Mulutmu harimaumu? Cerdiklah seperti ular dan tuluslah bak merpati!

19 Okt 2017 | Kabar Baik

Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.
(Lukas 11:54)

Pernah dengar istilah mulutmu harimaumu atau jempolmu harimaumu?

Banyak orang zaman now dilaporkan ke pihak berwajib dan diproses sesuai hukum karena apa yang diucapkan, dan kalau masa kini di era social media, apa yang dipost ke linimasa dirasa menyinggung dan menebarkan kebencian.

Hal itu rupanya terjadi juga di era Yesus. Apa yang dikatakanNya dalam pengajaran-pengajaran di rumah ibadat dinilai amat menampar para ahli taurat serta orang-orang Farisi. Eksistensi mereka terancam maka seperti ditulis Lukas hari ini, mereka mengintai, mencobai Yesus supaya Ia terperangkap.

Tapi Yesus cerdik. Ia tidak takut tapi Ia juga tidak gegabah menyerahkan diri terlalu cepat. Kenapa? Karena waktuNya belum tiba.

Apa sih yang dimaksud dengan ?waktuNya belum tiba? itu? Dalam kerangka spiritual barangkali adalah ?waktu yang dikehendaki Tuhan belum tiba? tapi dalam kerangka manusia aku menerjemahkannya sebagai istilah yang melukiskan bagaimana sebisa mungkin kita menuntaskan tanggung jawab dan tugas sebelum akhirnya ?menyerah?.

Seperti kita ketahui, Yesus punya tujuan hendak menuju Yerusalem sebelum akhirnya ditangkap. Ia tidak mau membiarkan diriNya ditangkap sebelum sampai ke kota terbesar di daerah Yahudi itu karena kalau demikian maka tanggung jawab dan tugasNya untuk menyebarkan Kabar Baik di kota-kota lain tidak terlaksana.

Baru setelah semua cukup, Ia pun menuju ke Yerusalem untuk kemudian ditangkap dan disalib hingga mati.

Kita pun diingatkan Yesus hari ini untuk cerdik. Menyuarakan kebenaran dan menjadi saksiNya adalah tugas. Namun karena masih banyak yang belum terselesaikan, kita harus menjaga mulut dan jempol agar tak asal mengaum layaknya harimau.

Aku ingin menutup renungan ini dengan membawa lagi apa yang dikatakan Yesus seperti ditulis Matius, ?Lihat, Aku mengutus kamu?seperti?domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu?cerdik?seperti?ular?dan?tulus?seperti?merpati.?

Jadi, cerdiklah! Tidak takut tapi juga tidak gegabah!

Sydney, 19 Oktober 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.