Merdeka dalam pengorbanan, pengorbanan yang memerdekakan

17 Agu 2018 | Kabar Baik

Suatu waktu Yesus pernah berkata kepada para murid, sebuah perumpamaan tentang biji gandum.

Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. (lih. Yohanes 12:24-25)

Biji gandum yang mati lalu menghasilkan banyak buah adalah simbol betapa penting dan berharganya sebuah pengorbanan. Ia mengorbankan nyawa hingga mati supaya menghasilkan buah.

Hari ini kita memperingati kemerdekaan negara kita tercinta, Republik Indonesia. Memperingati kemerdekaan adalah memperingati pengorbanan. Para pahlawan mengorbankan apa saja untuk hal yang kita peringati hari ini. Jika mereka tak mengorbankan diri barangkali tak akan ada hari ini.

Tapi semua tak boleh berhenti hanya dengan memperingati karena menghargai pengorbanan para pahlawan adalah dengan menjalani semangat pengorbanannya dalam konteks masa kini.

?Lho apa gunanya berkorban? Kan sudah merdeka, Don?!?

Salah!
Justru ketika kamu tak mampu berkorban itu pertanda kamu masih orang jajahan. Bukan oleh bangsa lain, bukan oleh orang lain, tapi oleh dirimu sendiri, egomu sendiri!

Orang yang merdeka adalah orang yang mengorbankan diri karena dalam kemerdekaan, ego dikesampingkan, kepentingan yang lebih luhur dikedepankan dan kamu lebih bebas untuk memberikan sumbangsihmu.

Jadi kalau kamu masih ragu untuk menolong samping kiri dan kananmu hanya karena beda pilihan politik, kamu memalingkan wajah ketika ada yang menyapa hanya karena ia memeluk agama yang berbeda dengan pelukanmu kamu adalah orang terjajah yang hidup di negara yang sudah merdeka, 73 tahun lalu!

Hiduplah secara merdeka di negara indah ini.

Selamat untuk anugerah 73 tahun kemerdekaan RI! Salam rinduku dari sini.

Sydney, 17 Agustus 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.