Olga dan Jessica

3 Mei 2012 | 150 kata, Cetusan

Tayangan televisi, bagiku kalau tak bisa dipercaya ya bisa memperdaya penontonnya.

Siaran berita nasional. Orang yang ngakunya berpikir positif menganggap siaran seperti itu memperdaya orang untuk tunduk pada mitos bahwa Indonesia adalah negara rusuh dengan sejuta problematika.

Sebaliknya, orang yang apriori terhadap ‘kebangsaan’ berkata, “Nah, liat sendiri kan betapa busuknya bangsa kita!”

Orang yang terlampau malas mencelikkan mata, memilih membenamkan diri pada fantasi yang ditawarkan sinetron. Mereka menyebutnya sebagai “Bagaimana hidup dan cinta yang ideal!”?Sementara orang yang sok realistis akan bilang sebaliknya, sinetron bak perusak generasi muda karena melenakan dan tak rasional.

Orang yang sangat mudah percaya tentu akan menganggap bahwa Olga Syahputra dan Jessica Iskandar itu sama-sama sedang dimabuk asmara.
Meski tak sedikit pula yang beranggapan itu adalah gimmick marketing semata.
Sayangnya, aku memilih berbaris di yang ‘tak sedikit’ itu :) Kalian?

“Siapa yang membutuhkan imajinasi, jika kita sudah punya televisi.”
(Melancholic Bitch)

Sebarluaskan!

17 Komentar

  1. Hihihi klo aku sih udah dari dulu gak percaya deh. Mas Donny masih sering nonton tv lokal toh? itu quote dari “Melancholic Bitch” bagus..

    Balas
    • aku sempet setengah percaya, hehe
      soalnya, kalo Olga yang naksir Jessica, itu mungkin banget. Kalau sebaliknya? nggak tau lagi :) yaaa kan kalo mau serius sampe nikah kan yang penting bukan cuma cari calon suami yang kaya, tapi hal2 lain juga dipertimbangkan *ini kenapa aku jadi nggosip sendiri?*

      Balas
  2. aku masuk yg tak sedikit sajalah , you know why … he..he…

    Balas
  3. *manggut-manggut*
    oh, ngono yo don?
    nggak punya tivi sih. jadi masa bodohlah dengan yang ada di tivi :D

    Balas
  4. saya malah ga tahu ada gossip seperti itu… lebih parah lagi dong.. ya ga ikut nonton tv… di australia nonton gossip juga ya Don?

    Balas
  5. Mulai sekarang, aku mesti bagi waktu nonton acara tipi (padahal sangat membenci acara beginian)
    Halah,… si Om ini ko’ malah seneng nonton acara ‘gimmick’ begini *eh…. :p

    tapi lebih baik dari pada nonton berita,… ngga ada tsunami, ya korupsi… lebih mirip injeksi besar2an kepada kalangan bawah untuk membenci pemerintahan :D

    Balas
  6. aku nontin tvnya yg nyata2 aja mas.. model2 sepakbola.. yg lain denger berita dr gosipan orang kantor aja deh.. :p

    soal olga.. sama kayak daus mini punya anak.. rasanya susah dipercaya gt.. hmm..

    Balas
  7. agree, sepertinya sih begitu. ketoke gen tetap jadi berita to

    Balas
  8. aku memilih tak membuang waktuku menontonnya :D

    Balas
  9. Olga yang mana sih? *katrok mode on

    Balas
  10. Kalo gue sih gak percaya…, alasan gue
    1.Olga tuh banci, temen gue satu sma ama dia dan tau gimana keseharian olga
    2.Jessica itu songong, dia gak laku di dunia entertainment,makanya nebeng ama popularitas si banci terkutuk itu
    3.RCTI itu televisi sampah, sejak dipegang Harry Tanoe, acaranya gak mutu,mulai dari dahsyat sampe sinetron2nya semuanya sampah, kecuali doraemon
    4.cari aja di kaskus, semua orang udah tau siapa olga
    5.silahkan liat di detik forum : http://forum.detik.com/chand-kelvin-berondongnya-olga-syahputra-t416074p8.html

    Balas
  11. Karena aku dulu pernah disangka pacar/tunangan/calon istri dari seorang temen yang seperti Olga, jadi untuk percaya berita itu rasanya kok terlalu naif ya :)

    Balas
  12. Aku udah lama ketinggalan gosip-gosip infotainment… males liatnya… mending nonton serial detektif atau Discovery channel…

    Balas
  13. halah paling cuma gimmick marketing doang, tapi apa yg dijual haha

    Balas
  14. Astaga Don, kamu bener2 pemerhati televisi kita ya? :D
    I even don’t give a damn about those two, at least not until you wrote it here hahaha

    Balas
  15. Ngikut yang podo ngertine ne’ TV ki kakehan isine mung juwalan thok *belagu ngomong boso Jowo ksrimpet-srimpet*.

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.