Orang Katolik sudah merasa tuntas kalau sudah ikut misa dan berdevosi?

21 Mei 2019 | Kabar Baik

Seorang kawan di grup WA Kabar Baik beberapa hari lalu hadir dalam sebuah acara diskusi di Pusat Pastoral Yogyakarta. Ia lantas membagikan hasil diskusi di grup WA dan berikut adalah kabar yang menurutku tidak mengejutkan tapi tetap saja memprihatinkan.

?Orang Katolik umumnya sudah merasa tuntas (tugasnya) jika sudah berdevosi!?

Iman seolah sudah terselesaikan dengan berdoa dan beribadah yang ditandai dengan datang ke perayaan ekaristi mingguan.

Padahal sejatinya tidak demikian. Seperti yang dikatakan Yesus hari ini kepada para murid yang hendak ditinggalkanNya,

?Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini.” (lih. Yoh 14:31)

Orang Katolik diajak untuk ‘pergi dari sini’

Orang Katolik diajak untuk pergi ‘dari sini.’
Ibarat nelayan, kita diminta untuk mengarahkan perahu ke tempat yang lebih dalam, tebarkan jaring karena di sana ikan banyak akan kita dapatkan. Kita diajak untuk terlibat aktif dan memberi kontribusi positif dalam hidup bermasyarakat yang majemuk.

Target kesaksian dan pelayanan kita tak melulu pada ?kalangan sendiri?. Untuk apa terus-menerus bersaksi pada umat yang sudah tahu dan sudah mengerti?Kecuali kamu memang maunya yang nyaman-nyaman saja dan terlalu alergi pada yang namanya resiko seolah hidup akan selamanya begini.

Meski tantangan untuk itu tidaklah mudah. Kita tidak mudah diterima, kadang mengalami penolakan bahkan pada titik tertentu kita dilawan, dikucilkan dan dimusnahkan. Tapi itulah tantangan dan kita tidak sendirian, Allah Roh Kudus menyertai kita hingga kesudahan nanti.

Don, kamu bicara soal kristenisasi?
Bukan! Melayani dan mengabarkan Kabar Baik tidak identik dengan kristenisasi. Lebih pada semangat untuk bersaksi dalam hidup bahwa Tuhan begitu mengasihi kita dalam setiap hal yang kita lakukan, itu sudah lebih dari cukup!

Pergi bukan meninggalkan

Tapi ?pergi dari sini? bukan berarti ?pergi untuk meninggalkan.?

Banyak yang menyalahartikan seolah kalau sudah ?disuruh pergi? maka ?pantang untuk kembali.? 

?Ngapain ke gereja lagi? Kan kita disuruh pergi untuk mengabarkan Tuhan? Apa kita masih perlu lagi ke Gereja??

Pergi bukan meninggalkan layaknya para nelayan yang berlayar ke tempat yang dalam pada malam hari untuk mencari ikan, tapi pada pagi hari, mereka memutar arah untuk kembali pulang. Manusia perlu rumah, perahu perlu tambatan di dermaga. 

Salah satu alasanku untuk tetap menggereja adalah karena aku tak menemukan jawaban selain ?Tidak mungkin!? bagi pertanyaan ini, ?Adakah mungkin seseorang mengasihi sesamanya jika Tuhan tak meniupkan kasih itu kepada kita??

Maka aku tahu kemana aku harus kembali karena sejatinya aku tak pernah ‘pergi’. Gereja Katolik adalah rumah. Perayaan ekaristi dan tradisi suci lain di dalamNya adalah perayaan dan tradisi Kasih yang turun-temurun sebagai ungkapan syukur atas Kasih yang boleh kita terima dan sebarluaskan dalam pelayanan kepada sesama.

Sydney, 21 Mei 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.