Pelecehan itu dilawan bukan didiamkan apalagi ?dimaafkan?!

4 Jan 2019 | Kabar Baik

Kabar Baik hari ini bercerita bagaimana Nathanael tak percaya bahwa Yesus itu Mesias semata karena Ia berasal dari Nazaret. “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Begitu Nathanael melecehkan! (lih. Yohanes 1:46)

Lalu bagaimana cara Yesus menanggapi pelecehan itu?

Ia, dengan ke-ilahi-anNya justru mengungkapkan sisi baik Nathanael tepat di depan hidungnya. “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” tuturNya tentang Nathanael di depan orang banyak. Nathanael ?dibegitukan? justru tertarik pada Yesus! 

Yesus dilecehkan,
Yesus membuktikan!?

Ia tidak menyerang tapi justru ?merangkul? Nathanael dengan menunjukkan sikap-sikap baiknya selama ini.

Bagiku ini amat inspiratif.
Kebanyakan dari kita, ketika dilecehkan cenderung diam. Alasannya ?belajar memaafkan? atau untuk menjaga kedamaian. Baik? Baik! Tapi apakah yang terjadi andai Yesus waktu itu tak membuktikan ke-ilahi-anNya di hadapan Nathanael?

Kita harus melawan ketika dilecehkan semata karena kita ini dicintai dan mencintai Tuhan. Tapi lawanlah bukan dengan balik melecehkan tapi dengan penuh kehormatan dan kasih karena Tuhan kita adalah Maha Kasih!

Aku dulu amat sering dilecehkan.

Sejak kecil selain biasa dipanggil ?Bathuk? yang berarti jidat dalam Bahasa Jawa, aku juga kerap dilecehkan dengan panggilan Botol, alias Botak Tolol. Aku tak berani melawan waktu itu karena selalu diingatkan kawan-kawanku lainnya bahwa memang benar jidatku  lebar dan aku tak terlalu pintar. Sial, bukan?!

Hingga sampai di satu saat aku melawan menggunakan karya. 

Aku mulai rajin belajar, membuat karya dan semakin membuktikan bahwa meski jidatku lebar tapi itu bukan akhir dunia dan tidak benar pula bahwa aku itu tolol.

Tapi kalau begitu bukankah artinya kamu mau berkarya hanya karena ingin membuktikan bahwa pelecehan itu salah, Don?

Benar! Awalnya memang demikian! Tapi lama-kelamaan karena asyik berkarya aku malah jadi lupa pernah punya motivasi sempit untuk sekadar membuktikan pelecehan! Seiring berjalannya waktu, motivasiku semakin dimurnikan dan meski belum sampai ke yang paling final tapi aku berharap suatu saat nanti Tuhan benar-benar memurnikan motivasi berkaryaku bukan untuk diriku sendiri tapi untuk kemuliaanNya yang lebih besar di muka bumi!

Sambil menanti datangnya pemurnian itu? Ya berkarya! Karena bukankah lebih baik berkarya apapun alasannya ketimbang hanya diam dan malas apapun pula latar belakangnya?

Sydney, 5 Januari 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.