Menyelamatkan diri dari keterhimpitan? Kita perlu jeda dan sela

18 Jan 2018 | Kabar Baik

Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.
(Markus 3:9)

Bahkan seorang Yesus pun butuh menepi, perlu sendiri supaya mereka (orang-orang yang datang kepadaNya) tak menghimpitNya. Ini menarik setidaknya bagiku karena memberikan paradigma baru nan unik dari sosok Yesus Kristus.

Pentingnya menyelamatkan diri dari keterhimpitan juga bisa kita pelajari dalam hidup sehari-hari.

Banyak orang pernah mengalami terhimpit masalah. Hutang belum lunas, tiba-tiba istri lapor bahwa anak-anak perlu uang untuk beli tetek-bengek tugas sekolah lalu tiba-tiba adik di kampung menelpon memberitahu bahwa bapak sakit keras dan kita harus pulang. Pusing! Semua tak hanya butuh duit tapi juga waktu dan perhatian dan ini yang paling penting, keputusan-keputusan untuk bertindak!

Pada saat-saat seperti itu, kita perlu menyepi, perlu menepi dan sendiri.

Wah, gila kamu Don, mana bisa?

Menepi? Menyepi? Sendiri? ?Itu sih melarikan diri dari masalah namanya!

Bisa jadi tapi bisa juga tidak, Bro!
Memberi sela antara kita dengan masalah tak harus diartikan secara fisik bahwa kita perlu untuk mengurung diri di kamar, berhenti bekerja atau minggat dari rumah barang sehari atau dua hari. Karena kalau seperti itu namanya memang melarikan diri.

Lalu?
Memberi sela itu adalah dengan mencari Tuhan.

Waduh? Ini lebih rumit lagi, Don! Mending cari uang buat bayar semuanya!

Sebentar, woles!
Yang kumaksud di atas tentu bukan mencari sosokNya secara fisik. Mencari Tuhan di sini berarti melibatkan nilai-nilai luhur yang kita pelajari dari sosok Yesus Kristus dan merefleksikannya dalam tiap rencana serta keputusan yang akan kita ambil.

Nah, proses pencarian itu memerlukan ?jarak? antara hati kita dengan permasalahan sehingga setiap keputusan yang kita ambil tak terpengaruh bawaan-bawaan emosional dan ego sehingga apa yang kita putuskan adalah benar-benar sejalan dengan kemauan Tuhan.

Tentu tak mudah tapi kenapa tak kita praktekkan sejak sekarang? Yuk!

Sydney, 18 Januari 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.