Minta kepada Tuhan. Udah sahabatan denganNya?

11 Okt 2019 | Kabar Baik

Hari ini kita merenungi bahwa sebelum minta kepada Tuhan itu ada baiknya kita sahabatan dulu denganNya. Sebelum menemukan pintu dan mengetuk, kita bertanya dalam diri, sudah sedekat apa diri ini dengan Dia?

Emang pengaruh? Bukankah Ia tak membedakan siapapun? 

Benar!
Persoalannya memang bukan pada Tuhan yang memberi tapi barangkali pada kita yang meminta.

Seperti dilukis Lukas dalam Kabar Baik hari ini, Yesus menyampaikan pesan sebagai berikut:

“Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.? (lih. Lukas 11:5-7)

Sahabatan denganNya

Dua orang sahabat adalah mereka yang saling mengenal satu sama lain. Ketika aku bersahabat dengan seseorang, aku akan tahu betul apa yang membuat sahabatku marah, apa yang membuat sahabatku senang.

Maka ketika aku harus meminta tolong pada sahabatku, meski tengah malam, karena amat genting, aku yakin sahabatku tidak akan marah.

Aku juga yakin bahwa karena ia adalah sahabatku, maka meski kalaupun tak memiliki apa yang kuminta tapi ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik yang ia punya.?

Sebagai seorang sahabat, aku juga yakin bahwa ketika sudah berusaha mengetuk pintu rumahnya tapi tak kunjung dibukakan aku yakin ia tidak sedang marah, ia tidak sedang menghukum karena seorang sahabat tak mudah marah dan tidak pula menghukum.

Minta kepada Tuhan

Bagaimana kita bersikap terhadap sahabat mempengaruhi bagaimana cara kita meminta kepada Tuhan.

Bersahabat dengan Tuhan memberikan kita keyakinan tentang bagaimana tata cara kita minta kepada Tuhan, memohon sekaligus berharap atas permintaan itu.

Banyak orang yang merasa tak percaya diri untuk minta kepada Tuhan karena ia tak merasa kenal denganNya sehingga sungkan kalau tiba-tiba datang untuk meminta. Ia tak tahu kapan dan dimana titik marahNya. Ia tak familiar dengan perangaiNya dan cara mengambil hatiNya.

Banyak orang merasa tak percaya diri bahkan ketika sudah meminta, bahwa permintaannya itu akan dikabulkanNya. Dan ketika yang dikabulkan justru hal lain, orang itu tak peka mengenali dan malah membenarkan pendapatnya selama ini bahwa tak ada gunanya bersahabat denganNya toh meminta pun tak diberi yang dimaksudkan.

Maka, meski Tuhan tak memandang siapa kita, tapi alangkah lebih baik untuk menjalin persahabatan denganNya untuk kebaikan kita sendiri.

Caranya?
Yesus pernah bilang dalam Yohanes 15:14, ?Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.? Maka kalau mau sahabatan dengaNya perbuatlah apa yang diperintahkan kepada kita.

Gampang, kan? Eh, gampang nggak sih?

Sydney, 11 Oktober 2019

Sebarluaskan!

3 Komentar

  1. salam damai masdab..
    Yoh 15:14, Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

    “Kuperintahkan..” ini sepertinya hubungan antara atasan dengan bawahan, raja dengan rakyatnya atau semacamnya.
    piye kuwi mas..
    diskusi ya.. aku yo kosongan lho ini.. tapi renungan ini tetep baik buatku..

    Balas
    • Lha ya memang kenyataannya kita adalah hamba to? Jadi kalau pake ‘Kuperintahkan’ ya wajar. Dimana salahnya? :) Itu kalo menurutku.

      Balas
      • Woh leres.. makasih sudah diingatkan..

        salam damai..

        Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.