Motivasi Herodes, motivasi kita

28 Sep 2017 | Kabar Baik

Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.
(Lukas?9:9)

Sebenarnya tak ada yang tahu apa motivasi Herodes yang sebenar-benarnya untuk bertemu Yesus.

Banyak yang bilang, Herodes ingin bertemu untuk membunuh atau setidaknya memenjarakan Yesus. Kenapa? Herodes takut kehilangan popularitas kalau Yesus terus dibiarkan untuk berkeliaran.

Pada akhirnya Herodes memang berkesempatan bertemu dan saat itu ia mencemooh Yesus sebelum akhirnya mengembalikanNya lagi ke Pilatus untuk kemudian disalibkan. Tapi kejadian itu kan terjadinya nanti. Di titik dimana kejadian ini terjadi seperti yang ditulis Lukas hari ini yang kuperkirakan beberapa bulan atau tahun sebelum penangkapan Yesus terjadi, aku tak berani menafsirkan apa yang ada di benak Herodes?

Namun, satu hal yang jelas bisa dianggap sebagai satu kesalahan dari Herodes adalah, jika ia memang berniat untuk bertemu denganNya, ia bisa saja datang sewaktu-waktu ke tempat dimana Yesus dan para muridNya beracara, entah itu di rumah-rumah ibadat ataupun di tempat-tempat umum seperti yang dilakukan seorang perwira romawi yang meminta kesembuhan hambanya yang sakit kritis seperti yang pernah kutulis di sini.

Pelajaran Herodes hari ini membuatku berpikir bahwa ketika seorang ingin bertemu denganNya, hendaklah hal itu dilakukan sesegera mungkin tanpa syarat dan tanpa kompromi.

Bagi kita, puncak pertemuan dengan Yesus ada dalam perayaan ekaristi dimana roti dan anggur diubah (transubstansiasi) menjadi Tubuh dan DarahNya. (lih. KGK 1376). Jadi, mau bertemu denganNya, datanglah ke ekaristi baik mingguan maupun harian di Gereja Katolik.

Tapi yang kemudian menjadi pergumulan adalah, kenapa kita harus datang kepadaNya? Apa yang menjadi motivasi dasar untuk datang ke Ekaristi?

Dulu waktu masih single, ke Gereja untuk ikut perayaan ekaristi, tujuanku nggak cuma ingin bertemu Yesus tapi juga bertemu jodoh. ?Daripada dapet jodoh non-katolik lebih baik cari di Gereja yang jelas seiman toh?? begitu alasanku dulu. Salahkah?

Ada juga yang pergi ke Gereja dengan alasan rutinitas dan ?Kalau belum ke Gereja rasanya belum afdol!?

Tapi yang paling menarik adalah yang memiliki motivasi ke Gereja karena takut dosa. Kenapa menarik, karena hal itu membuatku berpikir, adakah hal itu berarti kalau kita sudah ke gereja maka kita tak lagi berdosa?

Benarkah? Masalah dosa atau tidak itu urusan kita dengan Tuhan tapi aku pribadi di luar omongan tentang dosa, percaya bahwa untuk kita dekat dan bertemu Tuhan tak boleh hanya berhenti dengan mendatangi perayaan ekaristi saja. Alangkah sempurnanya juga saat kita membawa kasih Allah yang kita dapatkan ke dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi dengan sesama.

Tapi yang sempurna itu kan hanya Tuhan, Don?
Benar, tapi Yesus sendiri pernah bilang seperti ditulis Matius, ?Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna? (bdk. Matius 5:48)

Nah loh!

Sydney, 28 September 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.