Musuh terbesar pun tahu siapa yang jadi juaranya…

5 Sep 2017 | Kabar Baik

“Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”
(Lukas 4:34)

Persoalan antara Tuhan dan Setan itu bukan lagi siapa yang menang melawan siapa.

Kabar Baik hari ini sebenarnya pengakuan dari setan bahwa Yesus adalah yang kudus dari Allah, “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” (bdk Lukas 4:34).

Tapi yang juga menarik dari Kabar Baik hari ini yang mungkin sering tak terpikirkan adalah bagaimana Lukas memaparkan bahwa ada orang kerasukan setan di dalam rumah ibadat padahal rumah ibadat itu identik dengan Rumah Tuhan, kan?

Aku memandang kejadian kerasukan ini justru amat menarik karena dua alasan.

Pertama, orang-orang di sekitar jadi tahu dan para murid yang datang bersama Yesus juga kuyakin makin diteguhkan karena bahkan musuh terbesar pun mengakui kekudusan Yesus yang berasal dari Allah.

Kedua, satu orang kerasukan setan dan berteriak dengan suara keras membuat ia diselamatkan karena setan lantas dikeluarkanNya. Bayangkan, berapa orang yang ada di rumah ibadat yang kerasukan setan tapi tak berteriak dan malah menyembunyikan identitas setan yang menguasai dirinya? Bukankah itu lebih berbahaya?

Aku ingin mengangkat fenomena pelecehan seksual yang dilakukan oknum imam Katolik terhadap umat dalam renungan ini. Kita sering dikejutkan kok bisa hal itu terjadi, bukankah mereka, para oknum imam itu berada di Rumah Tuhan?

Aku juga ingin mengangkat fenomena penyelewengan uang yang dilakukan tak hanya oknum imam tapi juga oknum pengurus paroki dalam Gereja. Kok bisa hal itu terjadi bukankah itu uang persembahan dari hati umat yang paling tulus?

Adakah itu semua pertanda bahwa Tuhan tak punya otoritas terhadap rumahNya sendiri? Atau kuasa yang ada di dalam diri oknum itu lebih kuat dariNya? Atau jangan-jangan Tuhan tak ada lagi di rumahNya?

Dengan menggunakan ‘analisaku’ tentang kejadian kerasukan seperti ditulis dalam Kabar Baik hari ini, kita memandang fenomena pelecehan seksual dan penyelewengan keuangan itu sebagai satu bentuk keprihatinan yang mendalam namun sekaligus menyemangati kita untuk terus mendoakan semoga segala kebusukan yang terjadi di dalam lingkungan Rumah Tuhan bisa semakin terkuak sehingga bisa dibersihkan dan setan pun dikeluarkan tak hanya dari tubuh para oknum tapi juga dari sudut-sudut senyap rumah ibadat.

Tak hanya dari oknum imam dan oknum pengurus paroki tapi juga dari umat, dari kita yang barangkali tersadar bahwa kita ‘kerasukan’ tapi dengan sadar pula menyembunyikan ‘kerasukan’ tersebut karena sudah terlanjur nyaman dengan gelimangan dosa.

Persoalan antara Tuhan dan Setan itu bukan lagi siapa yang menang melawan siapa karena untuk itu musuh terbesar pun tahu siapa juaranya… Persoalannya adalah lebih pada keterbukaan manusia untuk mengakukan dan meneriakkan segala salah dan hal-hal buruk yang merasukinya sehingga ia dibersihkan dan dimurnikan di dalam kuasa namaNya yang Maha Kudus itu!

Mt Buller, 5 September 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.