Para pembunuh kebenaran

29 Agu 2019 | Kabar Baik

Hari ini Gereja Katolik memperingati Pesta Santo Yohanes Pembaptis, sepupu Yesus. Melalui Kabar BaikNya, kita diajak berkaca tak hanya pada peristiwa bagaimana Yohanes Pembaptis menemui akhir hidupnya tapi juga adakah kita berpeluang untuk menjadi satu dari antara mereka, para pembunuh kebenaran.

Yohanes Pembaptis, Herodes dan Herodias

Yohanes Pembaptis ditangkap Herodes karena ia menegor perilaku Raja Galilea itu? memperistri Herodias, istri Filipus saudaranya sendiri. ?Tidak halal engkau mengambil istri saudaramu!? (lih. Markus 6:18)

Awalnya Herodes tidak hendak membunuh Yohanes, ia hanya hendak menangkapnya saja. Hal ini terjadi karena Herodes diam-diam menyukai apa yang Yohanes ajarkan. Tapi pada akhirnya Herodes jatuh juga. Di acara ulang tahun Herodes yang dirayakan secara besar-besaran dan mengundang begitu banyak pembesar, perwira dan orang-orang terkemuka Galilea, anak Herodias menari di hadapan Herodes.

Tariannya membuai Herodes dan membuatnya berujar, ?Minta dari padaku apa saja yang kau ingini, maka akan kuberikan kepadamu!? Tak cukup dengan itu, Herodes mempertebal janjinya itu dengan sumpah, ?Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!? (lih. Markus 6:22-23)

Herodes, pembunuh kebenaran

Herodias yang sejak awal memang ingin supaya Yohanes mati, memanfaatkan hal itu. Ia menyuruh anaknya untuk meminta Yohanes dibunuh, ?? berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis!? (lih. Markus 6:24)

Herodes sedih, tapi ia tak mampu menolak karena sudah berjanji di hadapan orang banyak pula. Maka matilah Yohanes Pembaptis tak lama kemudian.

Kita dan kebenaran

Kisah di atas membawaku dalam permenungan yang lebih dalam. Tidak hanya tentang sosok Yohanes Pembaptis yang tegar membela kebenaran tapi tentang bagaimana kita bersikap pada kebenaran ketika dihadapkan pada kepentingan-kepentingan duniawi.

Yohanes Pembaptis melalui perkataannya yang mengingatkan Herodes bahwa mengambil istri saudara itu haram adalah gambaran kebenaran. Herodias yang membujuk Herodes untuk membunuh Yohanes Pembaptis adalah gambaran kuasa gelap. Herodes adalah gambaran manusia seutuhnya.

Kukatakan seutuhnya karena ya seperti itulah gambar manusia secara utuh. Di satu sisi mengakui kebenaran tapi di sisi lain ia begitu mudah terbuai keindahan semu yang ditawarkan kuasa gelap. Lalu dalam keterbuaiannya ia berkomitmen untuk mengikuti apapun yang diminta kuasa gelap termasuk jika ia harus ?memenggal? kepala kebenaran dan mematikanNya.

Pembunuh kebenaran

Sebuah berita memilukan kubaca pagi ini. Seorang wanita tega menghabisi nyawa suami dan anaknya sendiri. Pasalnya si wanita terjerat hutang hingga 10 milyar rupiah dan untuk itu ia ingin menjual rumah guna melunasinya. Keinginan itu tak disambut baik oleh sang suami. Ia pun gelap mata. Pembunuh bayaran disewa dan matilah suami dan anak kandungnya sendiri itu.

Wanita itu dalam konteks Kabar Baik hari ini adalah Si Herodes. Ia tentu tahu bahwa membunuh sesama apalagi suami dan anaknya sendiri adalah hal yang melanggar hukum dan kebenaran Tuhan. Tapi karena ia terjerat janji untuk membayar hutang yang besar, ia mau mengingkari hukum dan kebenaran lalu nekat membunuh orang-orang terkasihnya itu.

Gambaran tentang bagaimana manusia mengingkari kebenaran tak hanya terjadi pada hal-hal berat seperti pembunuhan di atas. Kita kadang jatuh dalam hal-hal yang justru kita anggap ?kecil? tapi secara prinsip tetap saja ?besar?.

Misalnya karena sudah kadung janji untuk tidak terlambat masuk kantor, seorang pengendara bermotor nekad masuk ke trotoar untuk memangkas waktu perjalanan. Kita tahu mengendarai kendaraan bermotor di atas trotoar adalah sebuah kesalahan. 

Setia pada kebenaran sejak hal-hal kecil

?Ah, tapi itu kan hal kecil, DV! Kenapa dipermasalahkan??

Justru dari hal-hal kecil kita harus belajar untuk setia pada kebenaran. Karena bagaimana mungkin kita bisa setia pada kebenaran saat dihadapkan  perkara-perkara besar jika dalam perkara kecil saja kita gawal?

Sydney, 29 Agustus 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.