Nabi asli nabi palsu nabi KW nabi imitasi

18 Des 2018 | Kabar Baik

Kita sering mendengar wejangan, ?Waspadalah terhadap nabi palsu!? dan menurutku akar dari hal tersebut adalah perkataan Yesus berikut ini: 

Jawab-Nya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.? (lih Lukas 21:8)

Lalu kita jadi benar-benar waspada terhadap para nabi palsu dan itu adalah sikap bagus karena kita percaya hanya kepada Yesus, Anak Allah dan juru selamat yang hidup.

Tapi pernahkah berpikir bahwa kitapun berpotensi untuk menjadi salah satu dari nabi palsu itu?

Gak percaya?
Menyatakan secara publik bahwa seseorang sebagai nabi palsu menurutku adalah tanda bahwa kita inilah nabi palsu yang sebenarnya! Kenapa? Karena kita bukan Tuhan! Kecenderungan kita untuk menuding orang lain sebagai yang palsu memberikan persepsi pada orang lain seolah kita ini yang bukan palsu!

Kita tidak pernah punya hak untuk menghakimi orang lain berdasar palsu tidak palsunya semata karena kita ini manusia lemah yang ?tak mengerti apa-apa?. Kita hanya diberi hak untuk mengikuti-tidak-mengikuti seseorang berdasarkan keputusan kita sendiri.

Kalaupun lantas kita ingin memberi tahu orang lain tentang kepalsuan seseorang yang lainnya haruslah dalam sikap yang sangat hati-hati, tidak untuk menjatuhkan yang kita tuduh dan menghormati apapun pilihan orang lain tadi: mengikuti atau tidak mengikuti.

Andaipun orang lain tadi mengikuti, jangan marah. Kalau orang lain tadi memutuskan untuk sama-sama tidak mengikuti, jangan senang dulu karena belum tentu yang kalian tolak itu nabi palsu. Ingat, kebenaran itu tidak ditentukan dari suara terbanyak seperti pilihan presiden! Artinya, kalaupun tidak diikuti seluruh penduduk di bumi, yang namanya kebenaran tetaplah kebenaran.

Bisa jadi yang kamu anggap palsu itu ternyata benar dan yang benar itu ternyata palsu! Nah bingung, kan?

Makanya daripada menghabis-habiskan energi untuk menilai palsu-tidaknya orang lain lebih baik mari kita gunakan energi itu tadi untuk semakin memurnikan kita sendiri!

Sudah murnikah iman kita terhadapNya? Sudah tidak palsu lagikah motivasi kita ketika bicara tentangNya?

Sydney 18 Desember 2018

Jangan lupa isi Survey Kabar Baik 2018. Hasil isian kalian dalam survey tersebut sangat mempengaruhi bagaimana pola tulisan dan distribusi renungan Kabar Baik ini akan berkelanjutan. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.