Kalau blog dibilang sudah tidak menjadi trend lagi, barangkali memang benar.?Tapi meski demikian bukan berarti bahwa blog telah benar-benar hilang. Justru, meski tak lagi jadi trend, jumlah blogger kian hari kian bertambah. Apalagi munculnya blog community semacam kompasiana dan blogdetik, pertumbuhan blog lebih gila lagi, lebih marak lagi.
Permasalahannya sebenarnya lebih pada diri kita (eh kalian) yang terlanjur mengenal blog ketika ia tengah moncer-moncernya menjadi trend sekitar empat-lima tahun silam.
Parahnya lagi, kita lantas menganggap blog memang telah benar-benar mati seiring ?kematian? mereka dari blogoshpere.
Melalui tulisan-tulisan piawai para seleb-blog kita begitu menikmati blogosphere (istilah untuk blog-atmosphere -red); sehingga ketika mereka mulai jarang menulis (bahkan tak jarang ada yang menghilang sama sekali), kita seperti kehilangan pedoman.
Parahnya lagi, kita lantas menganggap blog memang telah benar-benar mati seiring ‘kematian’ mereka dari blogoshpere.?Padahal, kalau kita mau melepas kacamata kuda kita, kalau kita mau mengecilkan volume earphone kita, dan mau tengok kanan-kiri, blog-blog yang tak kalah bagus dari para blogger yang tak kalah hebatnya bermekaran dan lebih berdaya tahan.
Kalian mungkin tak bisa menganggap mereka adalah para seleb-blog, tapi percayalah seleb bukan seleb, kawan ataupun lawan itu hanya tergantung dari cara pandang ?yang kalian pakai.
Lalu siapa saja mereka?
Arman Tjandrawidjaja
Ini blog ajaib! Kenapa kubilang begitu? Lihat jumlah komentar rata-rata per-postingannya!?Beberapa bahkan menyentuh 200an jumlahnya!
Blog ini juga lumayan sering di-update dan biasanya dihiasi foto-foto berkualitas ciamik!?Ssstttt, kata temen, beberapa fotonya ada yang sampai dicuri untuk digunakan sebagai iklan di tanah air. Bener nggak sih, Man?
Sebenarnya aku tak terlalu mengikuti blognya karena mungkin kebetulan kami belum saling kenal personally. Tapi itu semua tak jadi soal karena bagiku blog milik sesama imigran (aku di Australia dan dia di Amerika) ini tetap ciamik!
Imelda Coutrier-Miyashita
Wah kalau yang ini apalagi, jangan ditanya deh!
Perempuan Indonesia yang sudah cukup lama tinggal di Jepang, ini selalu menceritakan berbagai macam hal di blognya. Mulai dari masakan yang sedang ia suka, aktivitas kesehariannya yang adalah dosen bahasa Indonesia hingga banyak khasanah pengetahuan tentang Jepang ditulisnya di sana.
Secara personal aku kenal sejak sebelum aku pindah ke Australia dan pernah juga ketemuan Juli lalu di Jakarta. Nyaris setiap hari pula kami saling sapa di jendela chatting sekadar untuk ber-say hi atau untuk menanyakan kabar keluarga dan gosip-gosip lainnya!
Aku tak berlebihan untuk menjelaskan hal berikut ini, tapi ini sungguh nyata kualami.?Ketika membayangkan anak gadis Jepang, yang kubayangkan memang Oshin! Tapi ketika membayangkan anak laki-laki Jepang, yang kubayangkan adalah Riku dan Kai, keduanya anak Imel!
Hahahaha!
Antyo Rentjoko
Entah apa yang terjadi dalam bilik benak Paman Tyo, tapi aku melihat dalam setahun terakhir ini kecenderungannya mengerem posting di blogombal.org tapi penetrasi luar biasa terjadi?di blog yang kubahas ini. Kukatakan luar biasa karena frekuensi posting di blog itu, dalam sehari bisa sampai beberapa jumlahnya!
Nama blognya pun unik, Postyorous menerous, bisa jadi adalah plesetan dari nama provider blog yang dipakainya, Posterous, digabungkan dengan namanya, “Tyo” dan sifat kontinuitinya,?”menerous” maka jadilah Postyorous menerous itu tadi!
Mutu tulisan dan fotonya jangan diragukan. Aku pernah bilang tapi lupa pada kesempatan apa, bahwa menurutku, Paman Tyo adalah begawan blog Indonesia!
Oh ya, kalau kalian mau cari contoh ‘seleb-blog’ yang kiprahnya berkibar pada era empat-lima tahun yang lalu dan sekarang masih moncer, ya Paman Tyo ini!
Pakde Cholik
Orang banyak menyebut sebagai komandan blogcamp.
