Orang besar dan pelajaran untuk jadi yang benar-benar besar

25 Jul 2017 | Kabar Baik

Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu
(Matius 20:26)

Tuh bener kan, Don! Yesus sendiri bilang kalau kita mau jadi yang besar, kita harus jadi pelayan! Tak ada gunanya sekolah tinggi-tinggi karena kalau kita jadi bos kita tak kan jadi besar!

Pendapat itu tentu salah dan hanya bisa dibenarkan oleh pemalas saja.

Tuhan menyampaikan hal di atas adalah untuk memberikan kita tantangan bahwa sehebat dan setinggi apapun jabatan yang kita miliki, jika kita tak mempergunakannya untuk melayani sesama, semua itu tidaklah berguna!

Kita dituntut menjadi seperti Yesus yang datang untuk melayani! Nah kalau Anak Allah itu mampu mengadakan mukjizat, apakah kalian pikir kita juga tak diberi kewajiban untuk melakukan mukjizat bagi sesama?

Kita harus jadi pembawa mukjizat bagi sesama dengan membagikan berkat yang datang dariNya. Misalnya kita ingin membantu seorang anak putus sekolah yang memerlukan bantuan besar untuk melanjutkan sekolah lalu kuliah. Bagi keluarga si anak tersebut hal ini tentu mustahil dan diperlukan mukjizat. Lalu kita datang untuk melayani. Jika kita tak sekolah tinggi dan tak berkarier cemerlang hanya karena kemalasan kita, apa yang bisa kita bawa dan lakukan untuk mereka?

Jadi ingin menjadi seorang yang besar? Belajarlah menjadi seorang yang benar-benar besar terlebih dahulu tapi ketika Tuhan memanggil kita untuk melayani, kita rela menanggalkan dan melepaskan kebesaran itu untuk menjadi pelayan bagi sesama!

Di titik itulah kita akan ‘dibesarkan’ oleh Allah!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.