Minggu Komunikasi Sedunia: Menebarkan rasa percaya kepada dunia dan sesama

2 Jun 2019 | Kabar Baik

Hari ini Gereja memperingati Minggu Komunikasi Sedunia. Seperti ditulis Yohanes dalam Kabar BaikNya, Yesus berdoa tak hanya bagi para murid tapi juga untuk orang-orang yang percaya kepadaNya melalui pemberitaan para murid tersebut.?

Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka. (lih. Yohanes 17:20)

Andil komunikasi

Memberitakan Kabar Baik seperti yang dilakukan para murid adalah andil kita dalam mengkomunikasikan Keselamatan Tuhan kepada dunia. 

Wujudnya bisa beraneka rupa. 

Mulai dari yang berwujud tulisan seperti ini, video, audio bahkan foto atau implementasi grafis lainnya. Bahkan, melalui hidup sehari-hari, bagaimana kita bersikap dan beraktivitas asalkan semua mengacu pada kebenaran Tuhan maka kitapun secara tidak langsung telah ikut mengkomunikasikan Kabar Baik Tuhan bagi sesama!

Orang percaya melalui komunikasi

Mengapa mengkomunikasikan Kabar Baik Tuhan itu penting? Karena kepercayaan orang terhadap Tuhan bisa tumbuh melaluinya!

Waktu SMA dan kuliah dulu, aku tergolong murid dan mahasiswa yang badung. Aku tak hendak menceritakan seperti apa kebadunganku di sini tapi sebagai gambaran, suatu waktu di awal tahun 2000an saat aku mulai berkarir dan di saat bersamaan mulai aktif dalam pelayanan di Gereja, seorang mantan guru yang dulu mengajar sampai berkomentar begini, ?Hah? Donny?! Donny ikut pelayanan? Aku nggak percaya!?

Hehehe, dari situ semoga kalian bisa membayangkan senakal apa dulu! 

Karena aku badung, kawan-kawanku dulu pun kebanyakan juga datang dari kalangan yang tak kalah badungnya! 

Uniknya, sejak sekitar empat tahun lalu aku menulis Renungan Kabar Baik di blog ini, ada beberapa kawan yang dulu sama-sama badung merespon tulisan-tulisanku secara positif.

Ada yang iseng bertanya kenapa aku sekarang jadi anak alim? Dulu alergi Gereja sekarang setiap hari bicara tentang Tuhan? Ada pula yang tak sungkan-sungkan memintaku untuk memberitahu dia setiap ada tulisan terbaru yang kupublikasikan!

Sama rasa, sama-sama percaya

Tentu hal itu amat membahagiakan!

Bukan karena tulisanku digemari semakin banyak orang tapi rasa syukurku karena aku boleh memiliki andil dalam mengkomunikasikan Kabar Baik Tuhan kepada sesama termasuk kawan-kawanku yang dulu sama-sama badungnya!

Mereka bisa kembali tertarik dengan iman bukan karena apa yang kukuasai dan kupahami. Tapi lebih dari itu, ada perasaan sama-rasa bahwa dulu kami sama-sama badung dan sekarang saat kami semakin tua, kenapa tidak sama-sama mau duduk dan belajar memahami Tuhan?

Selamat hari komunikasi sedunia. Kita dundang untuk mengkomunikasikan Kabar Baik Tuhan kepada dunia!

Sydney, 2 Juni 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.