Mungkinkah Ia membuat yang mustahil jadi benar-benar mustahil untuk terjadi?

19 Des 2017 | Kabar Baik

Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”
(Lukas 1:18)

Tiada yang mustahil bagi Tuhan termasuk ketika Zakharia dan Elizabeth, sepasang suami-istri yang sudah tua (dan Elizabeth pun mandul) dikaruniai anak.

Jadi, ketika menghadapi satu permasalahan berat dan rasanya tak mungkin diselesaikan, kita harus terus bekerja keras dan optimis untuk bisa lepas dari jeratnya karena tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan.

Tapi kalau demikian, kenapa kawan kita yang aktif di pelayanan itu tak kunjung punya anak, Don?Bagaimana juga dengan orang tua kita yang telah meninggal dunia? Mereka sakit, kenapa Tuhan tak membuat sembuh bukankah tak ada yang mustahil bagiNya?

Di atas semua kuasa, Tuhan punya kehendak. Ia menjalankan kuasa berdasarkan kehendakNya, jadi kalau tak berkehendak ya mana bisa jadi?

Lagipula jangan berkecil hati saat hal yang mustahil tapi amat kita harapkan terjadi tak dikabulkan Tuhan. Berpikirlah bahwa sejatinya Tuhan telah banyak mengubah kemustahilan di masa lalu yang tak kita sadari dan karena keterbatasan manusiawi kita, tak kita mengerti.

Beberapa waktu lalu, melalui Facebook, aku berhubungan dengan seorang yang baru saja jadi teman meski aku mengenalnya sejak lama.

Kok?
Dulu dia adalah musuhku. Ia dari sekolah yang ?secara tradisi? jadi musuh sekolahku. Tapi seiring berjalannya waktu, dua puluh tahun kemudian, kami berhubungan lagi dan segalanya membaik seolah tak ada masa lalu kelam yang pernah kami enyam.

Suatu waktu, sambil bersenda gurau, kawan baruku tadi bilang begini,

?Eh, Don.. aku baru mau cerita sekarang. Mau dengar??

?Oh, gimana?? tanyaku.
?Ingat nggak dulu kita ketemu saat tim basket sekolah kita bertanding di GOR Among Rogo, Jogja??

Aku mengingat-ingat sebentar, ?Ya, ingat??
?Ingat nggak sepulang dari sana kamu dulu jalan kaki bareng teman-temanmu ke asrama??

?Iya? kenapa??
?Beruntung kamu bisa selamat!?

Aku kaget, ?Waduh?kok bisa??
?Kamu dulu kukuntit dari belakang. Aku dan tiga orang kawanku, kami sudah bawa belati dan pipa besi untuk nggebukin kamu??

Aku tercekat?
?Tapi anehnya, tiba-tiba dari belakang ada seorang polisi yang mengendarai sepeda motor menghentikan laju kami. Kami digiring ke kantor polisi dan diperkarakan meski keesokan paginya, papa-mamaku membebaskanku??

Aku belum sempat menjawab, ia berkata lagi, ?Padahal waktu itu sudah lewat tengah malam, masa ada polisi patroli malam-malam??

Aku tercenung.
Benar juga! Siapa yang menyuruh polisi tengah malam buta melewati jalan itu? Siapa yang memberinya keberanian untuk menghentikan ?kawan baruku? dan teman-teman gerombolannya itu?

Orang yang tak percaya Tuhan bisa berkata bahwa semua itu terjadi karena kebetulan tapi bagiku, peristiwa di atas cerminan bahwa Tuhan bekerja membuat segala sesuatu yang semula mustahil melalui caraNya sendiri.

Jadi? Jangan mematok kemampuan dan kuasa Tuhan hanya dari bagaimana Ia tak mengabulkan permintaan kita, tapi tengoklah ke belakang bukankah semua yang terjadi hingga sekarang saat kalian membaca tulisan ini adalah karena kuat kuasa Tuhan? Bersyukurlah!

Sydney, 19 Desember 2017

Jangan lupa mengisi survey Renungan Kabar Baik 2017 di sini.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.