Sebagai orang Jogja, aku bangga membaca laman facebook teman memuat berita tentang bagaimana rakyat Jogja turun ke jalan bertoleransi terhadap perbedaan agama, meski di akhir cerita aku cukup mengernyitkan dahi ketika kutemukan satu foto spanduk?bertuliskan, “My religion is not better than yours!”
Sekilas mungkin terbaca indah apalagi di tengah iklim begitu maraknya orang memaksakan agamanya ke orang lain.
Tapi pertanyaannya, tepatkah? Apakah si penggagas spanduk telah membuat perbandingan yang benar-benar antara agamanya dengan semua agama orang lain, sehingga ia tahu kadar pembandingnya? Atau apakah hal itu dilakukan semata supaya tercipta ‘damai’ dan ‘toleran’?
Bagiku, agama adalah ageman (-jw), pakaian. Apa yang kupakai adalah yang terbaik. Aku tak punya kewajiban untuk membuat semua orang berpakaian sama denganku meski aku harus menampakkan yang terbaik dari apa yang kukenakan.
Jadi,bagiku agamaku adalah yang terbaik. Yours? I have no idea. I’m not interested to know…
Tinggalkan Balasan