Ngapain harus baik ke orang lain kalau mereka tak mem-baik-i kita?

27 Jun 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini 27 Juni 2017

Matius 7:6, 12 – 14
“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

Renungan

Aku tertarik dengan cara Yesus mengintisarikan seluruh Hukum Taurat yang konon jumlahnya ada 613 itu menjadi satu kalimat ringkas nan padat, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.”

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah hal itu masih berlaku di jaman modern ini? Adakah kamu benar-benar mendapatkan apa yang kamu harapkan dari orang lain semata karena apa yang sebelumnya sudah kamu lakukan terhadap mereka?

Boro-boro, Don! Gue ngutangin orang karena dia kepepet, waktu dia udah longgaran, uang gue nggak dikembaliin dan gue malah difitnah di belakang! Paribahasa lawas bilang, air susu dibalas dengan air tuba, kebaikan yang kita lakukan dibalas dengan kejahatan.

Nah! Gimana kalau begini?

Barangkali karena itu pula banyak orang berkeputusan untuk tak mengindahkan Taurat dan memilih bersikap ‘dingin’ terhadap sesama. Tak perlu terlalu baik, cuek aja yang penting nggak nyakitin.

Adakah cara hidup demikian adalah cara hidup yang dikehendaki Allah?

Tentu tidak! Kita tetap diwajibkan untuk berbuat baik kepada sesama, kita diwajibkan mengikuti Taurat tapi sejatinya kita tidak akan pernah berhasil menjalankannya kalau tidak menggunakan Hukum Kasih sebagai asas dari segala asas.

Hukum Kasih inilah yang dibawa Yesus, Putera Allah, untuk menggenapi Taurat yang ditulis para nabi-nabi sebelumNya.

Seperti apakah Hukum Kasih itu?
Misalnya, ketika kita disakiti padahal kita telah berbuat baik, Yesus mengajak kita untuk mendoakan dan mengasihi mereka. (bdk Lukas 6:27). Atau ketika kita ditampar pipi kananmu berikanlah juga pipi kirimu (bdk Matius 5:39) dan masih banyak lagi…

Wah, berat dong?
Tergantung atas dasar apa kamu berbuat baik. Kalau kamu berbuat baik karena manusia, Nabi Yesaya dalam buku ke-2 ayat 22 berkata, “Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?”

Berbuatlah baik kepada sesama karena Tuhan. Karena Ia sudah lebih dulu mengasihi dan memberikan segala kebaikannya melalui Yesus.

Hahaha!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.