Patung Bunda Maria: Untuk Segala Sesuatu Ada Masanya….

10 Jan 2024 | Cetusan

Salah satu hadiah terbaik dari Tuhan di tahun 2023 lalu bagiku dan keluarga adalah karena rumah kami dilayakkan menjadi tempat bagi berdirinya patung Bunda Maria, di pekarangan belakang rumah.

Sejak rumah selesai dibangun dan kami pindah pada Januari 2022 silam, salah satu keinginan kami memang mendirikan patung Bunda Maria di belakang rumah. Tapi untuk mencapainya ternyata tidak mudah, melalui beberapa fase  yang tak singkat dan butuh uang yang menurut kami tidak sedikit.

Fase Pertama, membangun taman

Ketika kami pindah ke rumah baru, pekarangan depan dan belakang, istilahnya,  masih ‘ablak-ablakan’.  Hanya retaining wall (dinding penahan) yang sudah berdiri itupun karena dijadikan prasyarat oleh pemerintah setempat supaya rumah bisa ditempati. Sisanya, benar-benar ablak-ablakan (lihat. foto di bawah). Tanah bekas pembangunan yang bergunduk-gunduk tak terpelihara dengan ilalang meninggi berbulan-bulan.

Sementara untuk membangun pekarangan itu butuh uang tak sedikit sedangkan tahun 2022 adalah tahun terberat secara keuangan karena ada begitu banyak dana harus kami keluarkan sebelum, selama dan sesudah pindahan. Alhasil hampir setahun tanah depan dan belakang kami diamkan.

Well, agak bohong sih sebenarnya!
Karena bukannya didiamkan benar-benar diam. Sambil menunggu uang terkumpul, sedikit demi sedikit aku mulai menanam beberapa tanaman succulent di sisi atas retaining wall, meratakan tanah sebisaku di setiap akhir pekan menggunakan alat seadanya lalu menutupnya dengan plastik penutup tanah supaya tidak ditumbuhi ilalang.

Baru pada bulan November 2022, Tuhan memperkenankan kami untuk punya uang guna membangun pekarangan.

Fase Kedua, membangun pondasi area patung

Pada akhir januari 2023, tepat setahun setelah pindah, akhirnya taman terselesaikan. Sebuah pencapaian yang bikin kami bernafas lega, Setelah taman jadi, aku mulai berpikir untuk membangun pondasi dengan batu bata untuk area tempat patung Bunda Maria akan kudirikan.

Modalnya nekat dan belajar dari Youtube serta memanfaatkan beberapa batu bata sisa pembangunan rumah yang ditinggalkan para tukang, petak itupun kuselesaikan.

Fase ketiga, membeli patung

Di sini lucunya.
Petak sudah kusiapkan tapi patungnya belum ada! Aku dan Joyce awalnya sepakat untuk membeli patung Bunda Maria pada bulan Oktober 2022. 

“Lho kan pekarangannya belum jadi?” tanya Joyce kepadaku waktu itu. 

Tapi aku ngotot, pokoknya beli dulu kebetulan pas bulan baik, Bulan Rosario, Oktober! Joyce setuju. Sejak beberapa bulan sebelumnya kami berikthiar menabung.

Tapi ikthiar tinggal ikthiar!
Uang tak bisa disisakan untuk ditabung karena bunga bank merangkak mempengaruhi tagihan bulanan, harga petrol meninggi dan harga kebutuhan pokok pun dengan tak tahu malunya ikut-ikutan menjadi makin mahal!

Ya sudah, lepas target Oktober 2022.

“OK! Kita beli bulan Mei 2023! Pas Bulan Maria!” Kupikir ada jeda waktu tujuh bulan cukuplah untuk menyisihkan uang dan membeli patung.

Kali itu Tuhan setuju!
Secara tak dinyana, aku mendapatkan rejeki lebih! Gak pakai pikir panjang, kami pergi ke toko yang menjual khusus barang-barang kristiani. Sebuah patung Bunda Maria setinggi kurang lebih sembilan puluh centimeter berbahan baku fiber warna putih kami bawa ke rumah. Patung itu kemudian kami bawa ke perayaan ekaristi untuk diberkati imam.