Aku baru sekali masuk ke blognya (ketika menulis tulisan ini) dan melihat postingannya begitu tertata dan kejar-kejaran dengan cepatnya pergantian hari!
Namanya tak asing lagi kudengar dari blog kawan-kawan lain. Kebanyakan sih ketika ada ‘hajatan’ rame-rame nulis blog bertema tertentu, biasanya terselip kata, “menanggapi tantangan
Pakde Cholik!” dan sebagainya…
Ah barangkali dari sini juga panggilan ‘Komandan’ itu berawal mula.
Tak heran! Kiprahnya memang luar biasa!
Sawali
Kalau kalian mau mencari sosok guru yang sanggup bertransformasi begitu apik menyongsong perkembangan teknologi tanpa harus meninggalkan akarnya sekaligus tak apriori terhadap kehadirannya, Pak Sawali adalah contoh terbaik!
Guru SMP di Kendal, Jawa Tengah, ini ngeblog sudah sejak 2007. Konsistensinya dalam menulis luar biasa! Ia menulis tentang sastra dan dunia pendidikan dalam format yang sangat rapi, panjang dan bahasa yang sangat lugas!
Topik bahasannya mungkin tak ‘masuk’ ke dalam selera kebanyakan dari kalian, tapi aku tak peduli… bagiku, blogger besar seperti dia akan menemukan ‘pasarnya’ sendiri kok.
Applaus
Aku menyebutnya The Rising Star!
Teman se-asrama waktu SMA di Jogja ini begitu giat menulis di blognya. Beberapa komentarnya juga kulihat menghias blog milik blogger lain yang juga kawanku. Timbal balik seperti ini membuatku mengingat masa keemasan blog waktu itu.
Tulisannya Applaus (believe it or not, sejak 1993 aku kenal dia, aku slalu kesulitan memanggail dia, apa itu Applaus? App?! Plaus?!) unik, kalau kubilang.
Ia tak menceritakan keluarganya secara mendetail, tapi kerap mengangkat ide-ide maupun isu-isu ringan nan menarik yang terjadi di sekelilingnya.
Kalau ia mampu menjaga ‘stamina’ dalam menulis, tebakanku, Applaus ini bakal ‘jadi’! Mari kita lihat dan buktikan bersama!
Kalau tebakanku gagal ya itung-itung menyemangati mantan rekan se-asrama apa salahnya wahahahaha!
Hardi Vizon
Ketika aku muak dengan berita begitu kerasnya cara kaum fundamentalis menindas kaum yang berlainan daripadanya, blog milik Uda Vizon ini seolah menjadi embun penyejuk!
Ia seorang muslim yang taat dan seorang cendekia muslim yang sedang menimba ilmu di Jogja. (Eh, udah lulus kah engkau, Uda?)
Blognya cukup terupdate dengan baik. Dan keluasan pikirnya tampak dari bagaimana ia menguntai kata demi kata di blognya. Jaringan pertemanannya luas, melebihi batas-batas yang ada.
Aku pernah bertemu dengannya sekali, beberapa hari setelah Papa meninggal di Klaten April 2011 silam.
The Ordinary Trainer
Aku tak mengikuti blognya meski pilihan untuk itu ada sejak aku belum pindah ke Australia. Aku tak kenal juga secara personal dengannya hingga akhirnya aku bertemu muka dengannya Juli silam.
Konsistensinya dalam menulis jempolan. Tulisannya juga tenang dan tak meletup-letup sepertiku misalnya. Satu hal yang menjadi trade mark darinya adalah ungkapan The beauty of blogging; sesuatu yang sedikit banyak mengingatkanku pada kawan lamaku Momon Beyondsky yang taon 2003 lalu kuingat membuat jargon yang tak kalah hebringnya, Even in cyberworld we can find true friendship. Jargon itu lantas dipakai sebagai jargonnya Blogbugs, komunitas blogger nasional jaman ‘batu’ yang boleh dibilang terbesar yang pernah ada hingga kini.
Karena keterbatasan waktu saja maka list blog-blog keren terhenti di atas meski sebenarnya ada lebih banyak lagi blog-blog bagus. Tapi setidaknya, baca-bacalah dulu link-link di atas, siapa tahu kamu jadi tertarik dan kembali terlecut semangatnya untuk ngeblog lagi?
Kalau dunia blog makin ramai dan para seleb-seleb itu jadi ikutan ngeblog lagi, siapa tahu taon depan ada pesta-pestaan lagi kan lumayan ada banyak anggaran sponsor yang bisa dibagi-bagikan untuk ngupi-ngupi cantik atau plesiran misalnya! Eh….
Tinggalkan Balasan