namum pada akhirnya semua pihak bisa menerima..Menurut sy ini adl bukti nyata toleransi yg sesungguhnya…..GBU

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.