Fase keempat, rencana memasang

Lalu gimana memasangnya?

Aku yang biasanya percaya diri untuk belajar dari Youtube dan mempraktekannya, kali itu mengkerut takut. Ketakutanku bukan karena takut gagal tapi karena mendirikan patung itu sudah terkait hitung-hitungan teknis yang nggak boleh sembarangan. Gimana kalau ada angin besar lalu jatuh?

“Ya udah. mari kita panggil orang!” ujarku pada Joyce. Lagi-lagi masalahnya terpentok pada… uang.

“OK! Tiga bulan lagi ya! Oktober 2023! Kita kumpulkan uang lagi, kita cari orang dan kita dirikan!” Sementara itu patung kami letakkan di ruang dalam.

Sekitar bulan Agustus 2023 aku sudah menghubungi seorang pekerja yang tinggalnya konon tak terlalu jauh dari tempat tinggal. Referensi kami dapat dari seorang kawan, sesama Indonesia. “Kerjanya bagus, cepet dan hitungan perjamnya murah!” ujarnya meyakinkan.

Kamipun menghubungi dan sudah janjian untuk ketemu. Di tanggal yang ditentukan, ia mengabari bahwa dirinya jatuh sakit. Sebulan kemudian, akhir September, dia bilang sudah mendingan tapi harus catch up dengan beberapa kerjaan yang tertunda selama dia sakit. “Kutaruh you dalam atrian, tapi sabar ya…” ujarnya.

Target Oktober 2023, lagi-lagi lewat!

Fase kelima: Natal!

Sekitar bulan November 2023, karena sudah saking inginnya mendirikan patung, aku sempat nekat mau membangun sendiri. Joyce mengusulkan, “Ketimbang nggak yakin, mending kontak S.”

Ah bener juga! S adalah seorang Indonesia yang sudah kami kenal cukup lama. Dia seorang pekerja yang sering kami gunakan jasanya bahkan sejak tahun 2010! Aku sebelumnya tidak berpikir untuk menghubungi karena waktu itu dia bilang jadwalnya cukup padat.

Iseng akupun menghubunginya.
“Koh, aku mau bangun patung Bunda Maria. Udah beli patungnya, udah kusiapkan areanya tinggal Koko pasang.”

“Oh bisa, Donny. Kapan?”
“Hmmm… kali ini bukan tentang kapannya dulu Koh. hahahaha! Karena dananya mepet, kami pengen tahu berapa ongkosnya?”

“Donny… kalau kamu mau sabar, aku bisa bantu. Jangan takut soal biaya, aku gratisin!”

Hah! Ini…. ini menarik wkwkwkwkw…
Semula aku gak mau digratisin tentu saja tapi dia berkeras tidak mau diongkosi.

“Pokoknya sebelum Natal! Aku pengen kamu sekeluarga sudah bisa berdoa di depan patung Bunda pas hari Natal!”

Aku terharu!
Sangat sangat terbaru… 

Dua minggu menjelang Natal, S belum juga memberi kabar tentang hari H nya. Ia hanya memintaku untuk membereskan lahan yang karena sudah saking lamanya kuanggurkan, kembali ditumbuhi ilalang. Aku semprot racun ilalang dan kuratakan tanahnya. Seminggu sebelum Natal, S mengabari bahwa ia akan memasang pada Jumat, 22 Desember 2023. “Itu kerja hari terakhir sebelum Natal, Donny. Aku ke sana sore…”

Lalu yang terjadi adalah histori.
S dengan bantuanku mendirikan patung Bunda Maria di sudut kanan halaman belakang rumah.  Aku ingat, waktu Joyce melihat bahwa patung sudah didirikan, ia terharu dan meneteskan air mata. Aku? Jangan tanya!

Keesokan harinya kami langsung pergi untuk membeli beberapa plastik batu putih, serta tanaman untuk menghiasi area sekitar patung. Hari Sabtunya, tanggal 23 Desember 2023 aku menyelesaikan pemasangan batu putih dan tanaman bunga di sekitar kaki Bunda. 

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
(Pengkotbah 3:1)

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.