Uang, bagaimanapun juga adalah daya tarik yang tak pernah berkesudahan.?Ia merasuk dalam hampir setiap sendi kehidupan dan entitas-entitas yang ada di dalamnya baik dalam artian positif maupun negatif.
Demikian juga dengan blog!
Monetizing blog adalah sebuah trend yang menarik; terlebih ketika menulis tanpa motivasi uang jadi terlalu membosankan. Bayangkan, menjalankan hobi nulis, dibayar!
…termasuk aku yang dari dulu selalu mengobarkan semangat untuk ngeblog tanpa mengharapkan bayaran karena bagiku biasanya blog yang sudah termonetized akan tak terlalu menyenangkan untuk dibaca…
Tapi sungguhpun demikian, tak semua orang sebenarnya suka terhadap trend tersebut, termasuk aku yang dari dulu selalu mengobarkan semangat untuk ngeblog tanpa mengharapkan bayaran karena bagiku biasanya blog yang sudah termonetized akan tak terlalu menyenangkan untuk dibaca lagi karena kontennya biasanya akan banyak mengacu ke produk yang sedang ia ‘tawarkan’.
Tapi itu toh hanya sekadar prinsip, pandangan. Hal itu tak lantas membutakan mataku untuk hadirnya banyak kawan baru di media online meski mungkin mereka tak ‘sealiran’ denganku. Justru, bagiku keberagaman konsep berpikir dan pola hidup, selama tak saling menganggu adalah sesuatu yang memperkaya hidup dan salah satu dari mereka adalah Mubarika Darmayanti.
Punggawa IDBlognetwork sebuah jaringan iklan online bagi blog berbahasa Indonesia yang cara kerjanya mengintegrasikan iklan dengan blog milik anggota jaringan itu, adalah seorang kawan baik.
Meski belum pernah bertemu, ada interaksi inter-personal antaraku dengannya yang membuatku memiliki kesan, Mubarika ini orang yang baik!
Tapi tentu bukan karena kebaikannya saja maka ia ‘kuseret’ untuk kuinterview di sini, tapi justru karena keberhasilannya mengusung ID Blognetwork adalah yang menarik untuk dikulik meski sekalipun aku tak pernah berniat untuk ikut masuk ke dalamnya, tentu saja :)
Sebenarnya bagaimana awal cerita terbentuknya IBN itu, Mbak?
Awalnya saya dan Kukuh (Kukuh TW – red) bertemu karena berada dalam sebuah project milik klien saya. Saat itu saya sebagai sales manager sebuah adnetwork, sementara Kukuh di-hire sebagai Project-developernya . Pada sebuah diskusi mengenai trend digital di Indonesia, kami sepakat untuk membuat platform iklan berbasis konten yang berkualitas dan memiliki targeting behaviour dan mencerminkan minat konsumen.
…blogger dengan postingan mereka itu kan terkenal dengan unique content, citizen journalism dan ?mouth to mouth? recommendation dan ini ?nilai lebih? sebuah blog dari konten-konten website ?perusahaan?.
Lalu kenapa konten itu diterjemahkan sebagai posting blog?
Karena blogger dengan postingan mereka itu kan terkenal dengan unique content, citizen journalism dan ‘mouth to mouth’ recommendation dan ini ?nilai lebih? sebuah blog dari konten-konten website ‘perusahaan’.
Kapan IBN mulai berdiri?
Kukuh menyelesaikan platform IBN dan 50 member (para blogger) terkumpul pada 01 Agustus 2010 dan hari itu kami resmikan sebagai hari lahir sekaligus dimulainya campaign pertama dua hari kemudian.
Siapa klien pertamamu waktu itu?
Telkom Flexi.
Total nilai kampanyenya?
250 juta.
Wow! Lalu dari 50 member awal mula itu hingga sekarang mekar jadi berapa?
Saat ini jumlah blogger member yang terdaftar adalah 12.067 blog (per 2 oktober 2013 -red)
Wah, berarti sudah lebih dari 200 kali lipat ya! Tapi dengan adanya ads network seperti IBN, apa kamu nggak takut dilindas mereka yang sudah besar dari luar negeri seperti Adsense misalnya? Strateginya?seperti apa?
