Di antara jutaan kepandaiannya, manusia tak pernah bisa luput dari kelemahan-kelemahan mendasar yang tak tergapai pemecahannya. Salah satunya adalah membaca hati orang.
Kamu tak kan pernah bisa melakukannya meski untuk mengira-ira dan mengaku bisa adalah hak setiap orang.
Seseorang mengubah penampilannya menjadi agamis. Kebanyakan mengira ia mendapat pencerahan batin, kenyataannya? Bisa jadi karena alasan pencitraan atau siapa tahu justru karena diberitahu seseorang bahwa ia akan tampak lebih tampan jika mengubah penampilan demikian!
Orang takut terbang karena takut ketinggian! Tapi suatu waktu ia begitu bersemangat ketika seseorang menawarinya plesiran gratis ke luar pulau dan perjalanan itu harus ditempuh dengan pesawat! Ah, kalau sudah begini mana yang lebih benar, ia takut ketinggian (posisi) atau takut ketinggian (ongkos) tiket pesawat kalau harus beli sendiri?
Itu sekadar contoh-contoh kecilnya. Ibaratnya, manusia bisa menciptakan kapal selam untuk menjangkau dasar lautan, tapi hati orang adalah palung yang terdalam.
Tinggalkan Balasan