Munir adalah terang, Malala adalah terang, Basuki adalah terangnya tjahaja!

13 Jun 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini 13 Juni 2017

Matius 5:13 – 16
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Renungan

Masih ingat Willis Canteen?
Sekitar sebulan lalu, cerita tentang bagaimana pemilik warung masakan ala Indonesia di Sydney itu mengunggah postingan-postingan sarat kebencian dan berbau SARA mengemuka di seantero jagad social media!

Namaku dan nama Hendra Ong, seorang warga Indonesia yang tinggal di Sydney, ikut terbawa-bawa. Kami jadi ‘bulan-bulanan’ di kalangan orang-orang Indonesia di sini.

Apa pasal?
Aku menuliskan pengalaman Si Hendra yang mendatangi warung dan memaafkan Indra, pemiliknya, sehari setelah isu berkibar kencang. Tulisanku itu lantas tersebar viral ke penjuru sosial media.

Ada yang bilang aku dan Hendra sok suci, pahlawan kesiangan, dibodoh-bodohin dan dikata-katain mulai dari yang halus hingga kasar, beragam!

Beruntung hal itu berlangsung tak lama. Beberapa hari kemudian, gaungnya meredup dan hidup kembali seperti biasa.

Tapi jika menengok ke belakang, apa kulakukan saat itu tak kusesali sama sekali untuk selamanya.

Dari situ aku belajar tentang bagaimana menjadi seperti yang dikatakan Yesus hari ini, “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.”

Ih, pede banget kamu?
Pede dong! Kan memang ketika Yesus mengatakan ‘kamu’ maka itu tertuju pada kita yang percaya kepadaNya!

Ih, sombong banget kamu?
Bukannya sombong tapi kenyataan bahwa kalau bukan kita lantas siapa lagi yang mau menjunjung dan mewartakan nilai-nilai luhur yang diwartakan Yesus sendiri yaitu tentang memaafkan dan mengasihi mereka yang telah menyakiti?

Katakanlah aku dan Hendra itu level pemula, di luar sana ada banyak yang berbuat lebih besar daripada kami.

Tercatat nama Munir, pembela orang-orang lemah. Ia menyuarakan ketidakadilan saat rejim berkuasa di Tanah Air seolah tutup telinga atas orang-orang yang konon dihilangkan secara politik. Munir pun dihilang. Ia diracun hingga mati di atas pesawat menuju ke Belanda. Munir adalah terang dunia.

Malala Yousafzai, blogger dan aktivis Pakistan yang rajin menyuarakan pentingnya pendidikan untuk wanita, sesuatu yang dilarang oleh Taliban di Pakistan barat laut sana. Ia disingkirkan bahkan diancam untuk dibunuh. Tapi dunia melihatnya sebagai terang yang memendarkan cercah ke sekitarnya.

Basuki Tjahaja Purnama, mantan gubernur DKI Jakarta. Ah… apa masih perlu kutulis lebih banyak tentang dia? Tentang kiprahnya? Tentang suara lantangnya dan tentang cahayanya? Ia adalah terang dunia! Ia disingkirkan, difitnah, diancam dan kini harus meringkuk di penjara karena hal yang banyak orang percaya tak pernah dilakukannya.

Kamu adalah terang, kita adalah terang. Mari bersama-sama menerbitkan pagi bagi kelam!

Tulisan tentang Willis Canteen bisa dibaca di sini dan di sini.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.