Kalau dari segi teknologi, platform dan bentuk iklan, IBN sebenarnya sama saja dengan Adsense, dan lainnya. Keunikan kami barangkali karena kami paham ‘taste’ ala Indonesia. Kami tahu apa yang klien mau dari ‘pasar’ Indonesia. Ibarat kata, IBN ingin jadi ‘teh botol’ bagi minuman soda merk ternama.
Mungkin juga karena kami lebih memanusiakan ‘engine’ IBN sehingga kawan-kawan blogger member menjadikan IBN sebagai salah satu platform yang mereka pilih. Dan karena kemanusiawiaannya itu, para brand dapat percaya kampanye digital yang mereka punya pasti akan berjalan sesuai harapan menggunakan platform kami. Hasil yang mereka raih otomatis akan menjadi gambaran kuat dan akurat dari konsumen dan calon konsumen mereka, bukan hanya berdasarkan estimasi CTR dan effective CPA seperti yang network-network lain punyai.
Sekarang mari kita bicara ‘engine’ IBN yaitu para bloggernya. Sebesar apa sih peran IBN terhadap mereka?
Dari apa yang kami dengar dan memang selalu kami canangkan, IBN memberi alternatif platform lokal dengan iklan korporasi. Selain itu, kami juga secara tidak langsung mengajarkan member untuk memproduksi konten positif, jauh dari SARA juga pornografi karena itu adalah syarat-syarat konten yang dimaui klien.
Tapi secara otentik, ada nggak bukti bahwa IBN mampu mengangkat harkat ekonomi membernya?
Ada! Salah satu member IBN yang menurutku berhasil adalah Sanjaya Yasin. Ia berasal dari pelosok NTB, melanjutkan kuliah dengan menjadi care-taker di sebuah madrasah. Keadaan ekonominya waktu itu belum mapan. Ia lalu belajar internet secara otodidak lalu masuk ke facebook groupnya IBN. Dari situ banyak kenal blogger-blogger yang mengajarinya membuat blog dan memproduksi tulisan. Dan sekarang, incomenya dari IBN sekitar 3-10 juta rupiah per bulan! Dari situ ia bisa melanjutkan kuliah, membiayai adik-adiknya sekolah dan memberi modal usaha kepada ibunya di kampungnya sana.
Kalau profesi blogger yg monetizing telah ada saat seluruh infrastruktur IT belum familiar, barangkali mereka dianggap punya pesugihan…
OK, Mbak. Terlepas dari begitu banyak manfaat terutama finansial ketika sebuah blog di-monetize-kan, ada pihak yang tak setuju dengan adanya monetizing blog dengan berbagai macam alasan. Menurut Mbak, bagaimana?
Saya melihatnya sebagai sebuah new job opportunities yang timbul berdasarkan kemajuan jaman, perkembangan teknologi serta trend generasi sekarang. Kalau profesi blogger yg monetizing telah ada saat seluruh infrastruktur IT belum familiar, barangkali mereka dianggap punya pesugihan karena seseorang tanpa tampak bekerja secara ‘fisik’ tiba-tiba jadi jutawan. Hahahaha…
Tapi jaman sekarang gained income dari online sudah bisa dijelaskan secara rasional, walaupun tetap saja beberapa dari generasi sebelumnya, seperti orangtua saya contohnya, masih belum bisa menerima “kenyataan” anaknya memiliki bisnis dari hal yang tidak memiliki wujud fisik.
Bila pekerjaan/profesi dikerjakan secara profesional, fokus dan tekun, sumber dana halal ya berarti orang tersebut bekerja dengan melihat kesempatan untuk kehidupannya yang lebih baik. Sah-sah saja kan, Mas? :)
Semakin unik dan segmented isi konten, akan semakin mudah mendapatkan advertiser.
Ic, pertanyaan terakhir, setelah begitu lama berada di IBN, apa tips dari Mbak Mubarika tentang blog yang bisa berpotensi mendatangkan uang yang banyak?
Blogger sebagai publisher semakin dihargai dan diakui kepiawaiannya dalam membuat konten. Semakin unik dan segmented isi konten, akan semakin mudah mendapatkan advertiser.Terbukti sekarang ini, iklan (baik melalui adsense dan ads network spt IBN) menyasar audiences yang mencari konten tertentu. Semakin bagus konten, semakin tinggi trafik, semakin banyak peluang mendapat penghasilan. Sesederhana itu kok mas…
Tinggalkan Balasan