Para penghakim

12 Agu 2018 | Kabar Baik

Para tetangga Yesus yang melihatNya mengajar di tempat ibadah terheran-heran, ?Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu??(Mat 13:54)?Mereka menghakimi Yesus dari asal-muasalNya. Karena Ia anak Maria, karena Ia saudara Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas, karena Ia anak Yusuf yang tukang kayu.

Itulah sudut pandang penghakiman. Ada sudut pandang lain yang lebih ?asyik? yaitu sudut pandang ?meskipun? dan ?walaupun?.

Maksudnya, meskipun Ia anak tukang kayu, walaupun Ia anak Maria, saudara Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas, Yesus dipakai Tuhan dan diberi kuasa olehNya.

Manusia memang punya kecenderungan untuk menghakimi berdasarkan sekat karena keterbatasannya. Mereka yang dianggap hebat terasa normal-normal saja ketika ia berasal dari kotak bersekat yang sama dengannya atau yang selama ini dianggap istimewa. Tapi ketika ada orang yang menurut mereka hebat tapi berasal dari kotak dengan sekat yang biasa, cenderung dianggap rendahan dan sering dihina, mereka terheran-heran.

Dalam hatinya kagum tapi untuk menutupi rasa itu, ia berusaha sekuat tenaga untuk mengekspos kelemahan dan latar belakang si orang tadi.

Cucu tetanggaku di kampung berhasil menyelesaikan pendidikan kepolisian. Tak hanya itu, namanya mengemuka di seantero kampung karena dengar-dengar ia jadi salah satu anggota pasukan pengamanan presiden (paspampres). Semua orang tahu, tak sembarang polisi bisa mendapati posisi itu.

Tapi alih-alih mengelu-elukan dan bangga karena sekampung dengannya, beberapa mulut nyinyir malah mengemukakan hal yang tak sedap untuk didengar.

?Ah, dia itu cucunya PKI! Kakeknya pernah dibawa ke Nusakambangan, untung nggak sampai dibawa ke Buru (Pulau Buru -red)!? Atau ada lagi yang bersuara, ?Dia itu kan anaknya si A toh? Saudaranya ada yang down syndrome loh! Apa nggak takut dia juga ada bibit-bibit down syndrome ya??

Itulah sudut pandang penghakim. Orang bersudut pandang ?meskipun? dan ?walaupun? akan memandangnya begini,

Meskipun kakeknya pernah terlibat urusan PKI, meski saudaranya terkena down syndrome, meski ia anak kampung, tapi lihatlah? Tuhan memberikan kemampuan dan kesempatan yang luar biasa baik kepadanya!

Perbedaan sudut pandang tak hanya berpengaruh dalam bagaimana kita berhubungan dengan orang lain. Sudut pandang penghakiman cenderung membuat kita menghakimi diri sendiri dan berbuah hati yang kerdil dan gampang minder tak percaya diri.

?Ah, aku ini kan orang desa? Masa aku bisa sih dapat pekerjaan yang lebih layak dari ini??

Sementara kita yang menggunakan sudut pandang ?mesipun? dan ?walaupun?, memiliki peluang besar untuk menghargai diri sendiri yang berbuah rasa percaya diri nan tinggi.

?Meskipun aku orang kampung, meskipun papa mamaku tidak kaya tapi aku bisa mengerjakan dan mendapatkan apa yang kucita-citakan?

Kenapa? Karena orang yang menggunakan sudut pandang ?meskipun? dan ?walaupun? akan memandang Tuhanlah yang melayakkan dari setiap kelemahan serta keburukan kita seperti halnya Ia memberi kuasa pada Yesus seperti apapun latar belakang keluargaNya.

Silakan pilih mau yang mana?

Sydney, 3 Agustus 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.